Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2018

Siapkah saya untuk menjadi seorang Ibu?

          
Permandian Eremerasa, Kab. Bantaeng (Doc.Pribadi/01/01/2018)

       Di awal tahun 2018 ini saya sangat bersyukur atas segala hal baik dan membahagiakan dalam hidup yang terjadi pada tahun 2017 ini. Alhamdulillah alhamdulillah wa syukurillah tahun 2017 saya resmi menjadi seorang istri, merasakan hidup di perantauan bersama suami dan menikmati masa kehamilan. Tentu banyak suka duka yang saya alami tapi semua sebanding dengan segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kami. Bulan Desember 2017, kehamilan saya menginjak trisemester ketiga. Yang saya rasakan selama kehamilan tentu selain perubahan fisik juga psikologi. Perubahan fisik ibu hamil tentu hal yang lumrah bagi seorang perempuan seperti perubahan pada payudara, adanya pigmentasi kulit, tubuh yang makin terlihat gendut, dan lain sebagainya. Perubahan psikologis biasanya yang saya alami adalah mood swing, yaa gampang berubah gitu moodnya. Cepat sekali perubahan mood dalam satu waktu dari mood yang happy ke perasaan kesal. Hehehe. Kalau udah seperti itu sebisa mungkin harus memperbaiki mood dengan melakukan aktivitas yang bisa buat happy lagi :D. Ya begitulah yang harus kita alami selama masa kehamilan, jangan pernah mengeluh tapi jadikanlah rasa syukur untuk kita. Karena sesosok manusia kecil tengah tubuh dalam tubuh kita. Tentu itu sangat membahagiakan bukan. 
              Di akhir trisemester ketiga ini tentu saya sedang menghadapi masa penantian menuju persalinan. Perasaan bahagia tentu mendominasi hati tapi ada rasa kekhawatiran ketika kelak ananda lahir status saya disempurnakan menjadi seorang ibu. Siapkah saya menjadi seorang ibu? Ibu merupakan sosok yang luar biasa dalam hidup kita. Luar biasa mulia dalam mendidik dan menyayangi kita sepanjang masa. Figur seorang ibu dibutuhkan seorang anak dalam membentuk karakter dan kecerdasan akhlak intelektualnya. Maka dari itu saya sangat setuju dengan pernyataan Dian Sastrowardoyo "Entah akan berkarir atau ibu rumah tangga, seorang wanita  berpendidikan tinggi karena ia akan menjadi ibu. Ibu – ibu cerdas akan menghasilkan anak – anak cerdas”. 
              Sosok seperti apakah yang saya harapkan ketika menjadi seorang ibu? Itulah sebaris pertanyaan yang saya renungkan dalam diri dalam waktu belakangan. Dalam benak saya tentu sangat ingin menjadi orang tua yang baik untuk anak -  anak. Dorongan untuk menjadi orang tua yang baik tentu saja mengharapkan kelak anak - anak kita menjadi pribadi yang lebih baik dari segi karakter, kepribadian, intelektual, serta spiritual. Figur orangtua yang baik bagi tiap orang tentu berbeda yang bisa saja terbentuk dari kenangan masa kecil kita tentang kedua orangtua, pengamatan terhadap orangtua lainnya, nasehat dari keluarga dan teman, buku dan ahli kesehatan. Melihat banyak sosok ibu dan perempuan hebat yang menginspirasi untuk diikuti role modenya. Dari buku yang saya baca, pada intinya metode parenting yang akan kita terapkan pada anak adalah mengamati kecenderungan dan reaksi alamiah diri kita. Tak lupa pentingnya respon anak terhadap cara pengasuhan kita. Karena tiap anak - anak akan bereaksi terhadap gaya pengasuhan dan pengajaran yang berbeda. 

Sudah siapkah saya menjadi seorang Ibu?
           
           Harus siap, insya allah atas seizin Allah SWT. Menjadi seorang Ibu tentu berimbas pada waktu untuk diri sendiri akan sangat berkurang. Rutinitas yang dulunya sangat mudah kita jalani sebelum kehadiran anak seperti menikmati makan dengan damai, menjalankan hobi seperti membaca dan menulis seperti saya, belanja dan bahkan mandi adalah aktivitas yang harus kita lakukan dengan secepat kilat dan bahkan sampai melupakan hobi kita. Yaah untuk saat ini memang belum saya alami tapi dari pengamatan saya itulah yang akan dihadapi sebagai ibu baru. Yap, berdamai dengan keadaan adalah cara terbaik untuk tetap waras. 
Menjalani kehidupan sebagai seorang ibu berarti kita harus siap mengalami hari - hari menyenangkan maupun tidak, untuk itu sebagai ibu kita membutuhkan dukungan dari suami dan keluarga.  Peran suami tidak melulu tentang mencari nafkah keluarga saja, tapi juga berperan dari segi dukungan moril kepada istrinya dan perannya dalam mendidik anak. Selain itu, ketika kelak menjadi seorang ibu tidak serta merta melupakan kebahagiaan diri. Ya sangat perlu menyediakan waktu untuk diri sendiri dalam melakukan hal - hal yang membuat kita bahagia seperti melakukan hobi, merawat diri, atau sekedar bepergian. 
       Harapan saya mampu menjadi seorang ibu yang menyayangi, mendidik dan menginspirasi anak - anak saya kelak.  Tentu saja itu butuh waktu perjuangan yang tak sebentar. Menjadi seorang ibu merupakan proses belajar seumur hidup dalam universitas kehidupan. Terlihat sederhana memang tapi saya harus memiliki rencana jangka pendek, menengah dan panjang untuk kebahagiaan diri saya dan keluarga. Semoga Allah selalu meridhai dan menguatkan dalam tiap kehidupan kita dan keluarga. Aamiin.
               

                                                                                                             With love,
                                                                                                  Puput

       



Kamis, 21 Desember 2017

Cuti Ayah untuk Kelahiran Anak

         
Masih foto berdua... coming soon foto bertiga sm dedek ya :)  Aamiin


       Merujuk Undang - Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan "Pekerja/Buruh perempuan berhak memperoleh istirahat (cuti) selama 1,5 bulan sebelum saat melahirkan anak dan 1,5 bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan dengan gaji penuh". Lantas bagaimana dengan sang suami atau ayah pekerja ? Sejauh ini, di Indonesia hanya memberikan seorang pria pekerja memperoleh cuti dua hari dengan gaji penuh saat istrinya melahirkan atau keguguran. Tentu saja hal ini sangat disayangkan, ketika sang ayah hanya bisa mendampingi istri melahirkan dan bersama merawat bayi terbatas hanya 2 hari. Padahal kondisi istri yang sangat membutuhkan dukungan moral dalam menghadapi masa pasca persalinan. Rasanya sangatlah tidak cukup 2 hari sang ayah mendampingi istri dan anaknya lalu kembali lagi kepada rutinitas pekerjaan yang mengharuskan pergi pagi pulang petang. 

Mengapa cuti ayah untuk kelahiran anak itu penting?
           Pemerintah Indonesia agaknya masih keukeuh mempertahankan jatah cuti ayah untuk kelahiran ayah hanya 2 hari walaupun tahun 2016 sempat ada petisi yang mendesak memberikan cuti bagi suami yang istrinya melahirkan dari dua hari menjadi dua minggu tapi nyatanya belum mengubah peraturan perundangan. Petisi tersebut dicetuskan oleh dua orang ayah yaitu Ahmad Zaini dan Adi Noegroho yang berharap bisa tiap ayah di Indoneisa berperan dalam pengasuhan anak sedini mungkin. 
         Semua kembali tiap kebijakan perusahaan seperti PT Unilever Indonesia yang memberikan jatah cuti 5 hari untuk ayah pekerja dalam menyambut kelahiran anak. Lain halnya dengan D.I Aceh dalam qanun pemberdayaan perempuan yaitu jatah cuti 6 bulan untuk istri yang melahirkan dan suami mendapat 14 hari cuti untuk mendampingi istrinya. 
            Peran pengasuhan seorang anak bukan hanya terletak pada pundak istri namun ada andil dari sosok ayah. Ayah yang identik sebagai pencari nafkah keluarga juga berhak untuk memberikan pengasuhannya sejak dini. Keterlibatan kedua orang tua dalam pengasuhan anak tentu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan kecerdasan intelektual dan emosional sang anak. Ikatan batin antara orangtua dan anak juga makin erat. Belum lagi masalah terbatasnya kemampuan fisik sang ibu setelah melahirkan dan perlahan beradaptasi dalam pengasuhan anak bayi yang butuh asupan nutrisi, dukung moral dan materiil. Jika ayah mendapatkan jatah cuti yang layak dalam menghadapi kelahiran anak tentu hal ini akan sangat membantu sang ibu. Di lain pihak sang ayah juga bertanggung jawab penuh terhadap jatah cuti yang didapatkan dengan berlaku bijak (tidak menyelewengkan waktu cuti untuk kegiatan lain selain mengasuh anak dan membantu istri). 
USG di usia kehamilan 27 weeks 

               Apalagi saat ini saya sedang menantikan fase kelahiran ananda, ada terselip rasa kekhawatiran tentang kesibukan kerja suami saya sebagai Kepala Unit Makassar Perum Perindo yang menuntut beliau lebih banyak bekerja ke luar kota. Maklum saja kegiatan jual beli ikan tidak hanya bisa diselesaikan di balik meja dan by phone tapi harus bertemu menjalin kerjasama dengan nelayan, suplier ikan, pemilik pabrik dan lain sebagainya. Saya sangat berharap kehadiran sosok suami sekaligus ayah dalam mendampingi saya selama masa persalinan serta berperan dalam pengasuhan anak. Hmmm... baiklah tinggal kita tunggu waktu saja. Semoga ada kebijakan baik ya. Ya semua kembali kepada rencana terbaik menurutNya, berdoa semoga semua berjalan lancar, sehat dan sejahtera. Sekali lagi kita hanyalah manusia, makhluk perencana dan Allah SWT menentukan yang terbaik bagi tiap umatnya. 

Perbandingan kebijakan berbagai negara dalam cuti ayah untuk kelahiran anak
     Cuti ayah untuk kelahiran anak juga disikapi berbeda di tiap negara di dunia berikut daftarnya

1. Swedia
    Ayah mendapatkan hak 90 hari cuti dengan bayaran 80% dari gaji normal.
2. Estonia 
    Cuti ayah di Estonia selama dua minggu untuk kelahiran anak.
3. Islandia 
    Cuti ayah untuk kelahiran anak selama 3 bulan dengan menerima 80% gaji saat cuti
4. Lithuania 
    Ayah baru di Lithuania mendapat jatah cuti empat minggu
5. Slovenia 
    Jatah cuti ayah untuk kelahiran anak selama 90 hari dengan 15 hari pertama dibayar       100% dari gaji dan sisanya dibayar 75% dari upah minimum.
6. Finlandia 
    Ayah baru di Finlandia diberi cuti delapan minggu dengan bayaran penuh
7. Norwegia
    Seorang ayah di Norwegia bisa mengambil cuti selama 10 minggu dengan menerima 80% gaji
8. Hungaria 
   Jatah cuti ayah untuk kelahiran anak di Hungaria selama satu minggu cuti dengan  
bayaran penuh
9. Negara di Afrika Barat seperti Kamerun, Chad, Gabon dan Pantai Gading memberikan       cuti selama 10 hari sementara Kenya selama 2 minggu. 
10. Australia memberikan jatah cuti ayah selama 126 hari, Italia selama 90 hari dan Norwegia 70 hari
11. Korea Selatan memberikan cuti melahirkan selama setahun untuk kedua orang tua dengan gaji dibayarkan sebesar 40%
12. Pemerintah Amerika Serikat dan China tidak memberikan jatah cuti kepada pekerja laki - laki yang baru saja memiliki anak.

Hasil studi peran ayah dalam pengasuhan anak

          Penelitian yang dilakukan oleh University of Oxford, Inggris menyimpulkan bahwa bayi laki - laki berusia di bawah tiga bulan yang karib dengan ayahnya, cenderung lebih tenang dan bahagia saat berusia satu tahun. Sementara itu, pada bayi laki - laki di bawah tiga bulan yang jarang berinteraksi dengan ayahnya atau sang ayah nampak seperti sibuk dengan pikiran sendiri tidak mempedulikan anak, maka anak akan menunjukkan sikap yang buruk yakni agresif, tempramental dan sebagainya (kompas.com).
            Penelitian lain dari University of Oslo, Norwegia bahwa cuti ayah dalam menyambut kelahiran anak berefek jangka panjang bagi anak - anak akan lebih berkembang tumbuh kembangnya saat memasuki jenjang SMP terutama bagi anak perempuan. Dari kedua penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa jalinan emosional antara anak dan ayah sebelum usia satu tahun terbukti berpengaruh signifikan pada fase tumbuh kembang anak. 

      Cuti ayah untuk kelahiran anak bukan hanya penting bagi kehidupan masa depan keluarga tapi juga salah satu pendukung kesuksesan generasi emas Indonesia. Jadi kapan pemerintah Indonesia memberikan kado kepada para pekerja laki - laki untuk setidaknya cuti selama 2 minggu untuk kelahiran anak? Entahlah. We will see....




Sumber : https://www.msn.com/id-id/gayahidup/pengasuhan/8-negara-yang-memberi-cuti-melahirkan-bagi-ayah/ss-BBCR19e?fullscreen=true#image=9
http://lifestyle.kompas.com/read/2016/05/01/103500520/Studi.Buktikan.bahwa.Ayah.Juga.Perlu.Cuti.Melahirkan
http://lifestyle.kompas.com/read/2016/06/20/184700620/petisi.ini.minta.cuti.ayah.untuk.kelahiran.anak

Jumat, 25 Agustus 2017

Ceritaku dalam Trisemester Pertama Kehamilan



Hasil USG janin berusia 6w6d


Alhamdulillah wa syukurillah, tak hentinya mengucap syukur. 
Allah memberikan amanah kepada kami berdua dengan kabar kehamilan. Memang kami berdua tidak ada keinginan untuk menunda memiliki momongan. Jadi ikhtiar, doa dan tawakkal yang dapat kami berdua lakukan. Apalagi bagiku memiliki buah hati masih dalam usia muda suatu kebahagiaan tersendiri. Mengapa demikian? Karena dalam rentang usia produktif memiliki anak tentu dapat mengoptimalkan dalam proses mendidik dan mengasihi mereka. Selain itu, tentu akan berpengaruh pada pola mendidik anak. Menurutku ketika orangtua memiliki anak pada usia produktif dan siap secara fisik, mental serta finansial maka pola mendidik anak pun akan bisa optimal untuk mendukung tumbuh kembang anak. 

Baiklah berlanjut ke cerita kehamilan trisemester pertama yang kualami

Tanda kehamilan yang paling umum dialami tiap perempuan yaitu terlambat datang bulan (haid). Dulu sebelum menikah aku termasuk cuek banget catet siklus haid bulanan. Tapi semenjak menikah, ibu sudah mewanti - wanti untuk rajin mengingat atau setidaknya dilingkari tuh di kalender siklus haid bulanan. Ya udah aku laksanakan dengan mencatat di kalender hp. Untuk sahabat - sahabat yang sudah menikah, penting nih untuk kita tahu siklus haid bulanan kita beserta rentang waktu haid yang kita alami. Karena kita bisa tahu tanggal perkiraan masa subur yang sangat baik untuk membantu kita dalam berhubungan suami istri. Tingkat keberhasilan proses pembuahan akan meningkat ketika kita mengikuti tanggal masa subur. Gimana caranya tahu tanggal perkiraan masa subur ? Mudah kok. Tinggal menggunakan bantuan mesin pencari google, ketikkan "Kalkulator Masa Subur", pilih www.ibuhamil.com silahkan diisi pada tiap kolomnya. Ya itulah salahsatu ikhtiar yang bisa kita lakukan bukan. 


Kalkulator Masa Subur (www.ibuhamil.com)

Akhirnya setelah terlambat haid 7 hari, aku memberanikan diri untuk membeli test pack. Setelah membaca panduan menggunakan test pack, ternyata lebih disarankan untuk tes uji kehamilan dilakukan pada urine pertama pada pagi hari karena kandungan konsentrasi hormon hCG (Human Chorionic Gonadotrophin) terbesar yaitu 25 mIU/ml. Konsentrasi hormon hCG dihasilkan oleh plasenta akibat adanya proses implantansi (penanaman) setelah pembuahan. Jika di dalam urin kita sudah terkandung hormon hCG lebih dari 25 mIU/ml, maka testpack akan menunjukkan dua garis merah yang berarti dapat diartikan Hamil. Test uji kehamilan aku lakukan pada dini hari sekitar pukul 02.00 karena kebetulan terbangun. Memang akhir - akhir ini hasrat untuk buang air kecil lebih intens dibandingkan biasanya. Deg-deg an nggak karuan sih waktu pertama kali menggunakan test pack. Perlahan setelah 1 menit berlalu, muncullah dua garis merah tipis. Alhamdulillah ya Allah. Maksud hati ingin segera mengabarkan pada suami, tapi nggak tega juga karena sedang pulas tertidur. Akhirnya sewaktu sholat shubuh, menyampaikan kabar kehamilan kepada suami.  Suami menanggapi dengan ucapan alhamdulillah dan seulas senyum. 

Untuk lebih meyakinkan hasil uji kehamilan, kami berdua memeriksakan ke dokter kandungan. Karena sebagai ibu hamil yang minim pengalaman, sempet terlintas gimana kalo ada kejadian hamil di luar kandungan. Naudzubillahmindzalik. Pemeriksaan ini memang bagiku terlalu dini, tapi bisa lebih memastikan kondisi kehamilan agar lebih berhati - hati dalam beraktivitas serta diimbangi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi.  Kami memilih ke Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Wahyu Slamet, Bitung karena jaraknya relatif dekat dari rumah serta dokter kandungannya pun perempuan yaitu Dr. Sandra. Jujur saya pribadi lebih sreg jika diperiksa oleh dokter kandungan perempuan. Ya pasti tiap dokter profesional dalam menjalankan pekerjaannya. Semua kembali pada pilihan tiap pribadi yaa... Pertanyaan dari Dokter adalah tanggal hari pertama haid terakhir yang menjadi patokan minggu kehamilan, keluhan dan siklus haid teratur atau tidak setiap bulannya. 

Pemeriksaan pertama dengan Dr. Sandra dilakukan USG Transabdominal, beliau menyatakan sudah ada kantong kehamilan tapi janin masih belum terlihat. Alhamdulillah, selamat ibu positif hamil.  Dokter menyarankan padaku untuk kembali dilakukan pemeriksaan 2 minggu lagi. Pemeriksaan 2 minggu kemudian dilakukan dengan USG Transvagina karena janin masih belum terlihat jika diperiksa menggunakan USG Transabdominal (melalui perut). Wuah perasaanku saat itu, gimana nih dedeknya kok nggak keliatan di USG, hamil nggak ya. Ya akhirnya perasaan pasrah dan menenangkan diri. Tenang put. Setelah beberapa saat akhirnya ... Alhamdulillah ya Allah, dedek terlihat dilayar monitor dan layar LCD untuk dilihat suami. Dr. Sandra, Alhamdulillah selamat ya bu. Dr. Sandra mengatakan usia janin 6w6d, ukuran janin belum sampai 1 cm dan detak jantung normal. Dilanjutkan dengan perbincangan ringan masalah kehamilan. Dr.Sandra mengingatkan tentang konsumsi makanan yang bergizi, jangan makan makanan mentah atau setengah matang, istirahat cukup dan perhatikan kebersihan diri.

Selama kehamilan trisemester pertama ini apa saja yang aku alami ?
1. Mual dan Muntah 
Alhamdulillah, aku tidak mengalami mual muntah pada awal kehamilan yang biasa disebut morning sickness. Tiap ibu hamil pasti mengalami pengalaman yang berbeda - beda, karena kehamilan merupakan proses yang istimewa bukan. Jadi tentu saja ini membuatku  lega, ya lagi - lagi dengan kondisi di perantauan tentu akan sedikit merepotkan ketika harus mengalami morning sickness. Alhamdulilah dedeknya pengertian memahami kondisi bapak ibunya sedang di perantauan jauh dari keluarga dan saudara. Apalagi kesibukan suami yang mobilitasnya lumayan tinggi. Karena nggak mengalami mual muntah asupan makanan dan minuman bisa konsumsi dengan baik. 

2. Ngidam 
Selama trisemester pertama, aku nggak merasakan ngidam. Dulu sih sempet ngebayangin kalo nanti hamil dan ngidam terus susah lagi makanannya yang dipengenin, gimana tuh yaa? Eeh ternyata nggak ngalamin. Y syukurlah suami jadi nggak kerepotan menuruti ngidam makanan selama hamil. hehe. Alhamdulillah dedek pengertian :). Kan berabe, misal aku ngidamnya sambel deso yang deket kampus, bakso lumayan yang di rumah Malang, dll. Kalaupun dipaketin yaa udah nggak bisa dikonsumsi ketika nyampe Bitung. Huhu 😓. Pernah baca artikel gitu, kalo ngidam saat hamil itu sebagai pertanda tubuh kita membutuhkan asupan nutrisi dari makanan tersebut. Hmmm benar nggak yaa ?

3. Kebiasaan tidur
Saat ini harus menyempatkan untuk tidur siang dan posisi tidur dibiasakan dengan miring ke sebelah kiri. Mengapa demikian ? Karena membuat kerja jantung lebih mudah, berat badan bayi tidak menekan vena besar yang bertugas membawa darah kembali lagi dari kaki ke jantung. Hal ini juga akan meningkatkan sirkulasi darah lebih cepat menuju ke janin, rahim dan ginjal. Kesulitan tidur masih belum aku alami, mungkin nanti ketika kehamilan makin besar. Sebisa mungkin aku memaksakan diri untuk tidur sebelum pukul 10.00 malam agar istirahat bisa optimal dan bangun pagi lebih segar. 

4. Asupan Makanan 
Karena tidak mengalami mual dan muntah jadi makanan apa saja bisa leluasa aku konsumsi tanpa harus terbuang. Alhamdulillah. Ketika hamil tentu saja konsumsi makanan yang dulu jarang dikonsumi harus mulai dikonsumsi. Seperti jagung manis, kacang hijau, buah - buahan, sayur, singkong, air kelapa menjadi menu tambahan. Kalau konsumsi ikan pasti, karena memang suka makan ikan. Tapi untuk ikan tuna aku cenderung membatasi karena tingkat kandungan merkuri yang tinggi yang dikhawatirkan berpengaruh pada kesehatan bayi. Selain itu aku suka minum susu prenagen rasa coklat yang rutin dikonsumsi 2x sehari. Memang bawaan hamil itu, cepet banget terasa laparnya. Kalo nggak diturutin buat aku pusing. Jadi sebisa mungkin ada cemilan penyelamat seperti pisang dan biskuit. Ohya, aku juga memperbanyak minum air putih karena otomatis kebutuhan semua nutrisi dan air tidak hanya untuk satu orang tapi sudah dua orang. Dampaknya banyak minum air putih yaa jadi sering ke kamar mandi hehehe. Yang penting kita udah nggak boleh egois mikirin makanan yang kita suka, tapi lebih pada makanan bergizi seimbang kata dokter mengingatkanku. Dokter juga tak lupa memberikan suplemen makanan yang mengandung asam folat, DHA dan omega 3 serta vitamin. 

4. Emosi 
Memang yang aku rasakan ketika hamil adalah emosi  yang gampang naik turun. hehe naik turun emang roller coaster yaa. Hmm kadang bisa ngerasa sedih dan bisa bahagia banget. Itulah aku berusaha untuk mengontrol emosi karena pasti hormon yang dikeluarkan dari perasaan itu akan terasa juga oleh dedek. Pokoknya kalo udah mau mellow akibat homesick yaa putar murottal ayat suci Al Qur'an dan bisa juga lagu - lagu kesukaan. 

5. Aktivitas
Aktivitas masih disibukkan dengan pekerjaan di ranah domestik, bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saat masa kehamilan ini saya tidak terlalu ngoyo dalam menjalaninya. Terkadang juga cenderung malas ngapa-ngapain. Hehe. Tapi sebisa mungkin aku lawan dengan yaa beraktivitas seperti biasa. Kan nggak mau nanti dedeknya ikutan malas. Selain kegiatan di ranah domestik seperti mencuci, bersih - bersih rumah, memasak, setrika, yang rutin dijalani pasti membaca buku, mencari informasi di internet, dan tentu saja menulis. Sebisa mungkin untuk mengurangi keluhan dan berpikir positif. Membuat perasaan untuk selalu happy. Supaya hormon di tubuh kita melepaskan hormon yang bahagia dan tersampaikan juga ke dedek 😘

Doakan yaa semoga ibu, dedek dan bapak selalu baik dan sehat hingga masa persalinan dilancarkan. Aamiin

Aku pun ikut mendoakan untuk sahabat - sahabat yang sedang menanti kehadiran sang buah hati semoga Allah SWT segera memberikan amanah terindah untuk menjadi orangtua. Aamiin 

Boleh di share dong gimana pengalaman sahabat selama hamil ? Baiklah. Sampai ketemu lagi ditulisan selanjutnya 


with love,
Puput





Selasa, 22 Agustus 2017

Cerita Kehidupan setelah Menikah

Liburan di Pantai Seruni, Bantaeng

Menikah.

Sebuah kata kerja yang menurut KBBI dari penggalan kata Nikah yaitu perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama. Menikah bukan hanya mengawinkan dua individu namun juga mengawinkan dua insan dalam hal ilmu, karakter, budaya, prinsip, dan lain sebagainya.

Lantas, bagaimana dengan saya ?
Kehidupan saya setelah menikah memang berubah, yapp. Berubah menuju ke tujuan yang lebih baik. Memang awalnya agak kagok, saat masih belum menikah masih disibukkan dengan pekerjaan di ranah publik. Saat ini, saya disibukkan dengan kegiatan di ranah domestik. Hmm.. kagoknya yaa pasti nggak ada kegiatan seperti analisa di laboratorium. Dulu mah boro - boro mau masak, cuman masak mie doang. Paling demennya cuma buatin cemilan kayak pempek udang/tenggiri, salad buah sm sandwich aja. Nggak masak macem - macem gt.Wkkwkwk. Secara yaa selama 2 tahun di kantorku dah lengkap fasilitasnya kantin selalu tersedia makanan dengan pedoman gizi seimbang. Hahaha. Tinggal ambil menu makanan sesuai selera, duduk manis menikmati makanan, dan cuci piring. Belum lagi camilannya, duh buka kulkas ada aja yang dimakan macem es krim, roti, frozen food... aaah rindu tuh sama isi kulkas kantor. wkwkw. Kebiasaan makan seafood macem cumi, kepiting saus padang dan saus mentega, kerang, aiihhh... Pak Alfan (Pak Bos) selalu nggak segan traktir kita yaah minimal sebulan 2x mampir makan di seafood Cak Mat. Kalo Mbak Arini (Bu Kepala Lab) pasti kalo ngajak kita belanja keperluan lab, sempetin mampir  ke resto. wkwk... aku aku jadi nostalgia jaman kerja di TC (Training Center) Lab PT. Central Proteina Prima, Probolinggo.   Ternyata nggak sia-sia. Alhamdulillah, berat badanku nambah 10 kg selama 2 tahun. Banyak orang mengira aku bakal tetep kurus, eeh gendutannya ternyata nunggu kerja dulu dan pastinya perasaan happy. hmmm.... Sekarang pastinya rajin berkutat memasak di dapur. Nggak ada deh jaman makan di kantor yang semua udah ready to eat. Haha. 

Heran, pastinya aku dulu yang jarang pake banget masak di dapur, perlahan sekarang skill memasak udah ada peningkatan. yaa... tapi jangan request ke aku masak macem Rendang,  Coto Makassar, Soto Ayam, Konro Bakar, dll haha belum bisaa boo'. Nantilah pelan - pelan kalo dah pindah ke Makassar aku bertekad untuk belajar masak berbagai menu andalan. Setidaknya kalo ada keluarga dan teman bertandang ke rumah, udah Pede sama hasil masakan. Hal yang bisa aku petik dari kegiatan memasak yang aku lakukan selama ini adalah.... lakukan semuanya dengan ikhlas, hati senang, voillaaa... alhamdulillah masakan pasti enak. Hehehehe. 

Mungkin ada yang mau share apa sih yang menyebabkan rasa masakan bisa enaak ? Ya yang pasti sih skill memasak dikuasai yaa :D

Intinya saat masih berstatus single, aku lebih fokus pada kebahagiaan diri sendiri, ya bahasanya sih egois gitu. Kerja sambil nyambi ngajarin belajar anak training ini itu, selama aku bisa oke aja. Mau travelling ke sana kemari asal diizinkan orangtua, udah ayok berangkat aja. Mau belanja, mau kulineran, perawatan ke salon, nonton drama korea wah udah deh pasti dijamin aktivitas paling semangat untuk dilakuin. Hahaha. Ya pasti kalian semua pernah mengalami fase ini.Namun semenjak menikah, tentu perlahan aku harus mengikis ego itu. Berusaha mengontrol emosi dan tindakan. Ya wajarlah masih sekali dua kali ada pertengkaran kecil akibat hal sepele, tapi alhamdulillah tidak lama kami bisa langsung berbaikan. Udah langsung peluk - peluk sambil dievaluasi salahnya apa dan berusaha untuk tidak mengulangi. Menikah membuat saya menyadari, fokus saya bukan hanya untuk diri saya sendiri lagi tapi kepada kebahagiaan keluarga kami. Yapp, let's the story begin....

Kehidupan setelah menikah

Maukah tuk menjadi pilihanku 
Menjadi yang terakhir dalam hidupku
Maukah kau tuk menjadi yang pertama yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata
Izinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, menyayangimu
Memberi cinta
Memberi semua yang engkau inginkan
Selama aku mampu aku akan berusaha 
Mewujudkan semua mimpi dan harapan tuk menjadi kenyataan
-Penggalan lirik lagu Maliq d'essential, Pilihanku-
Setelah prosesi pernikahan usai, kehidupan panjang pernikahan telah menanti. Kehidupan pernikahan tidak selamanya seperti Cinderella dongeng kanak - kanak yang  diakhir cerita "Mereka hidup bahagia selamanya",  karena kehidupan pernikahan juga dibangun diatas peluh perjuangan dan tangis pertengkaran. Membaca artikel yang dilansir life.idntimes.com dengan judul "13 ujian yang siap menanti setelah kamu menikah" memang benar adanya.Yapp, berikut ke-13 ujian yang akan kami hadapi bersama
1. Untuk suami, masalah finansial yang harus dipikirkan tentu akan bertambah2. Buat istri, sudah waktunya nggak manja lagi, ada suami yang perlu diperhatikan juga3. Ingat, masih ada orangtua dan mertua yang perlu kamu jaga juga4. Dengan menikah, semakin banyak sifat pasangan yang terbuka5. Hamil sembilan bulan bisa terasa berat kalau tidak ada kerjasama yang kuat6. Ketika anak lahir, disitulah muncul tantangan jangka panjang yang lain7. Setelah menikah, pulang ke rumah usai kerja merupakan prioritas pertama dalam kehidupanmu8. Seiring bertambahnya usia anak. waktu bersama pun akan semakin berkurang9. Karir juga meningkat dengan tajam, namun godaan yang datang semakin banyak juga10. Belajar bagaimana caranya memantau anak,tanpa mengekangnya itu susah !11. Ketika anak telah memilih kehidupannya sendiri, percayalah kalian akan selalu dibutuhkan olehnya, sesederhana apapun itu12. Di usia yang tak bisa dibilang muda lagi, kamu menyadari bahwa perjuangan orangtuamu dulu tidak bisa dianggap sebelah mata13. Karena hanya Tuhan yang mampu memisahkan cintamu, kamu akan tetap saling memperjuangkan dan mengisi satu sama lain


Selfie di pesawat 



Kehidupan setelah menikah kami jalani di perantauan yaitu Kota Bitung. Tentu saja saya sangat excited dengan hidup merantau dengan suami. Lahir dan dibesarkan di Pulau Jawa, perasaan untuk mengetahui kehidupan di pulau Sulawesi juga cukup besar. Pergi merantau dan berstatus istri perlahan mendidik saya untuk mandiri dan mulai hidup dengan sederhana. Kebetulan di Bitung kami tinggal di rumah yang disulap menjadi kantor dan tempat tinggal. Pekerjaan suami saya sebagai Kepala Unit Bitung Perum Perindo disibukkan dengan aktivitas perdagangan ikan tuna, cakalang, malalugis, menjalin kerjasama dengan perusahaan dan investor serta kerjasama kapal penangkapan ikan. Sejauh ini selama saya mengenal suami saya tidak banyak perubahan drastis dari sifat dan perilakunya. Ya kan biasanya setelah orang menikah banyak yang kaget dengan proses adaptasi antara suami dan istri. 
Awalnya pasti aneh banget yak, ada orang asing laki - laki yaitu suami yang tidur disebelah kita. Yaah sekarang udah terbiasa banget. Asiknya ada yang dipeluk dan diciumin. Hehe. Apalagi yang buat aku bersyukur, suami menjadi imam sholat kita.  Alhamdulillah. Untuk urusan makanan suami termasuk pribadi yang nggak rewel atau pemilih. Jadi enak deh bisa masak apa aja. Sesekali suami memang komentarin hasil masakan tapi sering juga memuji. "Enak dong masakannya istriku" ujar suamiku sambil senyum. Suami saya termasuk tipikal orang rumahan alias betah di rumah. Yaa kalo aku udah bosen di rumah terus, baru deh ngerengek minta diajak jalan. Hahaha. Suami saya juga bukan tipikal orang yang romantis. Lebih pada aksi dari reaksi. Hmm gimana ya jelasinnya intinya dia menggunakan tindakan, dibandingkan kata - kata romantis. Kesannya cuek tapi sungguh dia pribadi yang perhatian. Setelah menikah, tentu saja kita juga punya partner untuk bercerita dan diskusi. Kalau masalah keuangan, ada yang perhitungan masalah pengeluaran tapi ada yang cuek nggak terlalu perhitungan. 
Yang saya kagumi dari suami adalah pekerja keras, baik banget, berjiwa sosial tinggi, dan bertanggungjawab terhadap amanah. Terus apakah suami saya pernah marah? Ya pernah, tapi memang penyebabnya aku :D. Maklum kadang manjanya kambuh, padahal suami masih sibuk. Ya syukurnya, kita selalu cepat berbaikan dan saling memaafkan. Eitss, kita juga evaluasi lho kenapa sih penyebabnya. Jadi kedepannya bisa diminimalisir penyebab pertengkaran. Intinya dalam kehidupan berumah tangga adalah komunikasi yang baik antara suami dan istri. Insya allah semua bisa diselesaikan dengan baik. 
Nyaris saja kami memutuskan untuk mulai mengurus administrasi untuk KTP dan KK Bitung namun suami saya memiliki rencana lain di masa depan. Yaitu memutuskan pindah ke Makassar dengan pertimbangan kehidupan sosial keluarga kami kedepan lebih baik, rencana usaha, yaa intinya demi kebaikan masa depan kami. Tentu saja sebagai istri saya mendukung keputusan suami, karena saya juga senaaang sekali jika bisa hidup di Makassar. Hehehe. Alhamdulillah, ada jalan terbaik untuk suami saya dengan dipindah dinaskan ke Makassar. Yeay...
Sebagai seorang istri, individu dan calon ibu tentu saja aku memiliki target untuk dicapai. Targetku selanjutnya adalah pengen punya usaha sendiri, belajar dan praktekkan dengan sebaik - baiknya tentang ilmu parenting dengan membaca, bergabung dengan komunitas Institut Ibu Profesional, rutin menulis dan blogging, meningkatkan skill memasak serta mengelola keuangan keluarga dengan baik. Aamiin. Ayo semangat put !!
Begitulah sekilas cerita kehidupan kami setelah menikah yang tentu saja nanti banyak cerita yang akan kami lalui bersama. Bagaimana dengan cerita kehidupan kalian setelah menikah ? Boleh dong saling share. Semoga selalu bahagia dan dalam lindungan serta rahmat dariNya yaa. Aamiin.


With love,Puput

Sabtu, 20 Mei 2017

Merajut kebahagiaan di perantauan (Kota Bitung)

Olahraga di CFD Bitung tiap hari Sabtu

               Menikah. Fase kehidupan tiap manusia yang dijalani. Berganti status dari single jadi double :D. Eh maksudnya dari lajang jadi menikah. Hal yang lumrah pasti tiap pasangan yang telah menikah menikmati kehidupan berumah tangga, berkomitmen melalui suka duka berdua. Lantas bagaimana dengan saya?  Saya paham betul bahwa kodrat sebagai perempuan yang menikah dengan berbakti kepada suami selain tentu tetap berbakti kepada kedua orangtua. Tekad bulat saya ketika menikah yaitu saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan merantau  bersama suami. Masa iya harus menjalani MDR (Marriage Distance Relationship). Oh tidak. Masalah jarak dan waktu yang terbentang antara Probolinggo – Bitung tentu akan menyulitkan untuk kami berdua. Berat memang melepaskan pekerjaan yang saya sukai, kedekatan dengan keluarga,kerabat dan sahabat serta berbagai hal yang pasti saya rindukan tentang kehidupan di Jawa.  Tapi bukankah hidup harus terus berlanjut… 
Peta Pulau Sulawesi dan saya di kota Bitung

             Pertanyaan yang terlontar untukku, “Gimana rasanya udah menikah dan pindah merantau ke Bitung?”, tentu saja aku menjawab mantap Alhamdulillah  bahagia setelah menikah. Setelah melewati 4 tahun LDR (Long Distance Relationship) yang ketemunya jarang pake banget, dan banyak orang yang meragukan hubungan kita tak mungkin berhasil karena dua suku dan budaya yang berbeda yaitu Jawa & Makassar serta masih banyak lagi keraguan untuk kita. Namun seperti halnya jodoh itu kebetulan yang tak terduga. Siapa yang mengira jika saya seorang perempuan yang dilahirkan dan dibesarkan di Malang bisa berjodoh dengan seorang laki – laki Makassar. Jodoh itu kebetulan yang kita upayakan, doakan dan disempurnakan dengan tawakkal. Meninggalkan zona nyaman (keluarga, segala kehidupan dan fasilitasnya) yaitu Pulau Jawa dan merantau ke Pulau Sulawesi tepatnya Kota Bitung. Zona nyaman (Pulau Jawa) itu harus kutinggalkan untuk menikmati zona nyaman berikutnya yaitu Kota Bitung. Alhamdulillah saya termasuk orang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Jadi bukanlah penghalang untuk menikmati kehidupan di perantauan. 
Depan rumah di Kota Bitung
            Setelah tinggal di Bitung selama 1 bulan ini aku merasakan waktu terasa begitu cepat berlalu. Ya mungkin dampak masih terbawanya jam alam dari Jawa yang berbeda waktu satu jam di Bitung. Misalnya seperti jam 17.45 WITA yang masih cerah berbeda halnya dengan di Jawa pasti sudah mulai meredup cahaya mentari. Kalo masalah makanan sih ya kita beli makanan yang familiar buat kami aja. Seringnya masak di rumah, jadi menu makanannya disesuaikan dengan kemampuan memasak. Haha. Perihal kemampuan memasak ya jujur saja saya teramat “cupu” (culun punya).  Memasak nasi dengan magic jar aja pernah nggak matang, ya alhasil dimasak lagi dengan dandang. Sementara ini saya benar – benar berusaha meningkatkan kemampuan & rasa dalam memasak. Untuk memudahkan saya dalam memasak yang masih cupu, seringkali saya memasak ulang masakan sesuai resep yang tertera pada aplikasi cookpad. Tentu aplikasi semacam ini sangat membantu bagi semua mama muda yang melek internet dalam memasak. Jadi bisa disimpulkan bukan kesibukan saya saat ini sebagai ibu rumah tangga. Ya dijalani, dinikmati dan disyukuri. Alhamdulillah. 

Suami beserta wartawan di Kota Bitung
Perlahan tapi pasti suami saya mulai menjalin silahturahmi dengan beberapa komunitas maupun perseorangan di Kota Bitung. Beliau memang termasuk berjiwa sosial tinggi. Hal yang patut saya teladani dari suami saya.  Sebagai perantau lebih baik kita berusaha berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat di kota tempat kita tinggal. Ya kalo saya mendekatkan diri dengan tetangga rumah dulu. Selalu teringat pernyataan bahwa tetangga adalah saudara terdekat kita. Menurut pendapat saya, kebahagiaan hidup bukan hanya terletak pada terpenuhinya materi, tapi jika orang lain dan lingkungan menerima dengan baik itu juga merupakan kebahagiaan hidup. Ciye… tumben bijak banget kata – kataku yak :D. 
Monumen Tugu Cakalang Bitung


            Suasana di Kota Bitung tidak jauh berbeda dengan kota lainnya di Jawa. Ya kurang lebih seperti Kota Probolinggo.  Tapi yang pasti kita belum menemukan moda transportasi kereta api ya. Hmm.. semoga nanti Trans Sulawesi menghubungkan semua daerah di Pulau Sulawesi melalui sarana perkeretaapian. Untuk menuju Kota Bitung melalui jalur udara dari Makassar memakan waktu 1 jam 45 menit tiba di Manado tepatnya Bandara Sam Ratulangi. Perjalanan darat dari Manado ke Bitung dibutuhkan waktu +  1 jam. Kesan pertama saya tentang Kota Bitung, cukup menyenangkan karena sebuah kota dengan geliat perekonomian yang baik, pemukiman padat, berbagai pertokoan & tempat peribadatan, berjejernya pabrik, bersih serta jalanan lebar beraspal mulus, haha.  Poin terakhir penilaian penting buat saya, untuk mendorong kemajuan suatu daerah harus ditunjang dengan fasilitas jalan yang memadai. Percuma dong banyak sumberdaya penghasil ekonomi, tapi akses transportasi sangat sulit. Aah miris sekali bukan.  Nggak ngebayangin deh kalo akses jalan raya di Bitung seperti jalan poros Trans Kalimantan yang “masih bernasib tragis” dengan lumpur tebalnya setiap kendaraan terpaksa harus terkendala dalam perjalanannya. Kota Bitung dikenal dengan taglinenya Kota Cakalang, yang diabadikan dalam monumen cakalang seakan ikut menegaskan ikan Cakalang menjadi ikon kota. Saya sendiripun beberapa kali mendampingi suami bekerja di memantau bongkat muat ikan. 
Aktivitas bongkar muat ikan di KM Perindo Jaya
 

           Kami berdua meneguhkan hati dan membulatkan tekad untuk merantau jauh dari tanah kelahiran. Harapan kami, tiap upaya kecil yang kami lakukan saat ini dapat mendidik kemandirian dan disertai kerja keras dan doa sehingga mampu mereguk kesuksesan di masa depan. Amiin.
                                                                                                                      With love,
                 
                                                                                                                     Puput



Senin, 15 Mei 2017

Review : Vendor Pernikahan Puput & Indar di Malang (April 2017)



Tepat satu bulan pernikahan akhirnya aku baru sempat menuliskan review pernikahan kami pada tanggal 15 April 2017. Maklum aja kesibukan pra dan pasca pernikahan itu ternyata luar biasa. Hehe. Apalagi ngumpulin mood buat menulis itu sesuatu banget.  Penulisan review pernikahan ini selain untuk memenuhi janji dan harapannya bisa membantu calon pengantin yang butuh referensi untuk pernikahan yang dilakukan di Malang. Tulisan ini berdasarkan opini, selera, dan pengalaman saya yang tentu akan berbeda pengalaman dari tiap orang walaupun menggunakan vendor yang sama. Secara keseluruhan semua vendor yang saya pilih termasuk memuaskan. Semoga membantu ya, okelah yuk kita langsung bahas satu per satu.
1.    VENUE PERNIKAHAN

Venue pernikahan kami berdua dilakukan di dua tempat, untuk akad nikah diadakan di rumah kediaman mempelai wanita dan resepsi di Gedung Kartini Malang. Kenapa terpisah lokasi akad dan resepsi ? Yapp, karena lokasi pelataran rumah yang terlalu sempit untuk tamu undangan, bakalan nggak nyaman banget buat tamu undangan. Hmm.. belum lagi kenyamanan keluarga besar dari pihak mempelai perempuan dan laki – laki yang jauh – jauh untuk hadir memberikan restu. Ohh gak terbayangkan riweeehnya ya. Kalo resepsinya di rumah, pasti di rumah bakal berantakan banget pasca acara. Apalagi aku yang sudah dipastikan mengikuti suami bekerja di luar pulau. Gak bisa bantuin beberes di rumah.Yuhuuu…dan benar saja, selang 2 hari menikah  kami berdua langsung terbang ke pulau seberang (Pulau Sulawesi). Oh ya,  jika di pernikahanku memilih menyewa Gedung Kartini Malang dengan biaya terjangkau dan fasilitas cukup daripada harus “menggedungkan” area rumah. Pilihan menyewa gedung lebih realistis dan hemat. “Menggedungkan” area rumah  alias mendirikan tenda beserta kain slayer warna - warni biayanya sama atau bahkan bisa lebih mahal biayanya. Tapi itu semua kembali kepada pilihan calon pengantin dan keluarga.
Gedung Kartini Malang sebagai lokasi resepsi pernikahan saya pilih dengan pertimbangan ketersediaan tanggal penyewaan gedung yaitu 15 April 2017, lokasi yang strategis, kapasitas dan sarana gedung yang mendukung untuk + 1400 tamu undangan dan harga sewa gedung relatif  terjangkau. Gedung Kartini Malang membagi dua sesi sewa gedung yaitu pagi hari (07.00 – 13.00 WIB) dan sore hari (16.00 – 22.00 WIB). Biaya sewa Gedung Kartini Malang per April 2017 tiap sesinya sebesar Rp. 5.000.000,- .Ohya, kita juga diminta membayar uang jaminan kerusakan gedung sebesar Rp 1.000.000,- , tenang aja setelah acara selesai uang jaminan bisa diambil kembali (tunjukkan kuitansi pembayaran) asal gedung tidak ada kerusakan lho ya saat kita pergunakan. Fasilitas Gedung Kartini Malang meliputi kapasitas listrik 20.000 watt (genzet & listrik), soundsystem (hiburan max. Electone), kipas angin 12 buah, meja tamu 4 buah, ruang ganti pengantin, ruang catering, surat izin keramaian, dan kursi 100 buah. Untuk informasi penyewaan Gedung Kartini Malang bisa menghubungi Ibu Indah (0341) 351964.
Menurut saya biaya sewa gedung termasuk terjangkau berikut fasilitas yang didapatkan. Tapi sekali lagi interior  gedung memang relatif standar, jadi dekor pernikahannya harus dioptimalkan kalo mau lebih terkesan.  Pihak pengelola gedung (pada saat itu bu Indah) menyatakan dalam tahun 2017 ini jika tidak ada halangan Gedung Kartini Malang akan diupgrade lagi fasilitasnya dengan memasang AC (Air Conditioner). Wah, bakalan melonjak nih harga sewanya.  Hehe. Sewaktu acara berlangsung  tidak terlalu panas, karena langit – langit gedung lumayan tinggi. Pengalaman saya kemarin ruang ganti pengantin kurang luas dan gerah, serta pencahayaan kurang terang Jadi saran saya, jangan lupa bawa kipas angin sendiri ya kalo berniat rias di Gedung Kartini. Ehh tapi siapa tahu nanti udah diupgrade ada AC nya… hihihi.
FYI, untuk calon pengantin disarankan jika memang berniat menyelenggarakan pernikahan di gedung, segera lakukan survei gedung dan kalo udah sreg langsung deh booking gedung dengan pembayaran DP (down payment). Aku aja nih booking Gedung Kartini Malang sejak bulan November 2016. Hmm.. komentarnya terlalu jauh ih waktunya sama acara. Lho jangan salah, setelah aku bayar DP itu (tepatnya kapan ya lupa, hehe) keesokan harinya ada calon pengantin yang mau booking di tanggal dan sesi yang sama denganku. Nah lhoo. Alhamdulillah, rencana Allah SWT selalu tepat untuk hambanya. Kalo nggak sesuai harapan ya aku harus nyari gedung lain atau mengubah tanggal resepsi pernikahan. Ohh tidaaak…
2.            RIAS & DEKORASI
Baju Bodo Makassar 
Rias pengantin untuk pernikahan kami berdua jatuh pada Zulia Salon. Zulia Salon dipimpin oleh Ibu Asfiyah terletak di Desa Mendalanwangi, Wagir yang sudah berpengalaman dalam rias pengantin lebih dari 25 tahun. Saya nggak survei ke perias pengantin lain, manut aja sama pilihannya Mama yang direkomendasiin Tante Nita (sahabat mama). Tambah puyeng kalo harus survei perias pengantin lagi. Persiapan pernikahan saya baru berjalan ketika saya cuti ke Malang. Selebihnya saya kontak via telpon dan whatsapp dengan Ibu Asfiyah. Selain itu, pertimbangan saya juga dikarenakan lokasi Zulia Salon dekat dengan rumah. Riasan beliau juga rapi dan apik serta koleksi bajunya lumayan bagus. Ibu Asfiyah tidak hanya mahir dalam hal merias, beliau juga terampil menjahit baju pengantin dan keterampilan menjahit juga dikuasai  dengan baik oleh  anak dan suami beliau. Wah gini nih ya namanya bisnis keluarga.
 Saya mondar – mandir konsultasi dan booking pembayaran paket pernikahan ke Ibu Asfiyah semenjak bulan Desember 2016. Itupun udah banyak yang udah booking untuk pernikahan di bulan April 2017. Biaya untuk paket pernikahan Zulia Salon per April 2017 sebesar Rp 22.000.000,-. Paket pernikahan tersebut meliputi rias dan wardrobe untuk pengantin, kedua orangtua mempelai, dan 4 orang penerima tamu. Selain itu, dekorasi rumah&kamar pengantin, dekorasi pelaminan di gedung, hiburan (electone), MC, kembar mayang, serta dokumentasi (foto, video dan 1 paket album foto pernikahan). Karena sebelum menikah saya masih didera kesibukan kerja dan LDR (long distance relationship) dengan suami kami berdua sepakat menggunakan satu jasa paket rias dan dekorasi. Jadi biar nggak terpecah konsentrasinya harus koordinasi dengan  banyak pihak untuk pernikahan. Wardrobe dan make up among tamu serta keluarga besar di luar dari harga paket ya. Harga untuk rias keluarga dan jilbab/sanggul sebesar Rp 150.000,-/orang, tapi jika menggunakan kebaya lengkap dari Ibu Asfiyah sebesar Rp 250.000,-/orang. Sedangkan untuk sewa baju Basofi Malangan & blangkonnya sebesar Rp 75.000,-/orang. Saya sendiri memilih membeli baju kebaya berwarna emas di Thamrin City yang akan dikenakan oleh para ibu dan ternyata hasilnya cantik ketika difoto dan cocok dengan baju pengantin. Sedangkan untuk para bapak mengenakan baju basofi khas Malangan.
Akad nikah Puput & Indar (15 April 2017)

Untuk akad nikah kami berdua sepakat untuk mengenakan baju adat Makassar yaitu Baju Bodo berwarna biru. Sedangkan untuk resepsi mengenakan baju pengantin Jogja Modifikasi dengan dominan warna merah emas. Awalnya suami berkehendak mengenakan baju Kebaya Muslim. Hmm.. padahal aku berpikir pasti bagus deh kalo pake baju adat jawa tradisional. Nah ternyata keputusan itu berubah sesaat setelah fitting baju pengantin. Kata suami,”iya ya lebih bagus saya pake baju adat jawa tradisional dibanding kebaya muslim”. Alhamdulillaah, hepi deh jadinya. Lagian juga kurang pas di hati kalo ada prosesi temu manten eh bajunya kebaya muslim lebih sakral prosesinya jika mengenakan baju adat jawa. Yeay. Tentu saja pernikahan mengenakan baju adat Makassar  menjadi pengalaman pertama bagi Ibu Asfiyah dan beliau menyanggupi hal itu. Dengan waktu yang cukup tentu saja hal ini bisa mengoptimalkan untuk persiapan jahit baju bodo Makassar. Untuk kain tenunnya asli Makassar aku beli online, klik
www.tenunsengkang.com. Buanyak deh macemnya kain tenun Makassar, mulai dari harga Rp 25.000 – Rp 350.000. Waktu browsing aku langsung tertarik dengan warna dan motifnya yang dominan warna biru. Hehe. Ibu Asfiyah aja bahkan sampai merayu saya untuk barter baju bodo Makassar dengan kain tenun itu karena bagus dan sekalian untuk nambah koleksi salonnya. Huaa.. saya menolak dengan halus permintaan bu Asfiyah karena kain tenun itu akan menjadi kenangan kami berdua. Alhamdulillah, riasan Ibu Asfiyah untuk akad nikah dan resepsi membuatku “cantik manglingi” banyak komentar keluarga dan tamu undangan yang menyampaikan hal itu kepadaku. Maklum apalagi aku juga jarang banget dandan paripurna gitu. Wkwk. Dulu sewaktu kecil seneng banget kalo ngeliat temu manten, dan Alhamdulillah di pernikahanku ada temu manten. Temu manten merupakan bertemunya kedua mempelai pria dan mempelai wanita dengan dipapag kembar mayang (simbol pengantin). Tahapan temu manten adat jawa bisa dibrowsing sendiri ya :D. hehehe. Selama acara akad nikah dan resepsi dipandu apik oleh Pak Tris yang berbicara dengan bahasa Jawa halus/krama. Kontak Ibu Asfiyah 082234318010.
Dekorasi pelaminan oleh Zulia Salon di Gedung Kartini Malang
Dekorasi pelaminan di gedung dengan latar ukiran foam putih dan bunga – bunga segar. Dekorasi sesuai dengan keinginan yang dominan bunga – bunga segar. Di pintu masuk dihiasi pergola dengan bunga plastik berwarna putih. Selain itu, ada spot photobooth dengan backdrop bunga kertas warna merah dan pink. Nah ini pesennya H-3 dari acara pernikahan. Hahaha, habis baru kepikiran kok nggak ada spot foto sih. Ampun deh, langsung aja browsing via instagram. Yapp, dapet deh vendor backdrop bunga kertasnya yakni IG paper_malang dan hubungi via whatsapp 081331694128.
Photobooth : Backdrop bunga kertas by
paper_malang
Foto selfie di pelaminan sebagai suami istri 
FYI, untuk calon pengantin pastikan perias pengantin terampil dalam urusan tata rias dan adat pernikahan ya. Penting tuh buat pertimbangin rekomendasi tentang perias, dan kalo perlu kita bisa melihat hasil karya meriasnya. Jangan sampai seperti cerita seorang perempuan di Malaysia yang tidak hadir menyambut para tamu undangan saat resepsi akibat tidak terampilnya perias sehingga riasannya hancur berantakan. Setelah sreg dengan periasnya,langsung bayar DP untuk membooking jasanya pada hari yang kita inginkan. Ohya, komunikasikan dengan baik kepada keluarga dan pihak vendor agar keinginan kita tentang pernikahan kita, jangan sampai miskomunikasi. Yang terakhir, pastikan kesiapan mental dan fisik menjelang hari pernikahan. Abaikan hal – hal yang bisa merusak mood karena bisa berpengaruh pada hasil make up pengantin (katanya sih gitu). Jika diperlukan lakukan perawatan pada wajah sebaiknya rutin tiap bulan dan seminggu sebelum hari H.
Wedding Ring Box by mochikoo,
cek IG mochimochikoo, line @mochimochikoo
Foto formal
Foto bersama kedua orang tua

Foto bersama dengan rekan kerja Perum Perindo

Foto bersama bersama rekan kerja PT. Central Proteina Prima, Tbk

Foto bersama dengan sahabat 



Suasana tamu undangan di Gedung Kartini Malang

Bersama tante - tante kesayangan :*



Berbagai karangan bunga ucapan selamat menikah dari relasi

3.            CATERING
Dekorasi & Penataan Cahaya Catering Malang
Catering Cahaya saya pilih sebagai vendor untuk urusan konsumsi pada saat resepsi di gedung, sedangkan untuk akad nikah ditangani sendiri oleh keluarga dan bantuan ahli masak di rumah. Aku juga nggak ada survei lagi masalah catering.  Langsung “njujug” ke alamat catering cahaya yaitu Jl. Raya Sengkaling No.193, Mulyoagung, DAU, Malang dengan Pak Irul (Owner) bisa dihubungi via telepon & whatsapp 085791347860. Pertimbangan memilih catering cahaya karena rekomendasi mama yang bilang makanan enak dan catering cahaya aja yang di brosurnya tercantum harga untuk tiap paket menunya. Harga yang ditawarkan oleh Catering cahaya masih masuk akal untuk budget anggaran kami. Ohya, sebelum memilih menu kita hadir untuk ada test food satu kali dan melihat dekorasi katering pada pernikahan salah satu customernya. Akhirnya kita menentukan dekorasi catering warna merah & emas, paket menu Jingga sebanyak 700 porsi seharga Rp 39.500,-/porsi (harga tahun 2017). Harga  termasuk pelayanan, dekorasi dan area VIP . Sedangkan untuk menu gubug yaitu bakso (bonus dari catering), tahu campur cahaya, sate ayam, dan gulai. Ohya untuk sewa dan pelayanan menu gubug biayanya sebesar Rp 250.000,-/gubug. Ternyata menu yang jadi favorit tamu undangan yaitu tahu campur cahaya dan sate ayam yang ludes tak bersisa. Aku aja belum sempet nyicipin tahu campurnya. Hiks. Dalam waktu 2,5 jam catering cahaya telah siap mendekorasi dan menata buffe makanan, area VIP dan gubug, meja penerima tamu dan kursi bagi tamu undangan. Staf catering cahaya professional, cekatan dan rapi dalam penataan makanan. Pelayanan professional dan memuaskan.
Di atas pelaminan saya sempat ketar – ketir gimana nih makanan sajian apakah masih cukup tersedia. Ohya, dari kantor Papa yang diinstruksikan oleh Ibu Wiwik pemilik Unggul Group juga memberikan bantuan buffee makanan seperti nasi goreng,  ayam saos teriyaki, capcay, bakmi goreng dan rawon yang semua dimasukkan pada menu VIP. Alhamdulillah, terimakasih atas rezekimu ya Allah. Tamu undangan yang hadir diperkirakan + 1400 orang, bahkan bisa lebih karena yang menulis di buku tamu berjumlah 712 orang.  Alhamdulillah semua berjalan sesuai dengan harapan saya. Tidak ada kehabisan makanan, bahkan makanan berlebih. Koordinasi dengan Pak Irul biasa saya lakukan via whatsapp, bahkan beliau sering ke rumah saya untuk membicarakan masalah catering. Bahkan selesai acara makanan yang tidak habis di gedung diantar semua ke rumah beserta dipinjami tempat makanan.  
FYI, pastikan jumlah tamu undangan sesuai dengan sajian makanan yang tersedia bisa mengecewakan kalo kurang. Libatkan panitia acara untuk memantau sajian dan staf catering, penting nih supaya tetap aman terkendali tidak ada kecurangan.
                         Paket menu Cahaya Catering Malang (2017)


4.            UNDANGAN & BUKU TAMU
Untuk undangan pernikahan aku pesan di X-Point Production, yang aku dapetin dari aplikasi bridestory. Iseng – iseng cari referensi vendor di Malang, naah akhirnya tertarik deh dengan desain X-Point Pro. Model undangan yang ditawarkan yaitu softcover fullcolour, hardcover monochrome, softcover fullcolourpita, softcover monochrome+pita dan softcover monochrome. Karena budget untuk undangan harus hemat maka model undangan yang aku pilih yaitu softcover ukuran terlipat 15 x 21 cm bukaan 3 dengan kertas art paper 210 gsm + laminasi doff, cetak full colour, plastic dan label. Aku pesen undangan sebanyak 700 pcs seharga Rp 2.500,- karena aku pesen banyak harganya lebih murah dari harga awal Rp 3.700,- /pcs. Dari X-Point Pro aku dapet bonus 2 buku tamu desain sesuai dengan undangan, kartu ucapan terima kasih dan kartu pengambilan souvenir. Hasil cetak undangan dan buku tamunya bagus. Owner X-Point Pro (Mbak Mimi) melayaniku dengan baik untuk revisi undangan dan label tambahan nama tamu undangan. Butuh undangan pernikahan harga hemat kualitas bagus bisa menghubungi X-Point Pro via Whatsapp 082257622357, workshop Jl. Remujung 54A, Malang (daerah Jl. Soekarna-Hatta)  dan bisa juga kunjungi ignya xpointpro.
FYI, pastikan nama tamu undangan sudah terdata dengan baik hal ini akan memudahkan kita dalam distribusi undangan, lebih baik pesan undangan jumlah dilebihkan untuk mengantisipasi ada nama tamu yang belum tercatat, dan manfaatkan media sosial yang kita miliki untuk membagikan undangan kita.


Undangan Softcover by xpointpro

5.            SOUVENIR
Ruang Pamer Kedaung &
Toples kaca untuk souvenir
Hmm.. lantas bagaimana nasib souvenir pernikahan? Ekspektasiku pengennya ngasih souvenir pernikahanku yaitu bibit pohon buah yaa minimal tinggi batang pohon udah 5 cm.  Antimainstream gitulah. Hehe. Yah apalah dayaku, ekspektasi vs harapan berbeda jauh. Haha. Karena harganya nggak masuk budget anggaran. Wkwkw. Skip.. skip. Akhirnya souvenir pernikahan kami beli di Ruang Pamer Kedaung Group, Surabaya karena harganya so pasti masuk anggaran yaitu Rp 5.000,- untuk toples kaca berukuran sedang. Ruang pamer Kedaung Group terletak di Jl. Raya Rungkut Lor Np. 15 -17,Kali Rungkut, Rungkut, Kota Surabaya, Jawa Timur yang saya kunjungi pada bulan Februari 2017. Ruang pamer kedaung group menyediakan berbagai jenis produk pecah belah. Cocok untuk  calon pengantin yang budget terbatas tapi menginginkan souvenir yang  bagus. Lumayan  banyak alternatif pilihan seperti gelas, asbak, toples kaca,dan lain-lain. Karena harga barang di Kedaung seperti toples kaca yang saya pilih setara dengan satu set sendok garpu atau taplak meja, (hmm dan barang lainnya aku lupa) di beberapa toko souvenir pernikahan Malang yang jelas nggak menarik hatiku. Ohya, harga barang di Kedaung itu tidak termasuk packing seperti mika plastic lho. Akhirnya terbeli sebanyak 500 pcs toples kaca dan 200 pcs asbak (seharga Rp 3.500) meluncur ke Malang. Tinggal memikirkan packing toplesnya nih yang akhirnya dibungkus plastic motif transparent plus kartu ucapan terimakasih atas kehadiran lalu dimasukkan ke kantong kertas warna emas. Jadi nambah Rp 1.500 untuk tiap packing souvenirnya. Ya Alhamdulillah bisa hemat dengan souvenir yang bagus. 
FYI, pertimbangkan untuk memilih souvenir yang bermanfaat untuk penerimanya tentunya harus sesuaikan budget anggarannya ya. Oh ya lebih baik beli lebih souvenirnya, jujur aja aku sempet menyesal kenapa nggak beli lebih ya souvenirnya karena souvenir habis 15 menit menjelang waktu acara berakhir. Huhu. Padahal keluarga dan pastinya tamu undangan ada yang tidak dapat souvenir deh. Maaaf bangeet.
            Terimakasih untuk pembaca yang telah meluangkan waktunya membaca tulisan saya. Sampai ketemu     lagi di tulisan berikutnya…
                                                                                                With love,
                                                                                                Puput
                                                                       
                       



Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...