Rabu, 02 Oktober 2019

Udang Vannamei Terserang WFS

Kegiatan budidaya ikan diharapkan menjamin ketersediaan sumber protein hewani asal ikan, tetapi juga meningkatan ksejahteraan pembudidaya. Kendala dalam kegiatan budidaya ikan adalah penyakit yang dapat menurunkan produksi, kerugian dan kegagalan usaha budidaya. Pengelolaan kesehatan ikan adalah merencanakan, membangun dan mengoperasikan system yang bertujuan untuk mencegah kasus penyakit. Untuk itu diperlukan empat upaya dalam menanggulangi penyakit yakni 1) Penyediaan kualitas lingkungan budidaya yang optimal, 2)penyediaan induk yang bebas dari penyakit , 3) Pengelolaan pakan dan 4) pengelolaan kesehatan. Ikan terserang penyakit sebagai akibat dari interaksi antara inang/ikan, pathogen yang virulen, dan kualitas lingkungan yang memburuk. Penyakit pada ikan dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu penyakit infeksius dan non infeksius. Pertama, penyakit infeksius disebabkan oleh organisme pathogen yang ada dalam lingkungan atau terbawa oleh media pembawa lain yaitu penyakit parasitic, mikotik, bacterial dan viral. Kedua, penyakit non-infeksius biasanya disebabkan oleh masalah lingkungan, difesiensi nutrisi atau abnormalitas genetis.

Salah satu penyakit yang melanda udang vanname adalah white feces syndrome (WFS) disebabkan oleh bakteri vibrio spp, microsporidia dan parasite gregarine pada organ pencernaan (lambung, hepatopankreas dan usus). Faktor pemicu udang vanname terserang WFS antaralain warna air cenderung hijau tua, kecerahan cenderung pekat (transparansi sekitar 20 cm), alkalinitas tinggi (> 200 mg/l), pH air > 8, TVC (total vibrio count) dalam air >102 cfu/ml, bahan organic tinggi (>100) dan TAN (total ammonia nitrogen) tinggi. Menurut Jayadi et al., (2016) udang vannamei yang terserang WFS mengalami penurunan nafsu makan, pertumbuhan udang menjadi tidak normal, adanya kotoran berwarna putih yang mengambang di permukaan perairan, usus udang berwarna putih dan terlihat kosong karena kurang makan. Penyakit WFS pada  udang vanname menyebabkan penurunan kemampuan daya cerna terhadap pakan dan diikuti penurunan kemampuan serapan nutrisi (konversi pakan).


Tanda udang terserang WFS (Gambar : aquacultureresearch2018.wordpress.com)

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi penyakit WFS dengan mengurangi tingkat kepadatan produksi. Hal ini menyebabkan penurunan kandungan bahan organic di perairan sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri Vibrio spp. Selain itu penggunaan probiotik yang mengandung Bacillus subtilis untuk menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio spp. Serta penggunaan bawang putih yang diaplikasikan ke pakan (Limsuwan, 2014).Penyebab dari WFS adalah manajemen kualitas air yang buruk yang menyebabkan oksigen terlarut dan allkanitas yang rendah serta manajemen pakan yang buruk menyebabkan polusi perairan. Kualitas air dan manajemen pakan yang buruk mengakibatkan timbulnya bakteri Vibrio spp. yang menyebabkan penyakit WFS (Mastan, 2015)





Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...