Rabu, 03 Juli 2019

Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba

Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Visi dan Misi Dinas perikanan

Visi
Dinas perikanan sebagai lembaga teknis Daerah dibidang Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan kegiatan berdasarkan Visi Dinas Perikanan Yaitu ” Optimalisasi Potensi Perikanan yang Dilandasi Pada Kemandirian & Daya Saing untuk Mewujudkan Bulukumba yang Sejahtera dan
Terdepan

Visi tersebut merupakan gabungan penjabaran dari Visi Pemerintah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas perikanan Provinsi Sulawesi Selatan serta Visi Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Adapun penjelasan visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Kemandirian dan Daya Saing
Kemandirian merupakan perwujudan optimalisasi potensi lokal tanpa melibatkan pihak lain dalam mengekspolitasi sumber daya dan menjadikan sumberdaya tersebut sebagai keunggulan komparatif
sehingga meningkatkan daya saing.
2. Bulukumba sejahtera dan terdepan
Sejahtera dan terdepan merupakan upaya untuk menjadi Kabupaten Bulukumba untuk meningkatkan income masyarakat dan menjadikan Bulukumba sebagai daerah yang lebih maju dibanding dengan daerah lainnya.

Misi
Untuk mencapai Visi tersebut diatas, maka dirumuskan Misi sebagai berikut :
1. Mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui percepatan usaha perikanan yang berdaya saing dan berbasis kerakyatan dengan menjaga keseimbangan sumber daya alam dan lingkungan
2. Menciptakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada berbagai sektor perikanan.
3. Mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan
4. Menciptakan sumber daya manusia bidang perikanan yang berjiwa Entrepreneur dan kompetitif
5. Pengembangan kerjasama antar daerah untuk menciptakan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terbangunnya sinergitas antar daerah di bidang perikanan
6. Pelestarian sumber daya pesisir dan perikanan
7. Membangun pusat kemaritiman selatan selatan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Program Prioritas
Guna mewujudkan visi, dan menjalankan misi pembangunan daerah
Kabupaten Bulukumba 2016 – 2021 tersebut dilakukan melalui agenda prioritas
pokok pembangunan di bidang ekonomi pembangunan sebagai berikut :
a. Program Bidang Perikanan
1. Program Pengembangan Budidaya Perikanan
2. Program Pengembangan Perikanan Tangkap
3. Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar
4. Program Pengembangan Usaha dan Kelembagaan

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas perikanan
Tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas perikanan disajikan pada
tabel berikut ini :
a.Tujuan
1. Meningkatkan produksi dan produktifitas perikanan dan kelautan
2. Meningkatkan kualitas masyarakat perikanan untuk pengembangan usaha perikanan yang memenuhi standar keamanan pangan
3. Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara optimal dan berkelanjutan.
4. Meningkatkan kelembagaan di tingkat nelayan/pembudidaya ikan.
5. Meningkatkan peluang investasi
b. Sasaran
1. Meningkatnya produksi perikanan
2. Meningkatnya pembinaan dan pendampingan masyarakat perikanan dalam mengembangkan usaha perikanan yang memenuhi standar keamanan pangan .
3. Meningkatnya pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan secara optimal dan berkelanjutan.
4. Meningkatnya pembinaan kelembagaan masyarakat perikanan
5. Meningkatnya peluang investasi

Secara umum bentuk pelayanan yang menjadi tugas dan fungsi Dinas Perikanan Kab. Bulukumba sebagai berikut :
a. Pengembangan dan pelayanan perikanan tangkap
b. Pengembangan dan pelayanan perikanan budidaya
c. Penataan kawasan wilayah pesisir dan laut serta pulau-pulau kecil .
d. Pengembangan pengolahan hasil perikanan dalam rangka memberi nilai
tambah (Value Added) dan diversifikasi produk.
e. Pelayanan perizinan perikanan.

Beberapa permasalahan pokok yang dapat menghambat pelayanan pembangunan kelautan dan perikanan adalah sebagai berikut :
- Banyaknya kendala teknis dalam budidaya udang dan rumput laut.
- Penolakan komoditas udang oleh Uni Eropa akibat penggunaan antibiotik.
- Banyaknya negara pesaing yang juga merupakan penghasil udang dan rumput laut.
- Kecenderungan rusaknya wilayah pesisir seperti ekosistem mangrove dan karang. (destructive fishing dan alih fungsi lahan).
- Kurangnya pengetahuan teknis budidaya bagi para pembudidaya.
- Kurangnya penerapan teknik budidaya yg sesuai dg standar budidaya oleh masyarakat.
- Terjadinya fluktuasi harga produk-produk perikanan.
- Usaha dibidang kelautan dan perikanan belum Bankable sehingga pihak perbankan sulit untuk menyalurkan kredit.
- Lemahnya kelembagaan nelayan,pembudidaya dan pelaku usaha perikanan lainnya.
- Keamanan pangan produk hasil pengolahan ikan yang belum memenuhi persyaratan mutu
- Nelayan masih tergolong miskin
- Kurangnya sarana pengawasan (Kapal Pengawas hanya 1 unit) dan dicabutnya kewenangan Kabupaten terhadap pengelolaan laut.
- Kurangnya tenaga penyuluh dan adanya penyuluh yang bukan merupakan background pendidikan perikanan.
- Produk perikanan umumnya masih dijual mentah (tanpa pengolahan) sehingga masyarakat tidak bisa memperoleh nilai tambah dari produksi mereka.
- Alokasi anggaran belum memadai

Kinerja Pelayanan Dinas perikanan
Sesuai dengan Peraturan Bupati Kabupaten Bulukumba Nomor 86 Tahun 2016 tentang Organisasi dan tata Kerja Daerah, maka Dinas perikanan Kabupaten Bulukumba yang merupakan Organisasi Perangkat Daerah berfungsi mendukung penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang Kelautan
dan Perikanan melalui:
a. Pembinaan umum dibidang perikanan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Pembinaan teknis dibidang tehnologi perikanan dalam batas kewenangan kabupaten;
c. Penyelenggaraan pemberian ijin rekomendasi dan pembinaan usaha sesuai dengan tugasnya dalam batas kewenangan kabupaten;
d. Penyelenggaraan pembinaan, penyuluhan dan bimbingan usaha perikanan;
e. Pengkajian, penerapan teknologi anjuran ditingkat usaha tani;
f. Pembinaan pengelolaan unit pelaksana teknis Dinas perikanan;

Dalam penyelenggaraannya, Dinas perikanan Kabupaten Bulukumba mempunyai 2 indikator kinerja sasaran yakni :
1. Produksi perikanan dan kelautan yang terdiri dari :
a. Hasil budidaya perikanan.
b. Hasil perikanan tangkapan.
c. Hasil perbenihan dari Balai Benih Ikan (BBI).
d. Hasil Pengolahan hasil perikanan
2. Cakupan Pembinaan Kelompok

Adapun capaian kinerja tahun 2011 – 2015 pada Dinas perikanan Kabupaten Bulukumba berdasarkan Renstra tahun 2011-2015 disajikan pada Tabel 2.1 berikut:
Penyelenggaraan urusan Kelautan dan Perikanan ini mengemban sasaran meningkatnya produksi perikanan dan kelautan. Hasil penilaian dan analisa capaian terhadap masing-masing indikator kinerja sasaran tersebut di atas pada tahun 2015 – 2016 adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan Produksi Perikanan
Indikator ini menggambarkan total hasil produksi perikanan dan kelautan tahun 2011 - 2015. Pengukuran kinerjanya didasarkan pada peningkatan total hasil produksi perikanan dan kelautan tahun yang bersangkutan. Perkembangan hasil produksi perikanan tahun 2011 sampai dengan
tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :


Hasil produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan. Hal ini merupakan pengaruh dari penambahan armada penangkapan baik yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat mapun yang merupakan bantuan dari Dinas perikanan selain itu peningkatan produksi ini  ditunjang oleh perbaikan sumberdaya kelautan dan perikanan karena 5 (lima) tahun terakhir pihak DKP Kab. Bulukumba melakukan pengawasan sumber daya laut secara intensif.

Sedangkan hasil produksi budidaya ikan juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Peningkatan produksi budidaya ikan terjadi karena adanya upaya mengembangkan usaha perikanan air laut, air tawar dan air payau di beberapa wilayah yang potensial, baik melalui ekstensifikasi, intensifikasi usaha maupun diversifikasi komoditi.
Peningkatan produksi yang signifikan terjadi pada budidaya Rumput Laut karena usaha budidaya ini sangat mudah dilakukan oleh masyarakat dan tidak membutuhkan modal yang tinggi. Disamping itu juga adanya upaya :
- penyediaan benih ikan yang berkualitas
- peningkatan penerapan teknologi tepat guna ;
- perbaikan daya dukung lingkungan tambak dengan probiotik dan pupuk organik ;
- penyediaan prasarana perikanan budidaya di kawasan budidaya (normalisasi saluran tambak, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan produksi) ;

Disamping indikator diatas, terdapat indikator lain yaitu tingkat cakupan pembinaan kelompok yang dilakukan oleh dinas perikanan. Berdasarkan target awal RPJMD Tahun 2011-2015 jumlah kelompok yang diharapkan mendapat pembinaan sebanyak 45 Kelompok Usaha, namun ternyata selama 5 (lima) tahun anggaran tersebut jumlah kelompok yang berhasil dibina jauh melampaui target kinerja dimaksud, dimana pada Tahun 2015 jumlah kelompok yang telah dilakukan pembinaan sebesar 325 Kelompok usaha. Angka ini menunjukkan bahwa capaian target selama 5 (lima) tahun tersebut mencapai 722 %. Pencapaian target yang terlampaui ini diakibatkan karena adanya kecenderungan peningkatan anggaran dari tahun ke tahun.

Sumber : Renstra 2016 - 2021 Dinas Perikanan Kab. Bulukumba

Selasa, 02 Juli 2019

Budidaya Perikanan Sistem Polikultur

Budidaya perikanan sistem polikultur merupakan kegiatan membudidayakan dua atau lebih organisme dalam satu lahan budidaya yang sama. Tujuan polikultur yakni meningkatkan produksi dan memperoleh keuntungan dari dua atau lebih organisme yang dibudidayakan serta meningkatkan efektiktivitas dalam penggunaan lahan budidaya. Lahan budidaya yang dapat dimanfaatkan untuk sistem polikultur adalah tambak. Budidaya tambak selama ini hanya menggunakan sistem monokultur (satu organisme yang dibudidayakan) padahal budidaya polikultur mampu meningkatkan produktivitas budidaya.
Ikan bandeng, udang windu dan rumput laut merupakan komoditas perikanan yang bisa dibudidayakan dalam sistem polikultur.

Polikultur ikan bandeng, udang Windu, dan rumput laut mampu meningkatkan pertumbuhan dan memperbaiki lingkungan budidaya yang ramah lingkungan.

Kenapa demikian?

Dalam kegiatan budidaya udang menghasilkan limbah nitrogen (N) dan fosfor (P) dari sisa pakan, feses dan hasil aktivitas metabolisme. Keberadaan rumput laut seperti jenis Gracillaria sp. bisa mengakumulasi dan menyimpan bahan organisme seperti nitrogen di dalam sel-sel thalus. Limbah bahan organik yang tersimpan pada sel rumput laut akan terdegradasi melalui fotosintesis sinar matahari yang diasimilasi sehingga berbentuk energi dan sel sebagai pertumbuhan rumput laut. Keberadaan rumput laut dalam budidaya polikultur mampu mempertahankan kualitas air budidaya.
Selain itu rumput laut menyumbang pasokan oksigen dan menyerap kelebihan nutrisi dan cemaran yang bersifat toksik di perairan.
Ikan bandeng merupakan hewan akuatik pemakan pakan alami seperti plankton, lumut dan klekap sehingga mampu mengendalikan kelimpahan dua organisme tersebut.
Kotoran bandeng sebagai pupuk dan aktivitas bandeng dapat membantu mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara yang langsung dapat diserap rumput laut untuk memacu pertumbuhannya.
Dengan demikian, harapannya melalui budidaya perikanan sistem polikultur dapat meningkatkan nilai tambah pada usada budidaya, diversifikasi komoditas budidaya dan mengurangi faktor kegagalan usaha.


Rabu, 30 Januari 2019

Pengalaman Lulus CPNS 2018 (Part Pengurusan Berkas)

Setelah lulus tes CPNS 2018 tahapan selanjutnya adalah proses pemberkasan. Tiap CPNS wajib memenuhi kelengkapan dokumen sesuai dengan syarat yang diajukan tiap instansinya. Karena tentu saja kelengkapan dokumen kita menjadi syarat utama untuk pengajuan NIP (Nomer Induk Kepegawaian) sebagai PNS. Jika masih ada kekurangan dalam berkas kita diberikan waktu tambahan berbatas  waktu untuk melengkapinya. Tak bisa melengkapi ya berarti dianggap mengundurkan diri.
Syarat dokumen yang diajukan secara umum hampir sama seperti surat lamaran, pas foto berwarna, kartu pencari kerja, daftar riwayat hidup, SKCK, fotokopi ijazah SD-pendidikan terakhir yang telah dilegalisir pejabat berwenang dan surat kesehatan jasmani dan rohani. Saya lulus tes cpns pada instansi dan formasi di Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba. Kenapa nggak ambil formasi cpns di Kabupaten Bantaeng ? Karena sayangnya belum ada Pembukaan formasi di Kabupaten Bantaeng. Jadilah saya berikhtiar mencoba di Kabupaten Bulukumba. Berikut pengalaman saya mengurus berkas kelengkapan CPNS siapa tahu ada yang membutuhkan informasinya.

1. Mengurus legalisir ijazah SD hingga Sarjana
              Sebagai seorang perantau, untuk melengkapi dokumen salinan ijazah SD hingga sarjana yang telah dilegalisir saya membutuhkan bantuan dari Ibu untuk mengurusnya karena tidak memungkinkan untuk pulang kampung.  FYI, menurut peraturan pemerintah hanya diberikan waktu efektif 15 Hari kerja untuk melengkapi dokumen persyaratan CPNS. Jika sekolah kita diregrouping wajib melampirkan surat keterangan dan SK (surat keputusan) yang juga dilegalisir bertanda tangan kepala sekolah. Selanjutnya legalisir ijazah sarjana salinannya ditandatangani oleh dekan. Oia, selama pengurusan legalisir ijazah kita harus menunjukkan ijazah asli ya. Ada persyaratan tambahan dari Kabupaten Bulukumba yaitu surat keterangan keabsahan ijazah yang ditandatangani rektor. Nah ini menurut saya paling susah untuk dipenuhi. Karena info dari BKD Kabupaten Bulukumba tanda tangan tidak boleh diwakilkan oleh Pembantu Rektor. Maklum ya untuk mendapatkan tanda tangan rektor lumayan sulit, bisa karena kesibukan beliau misal agenda kegiatan di keluar kota atau bahkan keluar negeri. Alhamdulillah pihak staf kampus UMM sangat membantu saya untuk surat keterangan keabsahan ijazah dengan melampirkan pengumuman penerimaan cpns Kab. Bulukumba. Ya Allah bersyukur banget rektor UMM bisa tanda tangani surat tersebut. Karena sewaktu saya menghubungi pihak staf kampus UMM baru kali ini ada alumni yang diterima CPNS harus ada surat keterangan keabsahan ijazah bertanda tangan rektor padahal biasanya cukup dengan surat keterangan alumni.
Surat keterangan keabsahan ijazah ini penting untuk meyakinkan keaslian ijazah yang telah dijamin oleh rektor mengantisipasi keberadaan ijazah palsu.
Surat Keterangan Keabsahan Ijazah Tanda tangan Rektor UMM


2. Mengurus Surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta bebas NAPZA
         Sesuai arahan BKD Kab. Bulukumba pemeriksaan kesehatan dilakukan di RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Pemeriksaan kesehatan ini wajib dilakukan di unit kesehatan pemerintah dan diperiksa oleh dokter berstatus PNS. Tahapan awalnya melakukan pendaftaran dan mengisi formulir untuk kemudian diarahkan melakukan pembayaran biaya pemeriksaan lengkap (kesehatan jasmani, rohani dan bebas NAPZA) yaitu sebesar Rp 382.000,-. FYI, biaya pengurusan surat kesehatan ini akan berbeda di tiap daerah ya.
          Setelah itu lanjut ke Klinik MCU (Medical Check Up) diarahkan ke poli jiwa terlebih dulu. Saat di poli jiwa kita bertemu dengan perawat dan diwajibkan untuk melakukan tes MMPI. Waow. Baru kali ini saya menghadapi tes psikologi MMPI. Terkejut karena soalnya sebanyak 567. wkwkw. Pada tes MMPI kita memilih jawaban positif (setuju) atau negatif (tidak setuju) dari tiap pernyataan tentunya dipilih berdasarkan kesesuaian dengan kepribadian kita. Jangan dikira tes  ini mudah, nyatanya kalimatnya penuh jebakan batman. Haha. Tes MMPI ini bisa mengulang  lho ketika skornya menurut psikolog kurang baik. Saya menyelesaikan tes MMPI selama 1 jam karena memang ada tes berikutnya yang menanti.
           Hasil tes MMPI tidak bisa langsung diketahui, biasanya memakan waktu 1 - 2 hari tergantung banyak sedikitnya pasien. Selanjutnya saya menuju laboratorium untuk tes bebas NAPZA yang terlebih dulu menyelesaikan administrasi dan mengambil sampel urin.  Hasil Tes bebas NAPZA menunggu waktu 30 menit keluar surat keterangan bebas NAPZA. Surat bebas NAPZA dibawa kembali ke Klinik MCU untuk pemeriksaan oleh dokter umum. Setelah selesai diperiksa dokter umum melanjutkan mengurus administrasi surat keterangan sehat jasmani dan NAPZA untuk difotokopi dan dilegalisir. Tapi pika admin menyarankan boleh dilegalisir setelah ada hasil dari poli jiwa. Alhamdulillah setelah 2 hari hasil tes kejiwaan saya dinyatakan Sehat Rohani. Lanjut fotokopi dan legalisir deh.
Hasil Tes MMPI 

3. Mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
        Sebelum mengajukan SKCK terlebih dulu siapkan kelengkapan dokumen seperti surat pengantar dari kelurahan yang diketahui oleh polsek setempat, fotokopi KTP, fotokopi ijazah pendidikan terakhir dan transkrip nilai, pas foto berwarna ukuran 2 x 3 cm, 3 x 4 cm dan 4 x 6 cm, foto tampak samping kanan dan kiri, rumus sidik jari dan surat keterangan bebas narkoba. Jika semua berkas tersebut lengkap otomatis lebih mudah dan cepat dalam pembuatan SKCK. Biaya pengurusan SKCK sebesar Rp 30.000,-. Jangan lupa untuk fotokopi SKCK dan dilegalisir ya.

4. Mengurus Kartu Pencari Kerja (AK-1)
           Persyaratan pengurusan kartu pencari kerja (AK-1) siapkan pas foto berwarna 3 x 4  cm, fotokopi KTP, fotokopi ijazah SD-pendidikan terakhir, dan fotokopi kartu keluarga. Saya mendatangi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bantaeng. Alhamdulillah prosesnya cepat sekitar 15 menit saya sudah mendapatkan AK-1 istilah kerennya kartu kuning kemudian difotokopi dan legalisir. Tentu saja pengurusan AK-1 gratis alias tidak dipungut biaya.

Biaya pengurusan berkas saya untuk CPNS 2018
1. Ongkos kirim Malang - Bantaeng = Rp 50.000,-
2. Fotokopi                                        = Rp 100.000,-
3. Print                                              =  Rp  30.000,-
4. Foto                                              = Rp 18.000,-
5. Cetak foto                                    = Rp 120.000,-
6. Materai                                        = Rp 75.000,-
7. Pengurusan SKCK                      = Rp 30.000,-
8. Pengurusan Surat Kesehatan      = Rp 382.000,-
9. Pembelian ATK                          = Rp 35.000,-
10. Biaya transportasi & konsumsi = Rp 100.000,- +
Total Biaya                                        Rp 940.000,-

Tips dari saya untuk mempermudah mengurus berkas CPNS selain tentunya berdoa kepada Allah SWT yaitu jalin komunikasi dengan teman seperjuangan via whatsapp jadi ada tempat sharing masalah cpns, jangan lupa juga minta izin untuk mendapatkan nomer HP staf BKD untuk mendapatkan informasi yang jelas, bertindaklah ramah dan santun serta berpakaianlah yang rapi dan sopan tentunya pakailah sepatu, serta sediakanlah sabar seluas - luasnya. Hehehe. Sekian pengalaman saya tentang pengurusan berkas kelengkapan CPNS 2018. Semoga bermanfaat ya.

Kamis, 17 Januari 2019

Pengalaman Lulus Tes CPNS 2018




Foto Profilku
Sekelumit kisah tentang pengalamanku mengikuti lika – liku tes CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Tes CPNS tahun 2018 ini merupakan tahun kedua saya ikuti. Tahun 2017 saya melamar di Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai analis di Direktorat Jenderal Perbenihan tapi nasib membawa saya gagal di ranking. Haha. Maklum kemampuan saya standar aja sih. Bisa dilihat dari nilai SKD (Seleksi Kompetensi Bidang) tahun 2017 yaitu TWK 95, TIU 85 dan TKP 145. Peserta tes dituntut untuk mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit. Untuk itu kita harus pandai – pandai atur strategi perang. Halah bahasaku… hihi. Strategi perang ini dikembalikan pada tiap pribadi yaa, karena anda yang paling mengerti diri sendiri. Kalau saya termasuk lemot dihitung2an dan soal logika otomatis butuh waktu lebih untuk berpikir di TIU yaa jadi kerjain dulu aja yang TKP.

Menurutku TKP pencerminan diri sendiri jadi bisa lebih cepat dikerjakan, nggak perlu mikir rumit. Pilihlah yang sesuai dengan diri dan tentunya konsisten jawabannya jika ada pertanyaan yang sama. Skor pilihan jawaban TKP juga memiliki bobot nilai dari skala 1-5. Tidak ada nilai 0, jadi apa yang dipilih ada nilainya. Lanjut kerjakan soal TWK, nah ini menguji wawasan kebangsaan, sejarah Indonesia, Undang – Undang Dasar dan lain sebagainya. Soal yang sulit boleh dilewati dulu kerjakan soal yang lebih mudah dan yakin jawabannya. Kerjakan TIU dengan cepat dan tepat. Hahaha. TIU selain soal logika, ada tes spasial gambar, antonym, sinonim, deret angka, aritmatika, yaa pastinya berkaitan dengan intelegensi.

Tahun 2018 nilai SKD saya TWK 110, TIU 60 dan TKP 148. Anjlok maak di TIU. Wkwkw. Padahal menurut saya tingkat kesulitan soal lebih berbobot di tahun 2017, atau mungkin memang grade soalnya disesuaikan dengan instansi yang dipilih. Selesai tes SKD saya udah patah arang wah nggak masuk passing grade nih. Passing gradenya TWK 75, TIU 80 dan TKP 143 total 298. Hmm ternyata di berbagai daerah Indonesia nilainya juga pada anjlok akhirnya demi keefektifan dan efisien dalam perekrutan CPNS 2018 KemenPAN RB menurunkan nilai total passing grade jadi 255. Alhamdulilah saya termasuk peringkat 4 dari 6 peserta untuk hasil tes SKD. Formasi di instansi yang saya lamar dibutuhkan 2 orang jadi yang berhak ikut SKB adalah 3x dari total formasi.

Tes CPNS sekarang udah canggih gak perlu pake LJK (Lembar Jawaban Komputer) yang rawan akan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). LJK udah berganti dengan laptop dan software CAT. Mudah tinggal klik – klik aja. Dengan sistem CAT, tes CPNS lebih Fair, kompetitif dan tentunya lebih ekonomis dan menjauhkan dari dosa – dosa KKN. Hehe. Hasil tes SKD dapat langsung diketahui secara real time. Apalagi sewaktu saya mengikuti tes SKB, wah kita juga bisa langsung mencari nilai kompetitor kita karena hasil rekap dipublikasikan langsung di layar monitor.

Awal prosedur pendaftaran CPNS udah menjadi ujian tersendiri bagi peserta. Berbagai dokumen harus dilengkapi dan sesuai dengan persyaratan.  Untuk membuat akun di website SSCN pun, peserta diuji kesabarannya. Berjam – jam baru bisa login akun, atau mencari waktu saat trafik web sedang longgar agara cepat proses upload dokumen. Peserta juga wajib memikirkan strategi  penentuan instansi dan formasi yang dilamar. Karena setiap orang hanya diberikan satu kesempatan dalam memilih 1 instansi dan 1 formasi saja. Tentu saja pemilihan ini harus disesuaikan dengan latar belakang pendidikan yaa. Jangan sampai salah pilih. Soalnya pasti pilihan menentukan masa depan. Ibarat jodoh gituu. Semua tahapan seleksi administrasi dilakukan oleh verifikator online. Saya pun  sebenarnya hampir melamar lagi di KKP, tapi pak suami memberikan saran untuk melamar di Dinas Perikanan Kab. Bulukumba aja. Ya udah nurut aja dan Alhamdulillah. Alhamdulillah lolos tes SKB (selekssi kompetensi bidang).

Saya belum pernah menghadapi tes SKB. Belum ada pengalaman sama sekali. Yang pasti dalam benak saya, soal SKB mencakup tentang  perikanan. Foilaaa… benar  saja. Soal SKB Perikanan masya allah luar biasa. Hahaha, speechless waktu kerjain soal. Widiw udah 4 tahun yang lalu kuliah dan lama banget gak baca – baca tentang perikanan.  Soal SKB perikanan meliputi aspek budidaya ikan, penangkapan, pengolahan, dan kebijakan  perikanan.

Jujur aja untuk tes CPNS 2018 ini saya minim sekali belajarnya maklum udah ada anak satu. Beda waktu tahun 2017 ada waktu 1 bulan saya bisa fokus belajar karena saat itu sedang hamil. Prinsip yang saya yakini adalah percaya diri dengan kemampuan diri sendiri. Tidak perlu khawatir jika kemampuan itu sudah kita miliki insya allah yakin bisa kita kerjakan. Jika saya belum mampu mengerjakan atau tidak memahami yaa lebih baik mengakuinya saja dan belajar lagi.  Yaap sekian cerita pengalaman tentang tes CPNS 2018. Dilanjut lagi nanti yaa ditulisan berikutnya. 

Sabtu, 20 Oktober 2018

Drama MP-ASI Fatih

            
Mama dan Fatih lagi selfie 



            Menjelang usia fatih 6 bulan saya bersemangat untuk mengumpulkan informasi dan ilmu tentang dunia per-MPASI-an. Tepatnya dari usia Fatih 4 bulan saya udah beli buku tentang MPASI, rajin googling dan tentunya mulai berpikir nanti mau belanja apa yaa untuk alat dan bahan MPASI Fatih. Sekarang kan ada metode MPASI yang lagi ngetren di kalangan mamah muda yaitu BLW (Baby Led Weaning). Kesimpulan saya tentang BLW menekankan pada kemandirian anak dalam proses makan. Orangtua hanya menyiapkan makanan yang sudah dimasak dan dipotong sesuai ukuran lalu anak memimpin proses makannya sendiri tanpa disuapi. Dia belajar mengunyah, menelan makanannya dan menghentikan proses makannya ketika dia sudah merasa cukup. Orangtua harus mendampingi tanpa ikut campur dalam proses makan. Wiih keren yaa anak bisa mandiri makan dari kecil. Tapi bagi saya yang masih cetek ilmu tentang BLW mending menggunakan spoon feeding (disuapi) aja dengan mengedepankan responsif feeding. Soalnya kalau BLW saya takut Fatih tersedak dan kurang gizi. Padahal untuk usia emasnya dari 0 - 5 tahun anak sangat membutuhkan asupan gizi yang seimbag dan berkualitas. Jangan sampai anak stunting. Nah lho apaan lagi tuh stunting. Wahai bu ibu sadarkah kita bahwa balita di  Indonesia menempati ranking ke 5 dunia dalam hal stunting. Sepertinya banyak yang nggak sadar termasuk saya bahwa stunting itu bukan hal remeh. Sebentar saya jembreng sedikit. 


          Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Stunting adalah perawakan pendek karena kekurangan gizi. Stunting bisa juga disebabkan faktor genetik atau familial disebut short stature. Mengutip dari IDAI tingginya populasi stunting balita di Indonesia disebabkan kekurangan gizi pada waktu yang lama. Kekurangan gizi ini disebabkan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh pada nilai gizi asupan makanan dalam waktu yang lama maupun prevalensi morbiditas. Stunting nggak bisa dianggap remeh lho bu ibu. Kenapa ? Anak stunting umumnya irreversibel dan akan berdampak pada kualitas hidup jangka pendek dan jangka panjang. Perkembangan pesat anak terutama otak yaitu 0 - 2 tahun, selain stimulasi juga perlu diimbangi dengan asupan nutrisi yang bergizi. Stunting akan mempengaruhi perkembangan otak jangka panjang yang berpengaruh pada kemampuan kognitif dan prestasi pendidikan. Selain itu, pertumbuhan linear akan mempengaruhi daya tahan tubuh dan serta kapasitas kerja.  Nah looh, stunting ibarat silent diseases yang diidap anak. 

       Karena saya bukan seorang ahli gizi dan bahkan dokter lebih baik ibu - ibu baca langsung di  Web IDAI banyak artikel kesehatan anak  yang tentu berbasis bukti ilmiah. Ingat ya bu ibu bukti ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan bukan tren kekinian. Hehe. Maklum bu ibu sekarang kan udah melek sosmed yaa jadi kalau ada yang kekinian pengennya diikuti juga. Latah ikut - ikutan tapi nggak ada ilmunya. Buat anak kok coba - coba. Ehh kok jadi kaya slogan minyak telon. Wkwkwk. 

          Boleh juga yang mau baca di website dr. Metahanindita beliau adalah dokter spesialis anak berbasis ilmu nutrisi. Blog Metahanindita. Rutin pantengin IG story beliau yang bahas masalah nutrisi dan kesehatan anak dan rajin baca blog beliau. Sayang belum beli bukunya. Berikut tulisan dr Meta yang ada di blog , tinggal klik aja yaa bu ibu 

Stunting bukan sekedar pendek

Stunting pada Anak

Mencegah Stunting


       Mukadimmahnya kepanjangan yak, jangan capek dulu ya baca tulisan saya. Hehe. Balik ke judul tulisan Drama MP-ASI Fatih. Saya menulis ini dari pengalaman MP-ASI Fatih usia 6 - 7 bulan ya semoga selain jadi bahan pengingat saya, memperkaya pengetahuan dan semoga bisa jadi pertimbangan bu ibu yaa untuk kesehatan buah hati. 

          Sesuai dengan rekomendasi IDAI, MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) diberikan tepat usia anak 180 hari (6 bulan) diikuti dengan kesiapan fisik dan psikologi anak. Pemberian ASI dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Saya rutin membawa Fatih ke posyandu untuk timbang berat badan, ukur tinggi badan dan imunisasi. Sebagai orangtua, memberikan salahsatu hak anak berupa menjamin kesehatan anak. Jangan lupa juga ukur lingkar kepala anak yaa in yang tidak dilakukan di posyandu dekat rumah. Jadi saya melakukan secara mandiri pakai meteran jahit. Hehe. Supaya mudah memantau pertumbuhan anak selain plot secara rutin nilai BB dan TB di buku KMS bisa juga download aplikasi "PRIMAKU" gratis kok tersedia di apotek eeh playstore untuk android atau appstore utk iOS. Aplikasi primaku ini sangat membantu saya, mudah tinggal masukkan data TB, BB, dan LK anak nanti muncul grafik sesuai standar WHO. Gak ribet plot di grafik dan otomatis sudah ada status gizi anak. Berikut saya jembreng punya fatih yaa. 
 

*Dokumen pribadi screeshoot aplikasi PRIMAKU 

Gambar 1. Kurva grafik berat badan sesuai standar WHO 

Gambar 2. Kurva grafik tinggi badan sesuai standar WHO

Gambar 3. Kurva grafik perbandingan tinggi dan berat badan anak sesuai standar WHO
         Ekspektasi saya ketika memulai MP-ASI, Fatih akan lahap makan. Wuhuuu.. ternyata saat prakteknya tidak seindah teori yang saya baca. HIhi. Fatih semenjak awal MP-ASI sudah menunjukkan gerak - gerik GTM (gerakan tutup mulut). Hanya maksimal 6 sendok makan bayinya dia mau makan. Ya Allah, saya jadi baper. Gimana ya soalnya udah semangat masak dianya tutup mulut dan berakhir menangis. Akhirnya dicoba makan MP-ASI instan hasilnya pun tetap sama. Bisa dilihat dari grafik pertumbuhan Fatih dari gambar 1 bisa dilihat berat badan Fatih sempat stagnan pada bulan ke 5 dan 6 yaitu 7 kg. Wah saya panik dong karena walaupun status gizinya BAIK menurut Primaku tapi bisa dilihat garis tersebut akan menurun bulan ke 7 jika tidak ada perbaikan nutrisi dan pola makan. Alhasil saya dan suami memutuskan untuk konsultasi ke Dokter Speasilis Anak, dr. Isnawaty, SpA. Beliau menyarankan untuk menambah porsi makan jika anak tidak bisa makan sesuai porsi berikan dengan frekuensi lebih sering, perbaiki kualitas asi dan disarankan menggunakan dulu MP-ASI Instan. Beliau juga memberikan suplemen vitamin merk "Zamel Drop" diberikan sehari sekali sebanyak 0,3 ml. Alhamdulillah sudah ada kenaikan berat dan tinggi badan pada bulan ke 7 yaitu 7,5 kg dan 66 cm. Tinggi badan anak juga perlu dimonitor fatih memang sedari lahir TB 47 cm jadi termasuk di garis merah, saat ini TB termasuk normal tapi harapan saya semoga bisa naik di garis hijau. Aamiin. Sedangkan LK (lingkar kepala) juga sering terlupakan untuk diukur padahal itu menunjukkan perkembangan massa otak anak. Fatih dari awal memang LK termasuk makrosefali (besar) tapi sekarang sudah ukuran normal. Gambar grafik 3 menunjukkan Fatih statusnya sudah di garis hijau semoga bisa terus konsisten yaa naakku sayang. 
       Jika anak tidak naik berat badan selama 3 bulan berturut - turut lebih baik kita berkonsultasi ke dokter spesialis anak karena dikhawatirkan ada penyakit infeksi yang diderita anak, anemia defisiensi besi dan lain sebagainya. Jadi please ibu - ibu sayang yuk mari cek KMS (Kartu Menuju Sehat) atau aplikasi Primaku supaya kita bisa melakukan tindakan pencegahan sebelum terlambat. Jika anak sudah stunting tidak bisa diperbaiki dampaknya dan tidak ada obatnya. Masa depan anak benar - benar ada pada kebijakan orangtua.  Mari bu ibu dan pak bapak yang sayang anak kita harus melek pengetahuan tentang nutrisi dan kesehatan anak. Akhir kata dari tulisan saya semoga ada manfaat yang bisa diambil yaa. Terimakasih sudah berkenan membaca. 
          

Minggu, 14 Oktober 2018

Urgensi Tambak Udang Vannamei Miliki SDM dan Laboratorium Handal

           
Foto bersama peserta PACT Batch 1 dan mentor kepala Bapak Subandriyo di PT CP Prima Surabaya (April,2015)

          Udah lama banget nggak nulis tentang dunia perikanan yaa. Judul diatas udah lama nangkring di draft tapi belum juga dieksekusi tulisannya. Berbicara tentang sumberdaya manusia dalam kegiatan budidaya udang vannamei tidak terlepas dari kecerdasan, keterampilan dan keluwesan tiap individu untuk menghadapi kehidupan yang keras di tambak. Memang pekerjaan menjadi seorang teknisi budidaya udang belum terlalu familiar di kalangan masyarakat awam begitupula profesi sebagai laboran, asisten teknisi, mekanik, anak pakan,dan lain - lain. Semua profesi tersebut saling melengkapi untuk kesuksesan kegiatan budidaya udang vannamei. Hanya saja masalah yang saat ini dihadapi dunia pertambakkan adalah melambatnya regenerasi SDM yang handal untuk keberlangsungan kegiatan budidaya udang vannamei. Utamanya untuk menjalani profesi sebagai teknisi tambak tidak cukup pengalaman 3 kali siklus panen bisa dianggap handal. Butuh ratusan siklus panen yang notabene bertahun-tahun waktu yang dibutuhkan agar menjadi teknisi yang handal.
Seperti yang pernah saya alami dulu saat bekerja di PT Central Proteina Prima di Laboratorium Training Center Paiton, Probolinggo proses perekrutan dan pengkaderan SDM untuk teknisi dan laboran dilakukan tidak hanya melalui pemberian materi tentang dunia pertambakkan selama 2 minggu tetapi juga mereka calon - calon teknsi dan laboran harus praktek di tambak minimal 2 tahun masa kontrak kerja.   Pada akhirnya mereka menjalani seleksi alam, orang yang benar-benar menjiwai profesinya dialah yang bertahan. Karena jujur saja profesi menjadi teknisi tambak tantangannya selain dari pekerjaannya yang dinamis juga harus mengorbankan waktu demi keluarga. Maklum saja ketika masa periode produksi 3 bulan  seorang teknisi tambak diwajibkan untuk tinggal dan kerja di lokasi tambak yang harus siaga 24 jam. Otomatis harus terpisah dengan keluarga atau jika beruntung diperbolehkan pemilik tambak untuk tinggal di mess bersama anak dan istri.

          Tantangan yang dihadapi oleh seorang teknisi dalam kegiatan budidaya udang vannamei antara lain cuaca, kondisi kesehatan udang vannamei, penyakit, manajemen pakan, pengelolaan kualitas air, manajemen panen, manajemen sdm dan lain sebagainya. Seorang teknisi harus siap mental ketika dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat dengan memberikan tindakan pengelolaan kualitas air agar tetap kondisinya optimal untuk budidaya. Siap berpacu dengam waktu ketika kondisi udang vannameinya terkena penyakit untuk mencari solusi terbaik. Mampu memanajerial dengan baik sumberdaya manusia yang bekerja sama untuk kesuksesan budidaya. Faktanya menjadi teknisi tambak udang vannamei  penghasilannya juga tak kalah dengan pegawai kantoran. Malah bisa dibilang penghasilan yang didapatkan jauh lebih tinggi dari pegawai kantoran. Lho kok bisa? Ya karena selain dapat gaji bulanan, teknisi mendapatkan intensif tambahan yang besarannya disesuaikan dengan hasil panen. Jadi kalo panen siklus tersebut sukses tentu pundi - pundi rupiah bisa diraup tapi jika kurang beruntung misalkan udang terserang penyakit yaa dapet sih bonus tapi tidak optimal. Hanya memang terkesan pegawai kantoran lebih moncer dengan seragam dan kantornya megah dan berAC. Sedangkan teknisi yaah boro-boro mau tampil ganteng klimis cukup kenakan baju kerja plus topi jalan berkilometer perhari untuk memantau tiap petakan tambaknya. Banyak suka duka bekerja di tambak yang menempa fisik dan mental teknisi untuk itulah profesi ini belum menjadi primadona di kalangan sarjana perikanan. Itulah yang membuat melambatnya regenerasi SDM handal di dunia pertambakkan. Sama persis dengan regenerasi petani handal yang makin sulit di era globalisasi.

           Profesi laboran juga tidak bisa dianggap sepele lho dalam dunia pertambakkan. Karena data kualitas air yang dihasilkan menjadi cerminan dari aktivitas budidaya dan dapat dijadikan panduan tindakan  dalam kegiatan budidaya. Laboran meneliti kualias air budidaya dari aspek fisik, kimia air, plankton dan bakteri. Mereka dituntut menguasai materi dan terampil dalam praktek laboratoriumnya. Tidak hanya itu mereka juga dituntut untuk memiliki integritas dalam bekerja. Laboran yang  handal menghasilkan laporan analisa kualitas air di laboratorium mendekati dengan kondisi aktual di tambak. Laboran seyogyanya tidak hanya menelan mentah - mentah dan praktek sesuai prosedur yang ada tanpa tahu ilmu yang terkandung di dalamnya. Untuk itulah harus didukung oleh mentor - mentor yang berpengalaman dan tidak pelit ilmu. Selain itu juga jangan lupa fasilitas laboratorium haruslah dipenuhi sesuai dengan SOP (standar operational procedur). Jangan harap data laboratorium bisa diandalkan kalau fasilitas terbatas dan SDM abal - abal. Eeh ...
Gedung Training Center PT. CP Prima Paiton Probolinggo th 2016 (diambil dengan efek panorama)

            Laboratorium merupakan salah satu fasilitas vital dalam kegiatan budidaya udang vannamei. Hanya saja pengadaan laboratorium yang sesuai SOP tidaklah murah. Karena di dalam laboratorium dibutuhkan berbagai peralatan seperti instrumen, glassware, alat pendukung lainnya, instalasi listrik mumpuni dan tentunya bahan untuk analisa laboratorium Setidaknya pengusaha budidaya tambak harus menyediakan + Rp 300.000.000,- agar berdiri laboratorium di area tambaknya harga tersebut belum termasuk gedung laboratoriumnya ya.  Laboratorium jangan dilihat dari mahalnya rupiah tapi nilailah dari sebuah investasi jangka panjang dan manfaat yang akan didapatkan. Yaitu mampu menghasilkan data laboratorium yang aktual guna menunjang kegiatan budidaya udang vannamei. Tentu ya harus disempurnakan dengan ketersediaan laboran yang handal. Percuma dong punya laboratorium dengan alat bahan lengkap sesuai SOP, eeh laborannya hanya bisa cek salinitas aja. Haha. Mubazir yaa. Sebenarnya bisa saja pengecekan kualitas air menggunakan test kit, tetapi jika dihitung harga beli test kit dengan penggunaannya yang terbatas malah lebih boros. Selain nominal rupiah yang cukup lumayan pengusaha tambak biasanya maju mundur syantik (baca : enggan) kalau disarankan membangun laboratorium mandiri. Lebih memilih cek pakai test kit, atau dicek melalui laboratorium komersil yang berbayarnya juga tidak murah untuk tiap parameter dan jumlah sample. Bandingkan jika punya laboratorium mandiri data lengkap tiap petakan bisa didapatkan secara rutin tiap minggu, berat ongkos di awal namun hemat dan manfaatnya jauh lebih besar. Solusinya bisa membangun laboratorium mandiri yang didirikan dari urunan beberapa pengusaha/pemilik tambak. Jadi tinggal bagi waktu pengecekan sample air dari masing - masing tambak. Biaya bisa lebih murah tanpa harus kehilangan data kualitas air. 

              Urgensi tersedianya SDM dan laboratorium handal untuk dunia budidaya tambak udang vannamei tidak main - main, jika Indonesia mengandalkan komiditi udang vannamei untuk produk ekspor perikanan. Perusahaan swasta seperti PT Central Proteina Prima rela menggelontorkan dana untuk menciptakan generasi teknisi dan laboran yang handal melalui training profesi teknisi yang diberi nama Profesional Aquaculture Technician Training (PACT).  Selain itu juga menyediakan dana untuk mendirikan laboratorium yang sesuai standar dan mengadakan pelatihan berkala untuk para laborannya. Karena mereka menyadari roda bisnis perusahaannya tergantung akan baik buruknya SDM yang dimiliki. Jika tidak ada regenerasi SDM bisa-bisa usaha budidaya  tambak terhenti.Tentu akan mengancam produksi nasional udang vannamei dan Indonesia kehilangan salahsatu sumber devisanya. Semoga tidak hanya pihak swasta yang sibuk melahirkan SDM perikanan yang handal tetapi harapannya Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan serta BUMN menjadi ikut terpacu untuk bersama - sama meningkatkan kualitas SDM yang bergerak di bidang perikanan. Aamiin ya rabb.


Selasa, 18 September 2018

Perdebatan Kusir Kaum Ibu Milenial

        Sejak semakin mudahnya kita mengakses media sosial ternyata makin membuat perdebatan kusir kaum ibu milenial di dunia maya dan dunia nyata makin tak terbendung, berikut contohnya. 

1.Persalinan normal vs Persalinan Caesar 
2. Menyusui ASI VS menyusui dengan Susu formula 
3. Vaksin VS Anti vaksin 
4. Full time mom VS Working mom
5. MP-ASI home made VS MP-ASI instan 
6. Badan anak gemuk VS badan anak kurus 
7. Cukup punya anak satu VS punya anak lebih dari satu 
8. Kok Belum hamil VS Lah kok Hamil (lagi)
9. Menikah VS belum/tidak menikah 
Dan masih banyak lagi 

       Untuk semua perempuan terkhususnya kaum ibu tolong berhentilah saling mendebatkan, menghujat dan menilai bahwa satu dan yang lainnya tidak baik. Semua perempuan dan apalagi sudah menjadi ibu pasti melakukan yang terbaik untuk diri, keluarga terutama anaknya. Jadi mari kita saling menghargai tiap keputusan individu. Kan kita tidak tahu bagaimana pergulatan hati dan perjuangannya dalam tiap keputusannya. Fokuslah pada kehidupan masing-masing. Boleh mengingatkan tanpa mengintervensi pendapat bahkan perasaan. Pernahkah kita sedikit memikirkan bagaimana perasaan seseorang bila dinilai A,B dan bla bla blaa blaaa, coba kalau itu berbalik kepada anda. Berempatilah. Bukan mendebatkan dan menghujat bahwa ini yang menurutmu terbaik untuknya. Sekian tulisan pendeknya semoga bisa menjadi bahan perenungan dan pengingat terutama untu diri saya. 


NB : Nanti saya coba bahas satu persatu di tulisan selanjutnya

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...