Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2020

Melatih Anak Toilet Training


Muhammad Sulthan Alfatih 

Alhamdulillah, sebagai orangtua kita memiliki kewajiban untuk banyak belajar. Belajar bisa dari media apa saja, dari pengalaman orang lain, internet, buku, dan masih banyak lagi. Fatih menginjak usia 2 tahun pada bulan Maret 2020 , jadi PR selanjutnya adalah toilet training. Apa sih toilet training? Kegiatan melatih anak untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di kamar mandi secara mandiri. Kenapa kita harus melatih anak toilet training? Ya karena itu salah satu indikator kemandirian anak. Kita sebagai orangtua wajib untuk mengajarkannya. Selain itu, manfaat yang dirasakan dari toilet training adalah hemat pengeluaran untuk membeli popok. Popok selama ini menjadi zona nyaman si kecil dan orang tua, anak terbiasa dengan mudah BAK dan BAB di popok dan orangtua tinggal membasuh dan menggantinya dengan popok baru. Sebenarnya yang paling dikhawatirkan dari penggunaan popok adalah limbah. Limbah popok selama ini tidak pernah diolah dengan baik, cukup dibuang di tempat sampah dan selesai. Padahal popok menyumbang sampah terbayak kedua di laut yakni 21% menurut riset Bank Dunia pada 2017 (Laporan Mongabay)

Kembali ke melatih toilet training Fatih. Mamaku sudah menyarankan untuk melatih “tatur” bahasa jawa toilet training semenjak Fatih umur 1 tahun, tapi saat itu aku masih mager (belum ada keinginan). Hehehe. Jadi sewaktu Fatih berumur 2 tahun, sudah mulai aku niatkan untuk melatih toilet training. 

 

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), tanda anak bisa mulai dilatih toilet training

  1. Ia mampu menirukan Anda dan menunjukkan rasa tertarik untuk belajar, misalnya mengikuti Anda ke kamar mandi.
  2. Ia mampu mengembalikan benda-benda ke tempatnya, baik diminta ataupun tidak.
  3. Ia mampu menunjukkan tanda kemandirian dengan berkata tidak.
  4. Ia sudah mampu berjalan dan duduk dengan baik.
  5. Ia mampu menyampaikan rasa ingin buang air (kecil atau besar).

Pada awal melatih faith toilet training adalah memberikan penjelasan secara sederhana tentang toilet training. Fatih sudah besar dan pintar sekarang waktunya pipis dan p*p di kamar mandi ya tidak usah lagi pakai popok. Kalau fatih mau pipis dan p*p bilang yaa seperti pipis maa… nanti mama antar ke kamar mandi.Inilah sepotong percakapanku dengan fatih. 

 

Jadi keremponganpun dimulai. Wkwkwk. 

Tak semudah dalam bayangan fergusoo melatih anak usia 2 tahun toilet training. Inti dari toilet training sebenarnya menutur pendapat pribadiku adalah kesiapan ibunya baik mental dan fisik. Siap tidak menjalani TT, karena kita sendiri yang membersihkan lantai yang kotor, mencuci baju dan celananya, bolak – balik kamar mandi. Kebetulan waktu itu saya sedang WFH (work from home) jadi bisa melatih TT fatih. 3 hari pertama sangatlah berat karena yaa harus siap mengepel, ganti bajunya sehari bisa 5x dan mengantar bolak balik ke kamar mandi. Ujian kesabaran bagi sang Ibu. Saran saya pelajari ritme anak untuk BAK dan BAB. Misalkan tiap rentang 1 – 2 jam untuk menawarkan ke kamar mandi. Kalau BAB masih frekuensi sehari 1x.  Seminggu TT sepertinya belum ada kemajuan, fatih masih banyak mengompolnya. Ohya saya kebetulan langsung TT pagi dan malam hari. Jadi memang full lepas popok hanya memakaikan celana dalam dan celana mainnya. Untuk TT malam , Kasur saya alasi perlak. Sebelum tidur, rutinitas sikat  gigi, membersihkan tangan dan kaki serta BAK. Saat tidur malam, tanda fatih mau BAK yakni gelisah tidurnya jadi saya bangun untuk mengantarkan ke kamar mandi dengan posisi fatih masih setengah sadar. Hehe. Setelah selesai bisa bobo lagi dengan nyenyak. Setelah 2 minggu TT, Alhamdulillah fatih sudah ada kemajuan TT dengan mulai bilang mau pipis otomatis langsung aku ajak ke kamar mandi. Akhirnya benar – benar lulus TT setelah 1 bulan dilatih. 


Buku BELAJAR ADAB TOILET

Jangan lupa sampaikan apresiasi kita ketika anak berhasil TT di kamar mandi, kalau masih belum berikan dukungan. Sebisa mungkin kita jangan terbawa emosi dengan memarahi anak ketika sembarangan BAK dan BAB. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan trauma untuk anak seperti menahan pipis. Bahaya lho anak menahan pipis karena nanti bisa terkena ISK (infeksi saluran kencing). Sewaktu melatih fatih toilet training membacakan buku tentang BELAJAR ADAB TOILET tulisan Kak Fufu dan Kak Canun by Sakeena. Buku ini menjelaskan secara detil tahapan toilet training dilengkapi dengan animasi yang menarik dan bahasa yang mudah dipahami. Ada juga poster untuk menempel stiker ketika anak bisa melalui tahapan toilet training. 

Anak dianggap sudah lulus tahapan toilet training dengan menyampaikan maksud buang air, melepas pakaian atau celana, buang air di toilet, membersihkan bagian tubuh sekitar tempat buang air, mengenakan pakaian kembali, menyiram toilet dan mencuci tangan. ntinya kita harus melapangkan sabar ketika melatih anak - anak toilet training. Intinya kita harus melapangkan sabar ketika melatih anak - anak toilet training. Selain itu,sebisa mungkin kita juga sepakat  dan mendapat dukungan dari orang terdekat anak di rumah seperti dari suami, kakek dan neneknya.  Karena akan lebih mudah melatih anak toilet training ketika ada persamaan persepsi. Jangan sampai kita ibunya melatih tidak pakai popok,nenekny masih keberatan anak lepas popok. Jadi bicarakan baik - baik dengan keluarga di rumah.

Demikian sharing tentang melatih anak tentang toilet training. Semangat moms !

 

Sabtu, 20 Oktober 2018

Drama MP-ASI Fatih

            
Mama dan Fatih lagi selfie 



            Menjelang usia fatih 6 bulan saya bersemangat untuk mengumpulkan informasi dan ilmu tentang dunia per-MPASI-an. Tepatnya dari usia Fatih 4 bulan saya udah beli buku tentang MPASI, rajin googling dan tentunya mulai berpikir nanti mau belanja apa yaa untuk alat dan bahan MPASI Fatih. Sekarang kan ada metode MPASI yang lagi ngetren di kalangan mamah muda yaitu BLW (Baby Led Weaning). Kesimpulan saya tentang BLW menekankan pada kemandirian anak dalam proses makan. Orangtua hanya menyiapkan makanan yang sudah dimasak dan dipotong sesuai ukuran lalu anak memimpin proses makannya sendiri tanpa disuapi. Dia belajar mengunyah, menelan makanannya dan menghentikan proses makannya ketika dia sudah merasa cukup. Orangtua harus mendampingi tanpa ikut campur dalam proses makan. Wiih keren yaa anak bisa mandiri makan dari kecil. Tapi bagi saya yang masih cetek ilmu tentang BLW mending menggunakan spoon feeding (disuapi) aja dengan mengedepankan responsif feeding. Soalnya kalau BLW saya takut Fatih tersedak dan kurang gizi. Padahal untuk usia emasnya dari 0 - 5 tahun anak sangat membutuhkan asupan gizi yang seimbag dan berkualitas. Jangan sampai anak stunting. Nah lho apaan lagi tuh stunting. Wahai bu ibu sadarkah kita bahwa balita di  Indonesia menempati ranking ke 5 dunia dalam hal stunting. Sepertinya banyak yang nggak sadar termasuk saya bahwa stunting itu bukan hal remeh. Sebentar saya jembreng sedikit. 


          Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Stunting adalah perawakan pendek karena kekurangan gizi. Stunting bisa juga disebabkan faktor genetik atau familial disebut short stature. Mengutip dari IDAI tingginya populasi stunting balita di Indonesia disebabkan kekurangan gizi pada waktu yang lama. Kekurangan gizi ini disebabkan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh pada nilai gizi asupan makanan dalam waktu yang lama maupun prevalensi morbiditas. Stunting nggak bisa dianggap remeh lho bu ibu. Kenapa ? Anak stunting umumnya irreversibel dan akan berdampak pada kualitas hidup jangka pendek dan jangka panjang. Perkembangan pesat anak terutama otak yaitu 0 - 2 tahun, selain stimulasi juga perlu diimbangi dengan asupan nutrisi yang bergizi. Stunting akan mempengaruhi perkembangan otak jangka panjang yang berpengaruh pada kemampuan kognitif dan prestasi pendidikan. Selain itu, pertumbuhan linear akan mempengaruhi daya tahan tubuh dan serta kapasitas kerja.  Nah looh, stunting ibarat silent diseases yang diidap anak. 

       Karena saya bukan seorang ahli gizi dan bahkan dokter lebih baik ibu - ibu baca langsung di  Web IDAI banyak artikel kesehatan anak  yang tentu berbasis bukti ilmiah. Ingat ya bu ibu bukti ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan bukan tren kekinian. Hehe. Maklum bu ibu sekarang kan udah melek sosmed yaa jadi kalau ada yang kekinian pengennya diikuti juga. Latah ikut - ikutan tapi nggak ada ilmunya. Buat anak kok coba - coba. Ehh kok jadi kaya slogan minyak telon. Wkwkwk. 

          Boleh juga yang mau baca di website dr. Metahanindita beliau adalah dokter spesialis anak berbasis ilmu nutrisi. Blog Metahanindita. Rutin pantengin IG story beliau yang bahas masalah nutrisi dan kesehatan anak dan rajin baca blog beliau. Sayang belum beli bukunya. Berikut tulisan dr Meta yang ada di blog , tinggal klik aja yaa bu ibu 

Stunting bukan sekedar pendek

Stunting pada Anak

Mencegah Stunting


       Mukadimmahnya kepanjangan yak, jangan capek dulu ya baca tulisan saya. Hehe. Balik ke judul tulisan Drama MP-ASI Fatih. Saya menulis ini dari pengalaman MP-ASI Fatih usia 6 - 7 bulan ya semoga selain jadi bahan pengingat saya, memperkaya pengetahuan dan semoga bisa jadi pertimbangan bu ibu yaa untuk kesehatan buah hati. 

          Sesuai dengan rekomendasi IDAI, MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) diberikan tepat usia anak 180 hari (6 bulan) diikuti dengan kesiapan fisik dan psikologi anak. Pemberian ASI dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Saya rutin membawa Fatih ke posyandu untuk timbang berat badan, ukur tinggi badan dan imunisasi. Sebagai orangtua, memberikan salahsatu hak anak berupa menjamin kesehatan anak. Jangan lupa juga ukur lingkar kepala anak yaa in yang tidak dilakukan di posyandu dekat rumah. Jadi saya melakukan secara mandiri pakai meteran jahit. Hehe. Supaya mudah memantau pertumbuhan anak selain plot secara rutin nilai BB dan TB di buku KMS bisa juga download aplikasi "PRIMAKU" gratis kok tersedia di apotek eeh playstore untuk android atau appstore utk iOS. Aplikasi primaku ini sangat membantu saya, mudah tinggal masukkan data TB, BB, dan LK anak nanti muncul grafik sesuai standar WHO. Gak ribet plot di grafik dan otomatis sudah ada status gizi anak. Berikut saya jembreng punya fatih yaa. 
 

*Dokumen pribadi screeshoot aplikasi PRIMAKU 

Gambar 1. Kurva grafik berat badan sesuai standar WHO 

Gambar 2. Kurva grafik tinggi badan sesuai standar WHO

Gambar 3. Kurva grafik perbandingan tinggi dan berat badan anak sesuai standar WHO
         Ekspektasi saya ketika memulai MP-ASI, Fatih akan lahap makan. Wuhuuu.. ternyata saat prakteknya tidak seindah teori yang saya baca. HIhi. Fatih semenjak awal MP-ASI sudah menunjukkan gerak - gerik GTM (gerakan tutup mulut). Hanya maksimal 6 sendok makan bayinya dia mau makan. Ya Allah, saya jadi baper. Gimana ya soalnya udah semangat masak dianya tutup mulut dan berakhir menangis. Akhirnya dicoba makan MP-ASI instan hasilnya pun tetap sama. Bisa dilihat dari grafik pertumbuhan Fatih dari gambar 1 bisa dilihat berat badan Fatih sempat stagnan pada bulan ke 5 dan 6 yaitu 7 kg. Wah saya panik dong karena walaupun status gizinya BAIK menurut Primaku tapi bisa dilihat garis tersebut akan menurun bulan ke 7 jika tidak ada perbaikan nutrisi dan pola makan. Alhasil saya dan suami memutuskan untuk konsultasi ke Dokter Speasilis Anak, dr. Isnawaty, SpA. Beliau menyarankan untuk menambah porsi makan jika anak tidak bisa makan sesuai porsi berikan dengan frekuensi lebih sering, perbaiki kualitas asi dan disarankan menggunakan dulu MP-ASI Instan. Beliau juga memberikan suplemen vitamin merk "Zamel Drop" diberikan sehari sekali sebanyak 0,3 ml. Alhamdulillah sudah ada kenaikan berat dan tinggi badan pada bulan ke 7 yaitu 7,5 kg dan 66 cm. Tinggi badan anak juga perlu dimonitor fatih memang sedari lahir TB 47 cm jadi termasuk di garis merah, saat ini TB termasuk normal tapi harapan saya semoga bisa naik di garis hijau. Aamiin. Sedangkan LK (lingkar kepala) juga sering terlupakan untuk diukur padahal itu menunjukkan perkembangan massa otak anak. Fatih dari awal memang LK termasuk makrosefali (besar) tapi sekarang sudah ukuran normal. Gambar grafik 3 menunjukkan Fatih statusnya sudah di garis hijau semoga bisa terus konsisten yaa naakku sayang. 
       Jika anak tidak naik berat badan selama 3 bulan berturut - turut lebih baik kita berkonsultasi ke dokter spesialis anak karena dikhawatirkan ada penyakit infeksi yang diderita anak, anemia defisiensi besi dan lain sebagainya. Jadi please ibu - ibu sayang yuk mari cek KMS (Kartu Menuju Sehat) atau aplikasi Primaku supaya kita bisa melakukan tindakan pencegahan sebelum terlambat. Jika anak sudah stunting tidak bisa diperbaiki dampaknya dan tidak ada obatnya. Masa depan anak benar - benar ada pada kebijakan orangtua.  Mari bu ibu dan pak bapak yang sayang anak kita harus melek pengetahuan tentang nutrisi dan kesehatan anak. Akhir kata dari tulisan saya semoga ada manfaat yang bisa diambil yaa. Terimakasih sudah berkenan membaca. 
          

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...