Selasa, 18 September 2018

Perdebatan Kusir Kaum Ibu Milenial

        Sejak semakin mudahnya kita mengakses media sosial ternyata makin membuat perdebatan kusir kaum ibu milenial di dunia maya dan dunia nyata makin tak terbendung, berikut contohnya. 

1.Persalinan normal vs Persalinan Caesar 
2. Menyusui ASI VS menyusui dengan Susu formula 
3. Vaksin VS Anti vaksin 
4. Full time mom VS Working mom
5. MP-ASI home made VS MP-ASI instan 
6. Badan anak gemuk VS badan anak kurus 
7. Cukup punya anak satu VS punya anak lebih dari satu 
8. Kok Belum hamil VS Lah kok Hamil (lagi)
9. Menikah VS belum/tidak menikah 
Dan masih banyak lagi 

       Untuk semua perempuan terkhususnya kaum ibu tolong berhentilah saling mendebatkan, menghujat dan menilai bahwa satu dan yang lainnya tidak baik. Semua perempuan dan apalagi sudah menjadi ibu pasti melakukan yang terbaik untuk diri, keluarga terutama anaknya. Jadi mari kita saling menghargai tiap keputusan individu. Kan kita tidak tahu bagaimana pergulatan hati dan perjuangannya dalam tiap keputusannya. Fokuslah pada kehidupan masing-masing. Boleh mengingatkan tanpa mengintervensi pendapat bahkan perasaan. Pernahkah kita sedikit memikirkan bagaimana perasaan seseorang bila dinilai A,B dan bla bla blaa blaaa, coba kalau itu berbalik kepada anda. Berempatilah. Bukan mendebatkan dan menghujat bahwa ini yang menurutmu terbaik untuknya. Sekian tulisan pendeknya semoga bisa menjadi bahan perenungan dan pengingat terutama untu diri saya. 


NB : Nanti saya coba bahas satu persatu di tulisan selanjutnya

Senin, 25 Juni 2018

Menjadi Seorang Ibu

Mama & Fatih usia 3 bulan

Hari yang dinanti tiba Kamis, 8 Maret 2018 pukul 10.55 WITA alhamdulillah diamanahi oleh Allah SWT seorang anak laki-laki bernama Muhammad Sulthan Alfatih. Fatih, begitu nama panggilannya. Kehadiran Fatih ditengah keluarga kami sungguh suatu karunia yang amat kami syukuri. Fatih menyempurnakan hidup saya sebagai seorang ibu. Menjadi seorang ibu diawal kelahiran anak sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Ohh begini ya dulu perjuangan yang ibu saya rasakan saat melahirkan saya. Tak terasa mbrebes mili saat melihat ibu. Hiks.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk riya’ tapi hanya sebagai pengingat untuk diri saya tentang pengalaman dan perasaan saya. 

Awal mula menjadi ibu pasti semua juga merasakan bagaimana kita beradaptasi dengan makhluk mungil yang semula di dalam rahim kita selama 9 bulan. Si kecil pun juga tentu sangat asing dengan dunia di luar rahim kita. Rengekan dan tangisan si kecil menjadi hal lumrah sebagai cara berkomunikasi bayi. Rasa sakit sayatan operasi sesar harus saya lawan dengan berusaha mensugesti diri sendiri kalau saya sehat dan segera fokus mengAsihi. Fatih tentu juga sangat membutuhkan sosok ibunya baik secara fisik dan psikis.

Alhamdulillah saya diberikan rezeki dari  Allah SWT untuk bisa mengAsihi Fatih. Tepar rasanya badan pasca operasi sesar butuh waktu pemulihan 3 hari di rumah sakit saatnya pulang ke rumah. Babak baru dimulai dalam hidup saya. Begadang untuk menyusui , ganti popok dan menggendong untuk menidurkannya. Ahh sungguh saya bisa sedikit merasakan begini ya dulu ibu waktu saya kecil. Tentu awalnya tidak mudah harus begadang menyusui bayi yg seakan tidak pernah kenyang, udah mau tertidur eeh ditaruh kasur melek haha. Ulang lagi nenenin sampai dia tertidur. Lelah pasti, nangis iya. Setelah melahirkan sepertinya saya sempat mengalami baby blues ditandai dengan hati yang sensitif, gampang capek, mudah menangis tapi alhamdulillah semua bisa saya lalui dengan dukungan suami dan keluarga tentu dengan melihat Fatih. Proses menyusui ternyata membuat nafsu makan saya berlipat ganda hal lumrah karena asi terbentuk dari nutrisi makanan dan dikonsumsi berdua. Mempelajari apa yang dibutuhkan Fatih tentu suatu keharusan sebagai ibu.

Learning by doing. Menjadi ibu mendorong saya untuk selalu berusaha memberikan dan melakukan yang terbaik untuk Fatih. Yaa namanya seorang ibu pasti semua melakukan hal yang sama. Yap, awal saya tidak berani memandikan fatih lambat laun sudah bisa, berusaha selalu makan makanan yang bergizi demi kualitas asi, rajin stimulus fatih sesuai usianya agar tumbuh kembang baik, rajin baca artikel tentang perbayian, belajar pijat bayi dari youtube, gabung wa grup ibu2 hamil dan menyusui, sharing sm ibu dan teman dan masih banyak lagi lain. Belum lagi drama kalau Fatih lagi rewel hmm rasanya hati galau bingung ini mau apa ya Fatih biar tenang. Apalagi waktu anak sakit rasanya biar kita aja yang ngerasain sakit. Tapi semua peluh dan letih terbayar dengan senyum dan tawa Fatih, tingkah polahnya yang gemesin dan pokoknya semua tentang Fatih deh.

Menjadi seorang ibu ternyata benar-benar mengubah hidup saya. Yang dulunya fokus untuk suami dan diri sendiri sekarang bertambah yaitu anak. Perubahan yang saya rasakan dari segi emosi yang harus menekan ego pribadi. Intinya sekarang prioritas adalah anak apalagi masa golden age (usia emas) dari 0-5 tahun tidak dapat terulang yang menentukan menjadi seperti apa Fatih di masa depan.

Anda memiliki waktu seumur hidup untuk bekerja, namun anak-anak hanya memiliki masa kecil sekali”

Menjadi seorang ibu juga membutuhkan support system dari lingkaran keluarga kita terutama suami. Bagaimana kita menjadi orangtua yang mampu diteladani oleh anak. Mendidik anak bukan hanya tugas seorang ibu, peran bapak juga sangat besar membentuk pribadi anak. Dari ibu seorang anak belajar kelembutan dan kasih sayang serta dari seorang bapak anak belajar kemandirian.

It takes a village to raise a child. Begitu pepatah dari Afrika bagaimana sulitnya membesarkan anak. Tak bisa dipungkiri kita membesarkan anak juga pasti berinteraksi dengan lingkungan. Anak-anak tidak bisa hanya ndekem (tinggal) di rumah tanpa bersosialisasi dengan orang lain. Namun kita sebagai ibu berhak memilih di lingkungan seperti apa anak kita bertumbuh, karena jangan kaget ketika anak masih kecil terbiasa berkata kasar padahal di rumah tidak ada yg dicontoh nyatanya teman sepermainannya mudah melontarkan kata kasar. Hmmm… bukankah anak-anak tipikal peniru ulung dari apa yang dilihatnya baik itu tindakan yang baik dan buruk. Jika kita membesarkan anak dengan kasih sayang tentu dia akan menjadi anak yang berkasih sayang dan jangan pernah melabeli anak “nakal” karena kita sendiri yang membesarkannya dengan kekerasan.

Fatih mengajarkan saya menjadi ibu bukanlah proses instan harus belajar seumur hidup. Menjadi pribadi yang lebih baik. Fatih mengajarkan saya untuk merencanakan masa depannya. Menyisihkan uang untuk tabungan pendidikannya. Belajar dan terus belajar ilmu parenting dari berbagai sumber dan media sebagai bekal mendidiknya. Sungguh menjadi ibu mengubah hidup kita.

Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang berbeda” -Umar Al-Khattab-



Senin, 02 April 2018

NHW #8 MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS

Misi Hidup dan Produktivitas

Bunda, setelah di materi NHW #8 kita belajar tentang bagaimana menemukan misi hidup untuk menunjang produktivitas keluarga. Maka saat ini kita akan lebih menggali bagaimana menerapkannya secara teknis sebagai berikut L

a. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman - teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)
Menulis artikel 


b. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan "BE DO HAVE" di bawah ini
1. Mental seperti apa yang harus anda miliki untuk menjadi seperti apa yang anda inginkan ? (BE)
  Penulis 

2. Apa yang harus anda lakukan untuk menjadi seperti yang anda harapkan ? (DO)
Mengasah keterampilan menulis dengan rutin menulis di blog

3. Apa yang akan anda lakukan apabila anda sudah memiliki yang anda harapkan ? (HAVE)
Meningkatkan kualitas tulisan dan kepercayaan diri dengan mengirim tulisan ke media cetak/online dan menghasilkan uang dari tulisan di blog pribadi 


c. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu dibawah ini dan isilah :
1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)
Menjadi istri, ibu dan individu perempuan yang membanggakan suami, mampu mendidik dan menyayangi anak - anak dan sebagai individu mampu memberdayakan diri untuk produktif.


2. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5 - 10 tahun ke depan (strategic plan)
Selain menjadi penulis, saya juga ingin memiliki usaha yang tidak hanya menghasilkan keuntungan semata tapi juga memberdayakan oranglain


3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)
Konsistensi dalam menulis artikel, mendidik dan menyayangi Alfatih sesuai dengan tumbuh kembangnya



Mulailah dengan PERUBAHAN, karena pilihannya hanya satu BERUBAH atau KALAH 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/



NHW #7 Tahapan Menuju Bunda Produktif

Assalamu'alaikum Wr Wb

Tahapan menuju Bunda Produktif menjadi tema pembahasan pada NHW #7, dari pengertiannya Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses menemukan dirinya, menemukan misi penciptaan dirinya di muka bumi ini dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya berbinar - binar. Saya sangat setuju dengan pernyataan bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi ibu yang bermanfaat bagi banyak orang. Untuk itu salah satu tahapan menuju bunda produktif pada NHW#7, kita diminta untuk menemukan apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan diri via temubakat.com. Saya juga baru pertama kali menggunakan temubakat.com dalam menganalisa kekuatan dan kelemahan diri. Kekuatan diri harus kita asah terus menerus dengan belajar dan berlatih pada potensi diri. sedangkan kelemahan diri bisa kita hindari, didelegasikan, bekerja sama dengan orang lain dan menggunakan peralatan / sistem. 

Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.
Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
🍀 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
  1. Masuk ke www.temubakat.com.
  2. Isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional. Jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya.
  3. Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
  4. Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
  5. Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
  • Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
  • Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
  • Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
  • Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA


Hasil tipe kekuatan diri melalui temubakat.com 





Jumat, 02 Maret 2018

NHW #6 Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal

Assalamu'alaikum Wr Wb,
Alhamdulillah sudah memasuki pekan ke 6 belajar online di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Topik pembahasan pekan ini dengan judul "Belajar menjadi manajer keluarga yang handal". Yapp, menjadi seorang istri dan ibu menuntut kesibukan kita di ranah domestik dan ranah publik ritmenya makin dinamis. Seakan waktu 24 jam dalam sehari tidak cukup untuk kita beraktivitas. Tapi terkadang ada juga waktu yang dipergunakan hanya aktivitas yang kurang penting dan bermanfaat. Untuk itulah topik pembahasan kali ini sangat sesuai untuk saya terutama dalam belajar menjadi manajer keluarga yang handal. Sebelum itu tentu yang harus diatur adalah memanajemen diri sendiri. 


Baiklah berikut sekilas tentang tantangan NHW #6 "Belajar menjadi manajer keluarga yang handal"


Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “Belajar menjadi manajer keluarga yang handal”. Mengapa? Karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya. Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. 
Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita Merasa Sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.
        3 Aktivitas Paling Penting
         a. Beribadah dan mengaji 
         b. Mengasuh dan mendidik anak
         c. Belajar dan mempraktekkan ilmu parenting

       3 Aktivitas Paling Tidak Penting
       a. Membuka gadget untuk bersosial media dan browsing yang tidak penting
       b. Bersantai melebihi waktu yang ditentukan
       c. Mengobrol yang pembahasannya kurang bermanfaat

2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
         Saya masih banyak menggunakan waktu untuk aktivitas yang kurang penting  untuk itu kedepannya saya harus memanfaatkan waktu untuk aktivitas yang lebih     penting terutama aktivitas yang menunjang dalam memperbanyak jam terbang          peran hidup. 

3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk          memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
        Baik, insya allah siap dilaksanakan

4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)

       Baik, insya allah siap dilaksanakan


5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
        Baik, insya allah siap dilaksanakan


6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)
Pukul Rincian Kegiatan
03.30  - 05.30  Bangun pagi, sholat tahajud, sholat shubuh, mengaji
05.30 - 09.00 Olahraga pagi, memasak, sarapan, mandi&mencuci, sholat dhuha
09.00 - 11.00 Membaca&mencatat ttg  parenting/Ngeblog
11.00 - 14.00 Memasak & makan siang,  sholat dhuhur, istirahat
14.00 - 15.30  Menulis konten blog pribadi
15.30 - 16.00 Shalat ashar dan mengaji
16.00 - 17.00 Bersosialisasi dengan kerabat/tetangga 
17.00 -19.30 Memasak, mandi, ibadah sholat maghrib & isya, mengaji
19.30 - 21.00 Makan malam & quality time bersama keluarga dan suami
21.00 - 03.30 Istirahat malam


7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik? Kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

        Baik, insya allah siap dilaksanakan. Untuk jadwal harian saya kedepan tentu saja akan berubah sesuai dengan adanya penambahan amanah & tanggung jawab misalkan dengan kehadiran buah hati. 


Wassalamu'alaikum Wr Wb


With Love,
Puput

Kamis, 22 Februari 2018

NHW #5 Belajar Bagaimana Caranya Belajar


Assalamu'alaikum Wr Wb

Tulisan saya kali ini tentang NHW #5 dengan topik "Belajar Bagaimana Caranya Belajar". Belajar tentang apa? Tentu saja belajar tentang ilmu yang sudah kita tuliskan di dalam NHW #1  yaitu ilmu parenting. Bagi saya tiap NHW saling berkaitan sehingga menempa kita untuk selalu konsisten utamanya dalam belajar dan memberdayakan diri. Belajar bagaimana caranya belajar kembali mengingatkan saya bagaimana metode belajar saya selama ini. Tipikal gaya belajar saya selama ini yaitu VISUAL. Jadi saya lebih mudah menyerap informasi melalui kegiatan melihat apa yang dipelajari, mencatat, membaca, menulis dan lain sebagainya. Tentu setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda - beda. 

Pada NHW #5 "Belajar Bagaimana Caranya Belajar" kita diminta untuk membuat desain pembelajaran. Terlebih dahulu kita cari tahu dulu apa sih yang dimaksud dengan desain pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. 

Tugas NHW #5 mengharuskan saya sendiri harus berpikir ekstra. Saya merasa benar - benar dilatih untuk membuat desain pembelajaran untuk diri sendiri yang sesungguhnya manfaatnya jauh lebih besar baik untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Desain pembelajaran memandu saya untuk melakukan langkah - langkah kecil yang konsisten dalam mempelajari ilmu di universitas kehidupan.  Insya allah semoga Allah SWT menguatkan dan meridhai setiap upaya yang saya lakukan. Aamiin. 


Berikut desain pembelajaran yang sudah saya buat
Desain Pembelajaran Restu Putri A


Semoga bermanfaat untuk pembaca dan tentunya diri saya sendiri


Wassalamu'alaikum Wr. Wb



With love, 
Puput




Selasa, 20 Februari 2018

6 Rekomendasi Blog untuk Ibu Zaman Now

      Pasti tiap blogger seperti saya punya blogger favorit untuk dikepoin postingannya. Nggak cuma rajin baca posting di blognya bahkan sampe sosial media lainnya pasti dengan rela hati saya follow. Hehe. Saya mau sekedar berbagi, siapa tahu teman - teman butuh rekomendasi blog untuk Ibu Zaman Now ini versi saya yaa soalnya pasti sering saya kunjungi untuk membaca. Asik lho kalo blog walking gini, bisa nambah pengetahuan, membuka pemikiran dan tentunya bisa dapet inspirasi. Menurut saya konten blog dari tiap perempuan ini bisa selain kita ambil inspirasinya juga bisa diterapkan di kehidupan lho. Yuk kepoin blog Ibu Zaman Now.... Jadi Ibu harus rajin membaca, jangan cuma rajin baca sosial media aja hehehe...

1. GRACE MELIA 


                 
        Sosok Grace Melia awalnya saya kenal dari instagram, seorang ibu yang tinggal di Yogyakarta, LDM (Long Distance Marriage) dengan suaminya Adit yang bekerja di Kedubes Amerika Jakarta, dan dikaruniai dua orang anak (Aubrey dan Aiden). Sebagai mom blogger, mami ubii sapaan khasnya konsisten mengkampanyekan gerakan vaksinasi terutama dari pengalamannya sebagai ibu dari Aubrey yang menderita sakit Rubella. Perannya membawa Grace Melia memiliki komunitas Rumah Ramah Rubella bersama para pejuang agar masyarakat Indonesia mengetahui tentang penyakit Rubella. Awalnya saya juga tidak paham sama sekali tentang penyakit Rubella, tapi dari tulisan mami ubii baik di blog maupun postingan IGnya saya menjadi teredukasi utama tentang Rubella. Vaksinasi itu bukan hanya untuk melindungi anak kita, tapi juga melindungi orang lain. Lho kenapa bisa? Dalam istilah kesehatan ada namanya kekebalan kelompok (Herd Immunity). Seperti yang saya kutip dari depkes.go.id, kekebalan kelompok merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindungi/kebal terhadap penyakit tertentu sehingga berdampak pada terlindungnya kelompok masyarakat yang bukan dari sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan. Jadi, apabila kelompok yang rentan seperti bayi dan balita terlindungi melalui imunisasi, maka penularan penyakit di masyarakat menjadi terkendali. Boleh dibaca tulisan mami ubii ini yaa...

Baca :
 Pesan dari Ibu yang Kena Rubella saat Hamil

Diari Papi Ubii Berhenti Merokok

           Aku termasuk pembaca setia blog mami gesi sapaan akrabnya, bagiku tulisan gaya penulisannya asik dan ketika dibaca ringan mengalir gitu kayak air. Hehe. Di blog mami gesi topiknya juga beragam jadi nggak bosen buat dibaca, yang paling aku suka itu ada tulisan dari Diari Papi Ubii hmmm... menyenangkan sekali ya bisa melibatkan suami dalam menulis di blog istrinya. Saya jadi memiliki sudut pandang yang berbeda dari sisi seorang laki - laki dalam sebuah topik. Oh ternyata gitu ya.. gini yaa setelah saya membaca tulisan dari Adit, suami mami gesi. Boleh juga kepoin dan follow IGnya @grace.melia 


2. ANNISA STEVIANI


         Salut sama salah seorang mom blogger ini Annisa Steviani di sela aktivitas bekerjanya, ibu satu putra (Xylo) ini juga aktif menulis di portal pribadinya. Latar belakangnya sebagai jurnalis membuat bahasa tulisannya dan pemikirannya berbobot tapi sangat ringan untuk dibaca. Membuat saya acapkali mengangguk setuju dengan pemikirannya dan terinspirasi dari tulisannya. Konten blognya juga tidak jauh dari kesehariannya sebagai ibu, parenting, lifestyle dan kecantikan. Selain itu, mom Annisa juga berjiwa seni dari IGnya banyak hasil goresannya melalui gambar digitalnya. IGnya @annisast

Baca : 

Prioritas Kita - Kita Ini


3. DEWI NUR AISYAH



         Dewi Nur Aisyah, ibu satu orang putri bernama Najwa adalah seorang epidemiologist yang sedang menempuh pendidikan S3 di University College London, hebatnya pendidikan S2 di Imperial College London dan S3 nya mendapatkan beasiswa Unggulan Dikti dan Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI).  Bersama sang suami yang juga mendapatkan beasiswa di London untuk pendidikan S3 bidang politik. Alumni Universitas Indonesia ini aktif menulis di portal pribadinya. Yang saya sukai adalah sharenya tentang pola pengasuhan Najwa apalagi selama tinggal di Inggris, kehidupan pernikahannya dan tentunya tentang kesehatan. Selain itu, Dewi Nur Aisyah juga sudah menerbitkan dua judul buku "Awe-Inspiring ME dan Shalihah Mom's Diary".  Boleh difollow ignya @dewi.n.aisyah

Baca :

Belajar Sistem Pendidikan Nursery di Inggris

Wabah Difteri vs Vaksin, Kesehatan adalah Hak Mereka


4. ANDRA ALODITA




         Andra Alodita, mom blogger dari Jakarta yang memiliki portal Alodita.com juga salah satu blogger favoritku. Karirnya sebagai seorang fotografer berimbas pada eyecatching tampilan blognya, yap dari kualitas kamera ciamik sampai teknik pengambilan foto yang terlihat profesional. Mom andra sudah mulai ngeblog sejak tahun 2008. Blog alodita.com membahas topik kecantikan dan gaya hidup. Tulisan mom andra juga asik dan detil, bahkan kadang ada tulisan yang full berbahasa inggris. Konten dari blog mom andra juga variatif selain kecantikan dan gaya hidup  juga cerita travellingnya. Mom andra ibu satu putri (Aura Suri) yang berikhtiar bersama suaminya melalui IVF (in vitro fertilization atau progam bayi tabung untuk mendapatkan keturunan. Padahal kondisi mom andra kedua tuba falopinya harus diangkat. Seperti yang dikutip dari blognya, Mom Andra berkata

"Buat yang punya kasus unik seperti saya, bisa hamil walau kedua tuba falopi saya sudah diangkat tentunya sebuah keajaiban. Aura Suri adalah seorang manusia yang hadir di dunia karena sebuah keajaiban"


5. WINDI TEGUH


         Windi Teguh, mom blogger dari dua putri yang tinggal di Medan dan berprofesi sebagai bankir salah satu bank BUMN terbesar dan tersebar di Indonesia. Sebagai seorang ibu Windi Teguh kerap kali memposting tentang tema parenting, kecantikan dan fashion. Tulisan Windi Teguh juga tak kalah menarik dan detil. Oh iya, mom Windi juga mempunyai konten yang sama dengan mami Gesi yaitu GesiWindiTalk. Jadi di konten ini mereka berbagi tema yang sama tapi dengan penulisan dan pemikiran dari sudut pandang masing - masing. 

Baca :

Pilih - Pilih Breastpump

Menikah dengan yang Selevel

6.  GITA SAVITRI DEVI

http://gitasavitri.blogspot.co.id/



              Gita Savitri Devi, seorang blogger sekaligus vlogger yang sekarang juga udah jadi penulis dari buku Rentang Kisah. Ohya Gita juga udah jadi pembawa acara di salah satu tv swasta lho. Awal kenal sosok Gita dari youtube itupun juga nggak sengaja karena liat vlognya pas nyanyi cover lagu. Lumayan bagus suaranya. Lanjut ternyata nonton vlognya tentang kehidupannya sebagai mahasiswa S1 Kimia Murni dan sekarang sedang melanjutkan studi S2nya di Jerman. Akhirnya kepo juga baca - baca tulisan di blognya.Tulisannya memang anti mainstream dan cenderung menampilkan pemikiran kritis Gita. Bagiku sosok Gita itu inspiratif. Melalui tulisan di blog, buku, dan vlognya yang menuturkan sudut pandang dari Gita.  Follow juga IGnya @gitasav

Baca :
Generasi Tutorial

Kesederhanaan yang Dirindukan


               Yapp, sekian rekomendasi blog untuk Ibu Zaman Now semoga bermanfaat ya. Boleh dishare juga lho blogger favorit kalian dan sampai ketemu di tulisan selanjutnya.




With love,
Puput

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...