Kamis, 15 September 2022

Menjadi Ibu

 Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tidak hanya berperan sebagai ibu tapi juga “berkarir” di ranah publik. Berbeda dengan perempuan generasi zaman nenek dan ibu saya yang dibesarkan untuk berperan penuh menjadi ibu.  Berbeda cerita dengan saya, dulu orangtua saya tidak masalah tidak banyak membantu pekerjaan di ranah domestik yang terpenting saya fokus belajar di sekolah. Karena harapan mereka, saya bisa hidup mandiri di masa depan. Yang mana artinya dunia juga sedang membentuk perempuan untuk bekerja di ranah publik. Saya tidak sedang menyalahkan kedua orang tua saya. Karena bagaimanapun mereka tetap orang tua yang melahirkan dan membesarkan saya. Kini estafet generasi berpindah di tangan saya, yang kendali penuh generasi berikutnya ada di tangan kami. 

 

Hal ini memang sedikit banyak berimbas pada awal berumah tangga utamanya di ranah domestik. Namun Alhamdulillah perlahan saya pun bisa mengatasi hal tersebut. Berusaha menyeimbangkan semua dengan sebaik – baiknya. Saya pun memahami bahwa esensi kita hidup di dunia. Bukan hanya untuk hari ini tapi sesungguhnya kita sedang mempersiapkan “rumah masa depan”. Yuk kita niatkan semua aktivitas untuk beribadah kepada Allah SWT “Lillahi ta’ala”. Insya Allah lelah kita dalam berjuang di dunia seperti mendidik anak, taat kepada suami, beribadah, letih bekerja dimanapun karirmu dan lain sebagainya semoga tercatat sebagai ibadah kepada Allah SWT. 

 

Menjadi ibu bukan untuk berlomba harus menjadi ibu yang sempurna seperti yang disodorkan di sosial media. Tidak pula harus dilengkapi fasilitas yang “wah”. Menjadi seorang ibu yang bahagia itulah yang harus diupayakan. Karena ibu yang bahagia akan mampu mendidik anak-anaknya dengan hati penuh kasih dan sayang. Saya menyadari peran seorang ibu yang berkarir di ranah publik tidak semata bisa dipandang “sukses” di mata orang lain karena sejatinya perempuan berkarir pun memliki banyak kerisauannya sendiri. Apakah suamiku ridho? Apakah anakku sudah tercukupi kebutuhan jiwanya? Bagaimana kelak di masa depan? Atau bagaimanakah kelak ketika kita sudah meninggalkan dunia fana ini sudah adakah bekal dibawa?  dan masih banyak lagi. Kerisauan itu semoga bisa dihapus dengan doa – doa yang saya lantunkan. 

 

Akhir kata, 

Semoga ada hikmah yang bisa dipetik dari tulisan saya ini. Jika ada yang kurang berkenan semuanya berasal dari saya dan jika ada kebaikan yang bisa diambil semua berasal dari Allah SWT. 



Selasa, 08 September 2020

Melatih Anak Toilet Training


Muhammad Sulthan Alfatih 

Alhamdulillah, sebagai orangtua kita memiliki kewajiban untuk banyak belajar. Belajar bisa dari media apa saja, dari pengalaman orang lain, internet, buku, dan masih banyak lagi. Fatih menginjak usia 2 tahun pada bulan Maret 2020 , jadi PR selanjutnya adalah toilet training. Apa sih toilet training? Kegiatan melatih anak untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di kamar mandi secara mandiri. Kenapa kita harus melatih anak toilet training? Ya karena itu salah satu indikator kemandirian anak. Kita sebagai orangtua wajib untuk mengajarkannya. Selain itu, manfaat yang dirasakan dari toilet training adalah hemat pengeluaran untuk membeli popok. Popok selama ini menjadi zona nyaman si kecil dan orang tua, anak terbiasa dengan mudah BAK dan BAB di popok dan orangtua tinggal membasuh dan menggantinya dengan popok baru. Sebenarnya yang paling dikhawatirkan dari penggunaan popok adalah limbah. Limbah popok selama ini tidak pernah diolah dengan baik, cukup dibuang di tempat sampah dan selesai. Padahal popok menyumbang sampah terbayak kedua di laut yakni 21% menurut riset Bank Dunia pada 2017 (Laporan Mongabay)

Kembali ke melatih toilet training Fatih. Mamaku sudah menyarankan untuk melatih “tatur” bahasa jawa toilet training semenjak Fatih umur 1 tahun, tapi saat itu aku masih mager (belum ada keinginan). Hehehe. Jadi sewaktu Fatih berumur 2 tahun, sudah mulai aku niatkan untuk melatih toilet training. 

 

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), tanda anak bisa mulai dilatih toilet training

  1. Ia mampu menirukan Anda dan menunjukkan rasa tertarik untuk belajar, misalnya mengikuti Anda ke kamar mandi.
  2. Ia mampu mengembalikan benda-benda ke tempatnya, baik diminta ataupun tidak.
  3. Ia mampu menunjukkan tanda kemandirian dengan berkata tidak.
  4. Ia sudah mampu berjalan dan duduk dengan baik.
  5. Ia mampu menyampaikan rasa ingin buang air (kecil atau besar).

Pada awal melatih faith toilet training adalah memberikan penjelasan secara sederhana tentang toilet training. Fatih sudah besar dan pintar sekarang waktunya pipis dan p*p di kamar mandi ya tidak usah lagi pakai popok. Kalau fatih mau pipis dan p*p bilang yaa seperti pipis maa… nanti mama antar ke kamar mandi.Inilah sepotong percakapanku dengan fatih. 

 

Jadi keremponganpun dimulai. Wkwkwk. 

Tak semudah dalam bayangan fergusoo melatih anak usia 2 tahun toilet training. Inti dari toilet training sebenarnya menutur pendapat pribadiku adalah kesiapan ibunya baik mental dan fisik. Siap tidak menjalani TT, karena kita sendiri yang membersihkan lantai yang kotor, mencuci baju dan celananya, bolak – balik kamar mandi. Kebetulan waktu itu saya sedang WFH (work from home) jadi bisa melatih TT fatih. 3 hari pertama sangatlah berat karena yaa harus siap mengepel, ganti bajunya sehari bisa 5x dan mengantar bolak balik ke kamar mandi. Ujian kesabaran bagi sang Ibu. Saran saya pelajari ritme anak untuk BAK dan BAB. Misalkan tiap rentang 1 – 2 jam untuk menawarkan ke kamar mandi. Kalau BAB masih frekuensi sehari 1x.  Seminggu TT sepertinya belum ada kemajuan, fatih masih banyak mengompolnya. Ohya saya kebetulan langsung TT pagi dan malam hari. Jadi memang full lepas popok hanya memakaikan celana dalam dan celana mainnya. Untuk TT malam , Kasur saya alasi perlak. Sebelum tidur, rutinitas sikat  gigi, membersihkan tangan dan kaki serta BAK. Saat tidur malam, tanda fatih mau BAK yakni gelisah tidurnya jadi saya bangun untuk mengantarkan ke kamar mandi dengan posisi fatih masih setengah sadar. Hehe. Setelah selesai bisa bobo lagi dengan nyenyak. Setelah 2 minggu TT, Alhamdulillah fatih sudah ada kemajuan TT dengan mulai bilang mau pipis otomatis langsung aku ajak ke kamar mandi. Akhirnya benar – benar lulus TT setelah 1 bulan dilatih. 


Buku BELAJAR ADAB TOILET

Jangan lupa sampaikan apresiasi kita ketika anak berhasil TT di kamar mandi, kalau masih belum berikan dukungan. Sebisa mungkin kita jangan terbawa emosi dengan memarahi anak ketika sembarangan BAK dan BAB. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan trauma untuk anak seperti menahan pipis. Bahaya lho anak menahan pipis karena nanti bisa terkena ISK (infeksi saluran kencing). Sewaktu melatih fatih toilet training membacakan buku tentang BELAJAR ADAB TOILET tulisan Kak Fufu dan Kak Canun by Sakeena. Buku ini menjelaskan secara detil tahapan toilet training dilengkapi dengan animasi yang menarik dan bahasa yang mudah dipahami. Ada juga poster untuk menempel stiker ketika anak bisa melalui tahapan toilet training. 

Anak dianggap sudah lulus tahapan toilet training dengan menyampaikan maksud buang air, melepas pakaian atau celana, buang air di toilet, membersihkan bagian tubuh sekitar tempat buang air, mengenakan pakaian kembali, menyiram toilet dan mencuci tangan. ntinya kita harus melapangkan sabar ketika melatih anak - anak toilet training. Intinya kita harus melapangkan sabar ketika melatih anak - anak toilet training. Selain itu,sebisa mungkin kita juga sepakat  dan mendapat dukungan dari orang terdekat anak di rumah seperti dari suami, kakek dan neneknya.  Karena akan lebih mudah melatih anak toilet training ketika ada persamaan persepsi. Jangan sampai kita ibunya melatih tidak pakai popok,nenekny masih keberatan anak lepas popok. Jadi bicarakan baik - baik dengan keluarga di rumah.

Demikian sharing tentang melatih anak tentang toilet training. Semangat moms !

 

Rabu, 02 Oktober 2019

Udang Vannamei Terserang WFS

Kegiatan budidaya ikan diharapkan menjamin ketersediaan sumber protein hewani asal ikan, tetapi juga meningkatan ksejahteraan pembudidaya. Kendala dalam kegiatan budidaya ikan adalah penyakit yang dapat menurunkan produksi, kerugian dan kegagalan usaha budidaya. Pengelolaan kesehatan ikan adalah merencanakan, membangun dan mengoperasikan system yang bertujuan untuk mencegah kasus penyakit. Untuk itu diperlukan empat upaya dalam menanggulangi penyakit yakni 1) Penyediaan kualitas lingkungan budidaya yang optimal, 2)penyediaan induk yang bebas dari penyakit , 3) Pengelolaan pakan dan 4) pengelolaan kesehatan. Ikan terserang penyakit sebagai akibat dari interaksi antara inang/ikan, pathogen yang virulen, dan kualitas lingkungan yang memburuk. Penyakit pada ikan dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu penyakit infeksius dan non infeksius. Pertama, penyakit infeksius disebabkan oleh organisme pathogen yang ada dalam lingkungan atau terbawa oleh media pembawa lain yaitu penyakit parasitic, mikotik, bacterial dan viral. Kedua, penyakit non-infeksius biasanya disebabkan oleh masalah lingkungan, difesiensi nutrisi atau abnormalitas genetis.

Salah satu penyakit yang melanda udang vanname adalah white feces syndrome (WFS) disebabkan oleh bakteri vibrio spp, microsporidia dan parasite gregarine pada organ pencernaan (lambung, hepatopankreas dan usus). Faktor pemicu udang vanname terserang WFS antaralain warna air cenderung hijau tua, kecerahan cenderung pekat (transparansi sekitar 20 cm), alkalinitas tinggi (> 200 mg/l), pH air > 8, TVC (total vibrio count) dalam air >102 cfu/ml, bahan organic tinggi (>100) dan TAN (total ammonia nitrogen) tinggi. Menurut Jayadi et al., (2016) udang vannamei yang terserang WFS mengalami penurunan nafsu makan, pertumbuhan udang menjadi tidak normal, adanya kotoran berwarna putih yang mengambang di permukaan perairan, usus udang berwarna putih dan terlihat kosong karena kurang makan. Penyakit WFS pada  udang vanname menyebabkan penurunan kemampuan daya cerna terhadap pakan dan diikuti penurunan kemampuan serapan nutrisi (konversi pakan).


Tanda udang terserang WFS (Gambar : aquacultureresearch2018.wordpress.com)

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi penyakit WFS dengan mengurangi tingkat kepadatan produksi. Hal ini menyebabkan penurunan kandungan bahan organic di perairan sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri Vibrio spp. Selain itu penggunaan probiotik yang mengandung Bacillus subtilis untuk menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio spp. Serta penggunaan bawang putih yang diaplikasikan ke pakan (Limsuwan, 2014).Penyebab dari WFS adalah manajemen kualitas air yang buruk yang menyebabkan oksigen terlarut dan allkanitas yang rendah serta manajemen pakan yang buruk menyebabkan polusi perairan. Kualitas air dan manajemen pakan yang buruk mengakibatkan timbulnya bakteri Vibrio spp. yang menyebabkan penyakit WFS (Mastan, 2015)





Senin, 23 September 2019

Mengenal Metode Montessori

Tren Montessori belakangan ini berkembang pesat dalam pola mendidik anak khususnya anak usia dini. Di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya penerapan montessori di tingkat PAUD dan daycare hingga tingkat sekolah makin masif. Tentu hal ini sebuah perkembangan positif dalam dunia pendidikan karena untuk mengoptimalkan tumbuh kembang dan daya pikir anak, metode montessori bisa dijadikan role mode. Metode montessori merupakan suatu pendidikan yang diciptakan dan didasarkan pada teori perkembangan anak yang diciptakan oleh Dr. Maria Montessori.   Metode montessori tercipta sebagai dari akibat keprihatinan Dr. Maria Montessori terhadap anak - anak berkebutuhan khusus yang sangat membutuhkan stimulasi sensorik dan keterampilan motorik. Melalui metode Montessori, anak-anak berkebutuhan khusus belajar dengan menggunakan alat-alat sederhana yang dapat secara langsung digenggam dan diamati bentuk fisiknya oleh mereka. Setelah melakukan pengamatan berkala pada anak-anak tersebut, Maria Montessori menemukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pada perkembangan anak-anak yang diajarkannya dalam berbagai aspek tumbuh kembang (Danner dan Fowler, 2015).

Metode Montessori memiliki tujuan utama yaitu memberikan pengalaman yang menyenangkan pada anak dalam proses belajar dengan kebebasan anak untuk memilih apa yang disukainya. Selain itu, metode ini juga berusaha untuk menyiapkan anak-anak yang tangguh dan siap menghadapi keadaan di masa depannya (Wolf, 1995). Pada akhirnya metode montessori tidak hanya digunakan untuk mendidik anak - anak berkebutuhan khusus tetapi juga untuk anak - anak normal. Maria Montessori kemudian menemukan sebuah pencerahan. Ternyata anak-anak yang ditempatkan di lingkungan yang didesain sedemikian rupa, mampu mengembangkan dirinya sendiri secara lebih signifikan. 

Awal dulu saya mengenal metode montessori dari web indonesiamontessori.com yang dirintis ole Elvina Lim Kusumo. Alasan saya tertarik mengenalkan montessori untuk bermain dan belajar bersama Fatih karena montessori akan memberikan dampak yang baik untuk kemampuan berpikir dan psikologis untuk masa depannya. Elvina Lim Kusumo juga sudah menerbitkan buku Montessori berjudul "Montessori di Rumah 55 kegiatan pratical life", "Montessori di Rumah 55 kegiatan matematika", dan "Montessori di Rumah buku aktivitas kegiatan matematika".Menurut Elvina, lima tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang bagus untuk mendapat stimulasi.masa awal kelahiran pada anak 5 tahun merupakan masa keemasan dimana masa tersebut sangat bagus untuk orang tua pakai menstimulasi anak-anaknya.

Metode Montessori membebaskan anak - anak memilih kegiatan yang disukainya, sedangkan guru atau orangtua hanya sebagai fasilitator yang dipercaya akan mengembangkan bakat alami anak tanpa paksaan dari guru atua orang tua. Maria montessori meyakini anak memiliki absorbent mind (otak anak bekerja seperti spons), Anak menyerap informasi dengan mudah dari lingkungannya. Kita sebagai orangtua juga harus peka dalam mengamati tiap fase sensitif (sensitif period) anak. Apa sih yang dimaksud sensitif period yakni suatu tahap perkembangan ketika anak dapat dengan mudah menerima dan mempelajari kemampuan tertentu. Jadi kita orang tua tidak bisa memaksakan anak untuk dapat membaca, menulis ataupun menguasai kemampuan lainnya ketika anak belum berada pada fase sensitif. 
Kurikulum Montessori untuk Fatih


Saya bersyukur bergabung di KBC (Komunitas Bunda Cerdas) bisa mengikuti kulwap  Online Montessori dengan dr. Pinansia Finska Poetri (montessori educator). Materi montessori dipaparkan dengan detail dan peserta kulwap diberikan kesempatan bertanya. Selain itu peserta kulwap diwajibkan membuat kurikulum montessori untuk diterapkan pada anak. Menurut penjelasan dr. Pinan, Practical life, sensorial, Bahasa, matematika, dan budaya adalah lima aspek yang diajakan pada metode montessori melalui pendekatan material. Secara garis besar dalam montessori terdapat 2 fase dari seorang anak yakni unconscious mind (0-3 tahun) dan conscious mind (3 tahun ke atas). Pada saat anak dalam fase unconscious ibarat otak sering anak seperti spons apa yang dia dapatkan dari lingkungan, itulah yang dia dapat. Semakin banyak stimulasi yang kita berikan kepada anak makan akan semakin cerdas otaknya. Sedangkan fase conscious mind, anak mulai sudah tahu apa kemauannya, minatnya dan kita tinggal memfasilitasinya saja. 

Fatih yang sedang berusia 18 bulan masuk pada unconscious mind bisa diberikan kegiatan montessori basic/dasar superti menyendok, menuang, menjepit dan memeras. Prinsip dasarnya dari sederhana ke kompleks. Kenapa menyendok, menuang dan menjepit penting diajarkan? Karena kita akan melatih 3 jari anak yang dominan akan dipakai untuk menulis (jempol, telunjuk dan jari tengah). Makin sering melakukan kegiatan tersebut, makin kuat ototnya, dan pada akhirnya makin gampang dia akan belajar menulis. 

Hasil yang didapatkan anak yang dididik dengan metode Montessori
1. Mereka jadi anak disiplin dan mematuhi aturan.
2. Mereka jadi anak yang percaya diri dan tahu apa yang mereka minati dari kecil.
3. Mereka jadi orang yang menghargai proses dan jika gagal mereka akan cepat bangkit dan mulai dari awal.
4. Mereka jadi mencintai sekitarnya, sayang binatang, sayang lingkungan. Karena kita sudah tanamkan dari kecil konsep culture.

Pada intinya, sebelum kita orangtua mengajarkan metode montessori, kita harus jadi montessorian terlebih dulu. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan disiplin dalam menerapkan metode montessori. Lebih lanjut kita tidak bisa langsung mendapatkan hasil yang kita inginkan, turunkan ekspektasi biarkan anak belajar sesuai dengan keinginan. Kita hanya memfasilitasinya saja. Berusahalah mengupayakan pendidikan beriringan dengan mengajarkan akhlak yang terbaik untuk anak, jangan sampai kita hanya bisa menyesal dikemudian hari. Tetap semangat, lakukan yang terbaik sesuai kemampuan kita. Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan lindunganNya untuk keluarga kita. Aamiin. 


Rabu, 03 Juli 2019

Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba

Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Visi dan Misi Dinas perikanan

Visi
Dinas perikanan sebagai lembaga teknis Daerah dibidang Kelautan dan Perikanan dalam melaksanakan kegiatan berdasarkan Visi Dinas Perikanan Yaitu ” Optimalisasi Potensi Perikanan yang Dilandasi Pada Kemandirian & Daya Saing untuk Mewujudkan Bulukumba yang Sejahtera dan
Terdepan

Visi tersebut merupakan gabungan penjabaran dari Visi Pemerintah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas perikanan Provinsi Sulawesi Selatan serta Visi Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Adapun penjelasan visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Kemandirian dan Daya Saing
Kemandirian merupakan perwujudan optimalisasi potensi lokal tanpa melibatkan pihak lain dalam mengekspolitasi sumber daya dan menjadikan sumberdaya tersebut sebagai keunggulan komparatif
sehingga meningkatkan daya saing.
2. Bulukumba sejahtera dan terdepan
Sejahtera dan terdepan merupakan upaya untuk menjadi Kabupaten Bulukumba untuk meningkatkan income masyarakat dan menjadikan Bulukumba sebagai daerah yang lebih maju dibanding dengan daerah lainnya.

Misi
Untuk mencapai Visi tersebut diatas, maka dirumuskan Misi sebagai berikut :
1. Mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui percepatan usaha perikanan yang berdaya saing dan berbasis kerakyatan dengan menjaga keseimbangan sumber daya alam dan lingkungan
2. Menciptakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada berbagai sektor perikanan.
3. Mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan
4. Menciptakan sumber daya manusia bidang perikanan yang berjiwa Entrepreneur dan kompetitif
5. Pengembangan kerjasama antar daerah untuk menciptakan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan terbangunnya sinergitas antar daerah di bidang perikanan
6. Pelestarian sumber daya pesisir dan perikanan
7. Membangun pusat kemaritiman selatan selatan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Program Prioritas
Guna mewujudkan visi, dan menjalankan misi pembangunan daerah
Kabupaten Bulukumba 2016 – 2021 tersebut dilakukan melalui agenda prioritas
pokok pembangunan di bidang ekonomi pembangunan sebagai berikut :
a. Program Bidang Perikanan
1. Program Pengembangan Budidaya Perikanan
2. Program Pengembangan Perikanan Tangkap
3. Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar
4. Program Pengembangan Usaha dan Kelembagaan

Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas perikanan
Tujuan dan sasaran jangka menengah Dinas perikanan disajikan pada
tabel berikut ini :
a.Tujuan
1. Meningkatkan produksi dan produktifitas perikanan dan kelautan
2. Meningkatkan kualitas masyarakat perikanan untuk pengembangan usaha perikanan yang memenuhi standar keamanan pangan
3. Meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara optimal dan berkelanjutan.
4. Meningkatkan kelembagaan di tingkat nelayan/pembudidaya ikan.
5. Meningkatkan peluang investasi
b. Sasaran
1. Meningkatnya produksi perikanan
2. Meningkatnya pembinaan dan pendampingan masyarakat perikanan dalam mengembangkan usaha perikanan yang memenuhi standar keamanan pangan .
3. Meningkatnya pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan secara optimal dan berkelanjutan.
4. Meningkatnya pembinaan kelembagaan masyarakat perikanan
5. Meningkatnya peluang investasi

Secara umum bentuk pelayanan yang menjadi tugas dan fungsi Dinas Perikanan Kab. Bulukumba sebagai berikut :
a. Pengembangan dan pelayanan perikanan tangkap
b. Pengembangan dan pelayanan perikanan budidaya
c. Penataan kawasan wilayah pesisir dan laut serta pulau-pulau kecil .
d. Pengembangan pengolahan hasil perikanan dalam rangka memberi nilai
tambah (Value Added) dan diversifikasi produk.
e. Pelayanan perizinan perikanan.

Beberapa permasalahan pokok yang dapat menghambat pelayanan pembangunan kelautan dan perikanan adalah sebagai berikut :
- Banyaknya kendala teknis dalam budidaya udang dan rumput laut.
- Penolakan komoditas udang oleh Uni Eropa akibat penggunaan antibiotik.
- Banyaknya negara pesaing yang juga merupakan penghasil udang dan rumput laut.
- Kecenderungan rusaknya wilayah pesisir seperti ekosistem mangrove dan karang. (destructive fishing dan alih fungsi lahan).
- Kurangnya pengetahuan teknis budidaya bagi para pembudidaya.
- Kurangnya penerapan teknik budidaya yg sesuai dg standar budidaya oleh masyarakat.
- Terjadinya fluktuasi harga produk-produk perikanan.
- Usaha dibidang kelautan dan perikanan belum Bankable sehingga pihak perbankan sulit untuk menyalurkan kredit.
- Lemahnya kelembagaan nelayan,pembudidaya dan pelaku usaha perikanan lainnya.
- Keamanan pangan produk hasil pengolahan ikan yang belum memenuhi persyaratan mutu
- Nelayan masih tergolong miskin
- Kurangnya sarana pengawasan (Kapal Pengawas hanya 1 unit) dan dicabutnya kewenangan Kabupaten terhadap pengelolaan laut.
- Kurangnya tenaga penyuluh dan adanya penyuluh yang bukan merupakan background pendidikan perikanan.
- Produk perikanan umumnya masih dijual mentah (tanpa pengolahan) sehingga masyarakat tidak bisa memperoleh nilai tambah dari produksi mereka.
- Alokasi anggaran belum memadai

Kinerja Pelayanan Dinas perikanan
Sesuai dengan Peraturan Bupati Kabupaten Bulukumba Nomor 86 Tahun 2016 tentang Organisasi dan tata Kerja Daerah, maka Dinas perikanan Kabupaten Bulukumba yang merupakan Organisasi Perangkat Daerah berfungsi mendukung penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang Kelautan
dan Perikanan melalui:
a. Pembinaan umum dibidang perikanan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Pembinaan teknis dibidang tehnologi perikanan dalam batas kewenangan kabupaten;
c. Penyelenggaraan pemberian ijin rekomendasi dan pembinaan usaha sesuai dengan tugasnya dalam batas kewenangan kabupaten;
d. Penyelenggaraan pembinaan, penyuluhan dan bimbingan usaha perikanan;
e. Pengkajian, penerapan teknologi anjuran ditingkat usaha tani;
f. Pembinaan pengelolaan unit pelaksana teknis Dinas perikanan;

Dalam penyelenggaraannya, Dinas perikanan Kabupaten Bulukumba mempunyai 2 indikator kinerja sasaran yakni :
1. Produksi perikanan dan kelautan yang terdiri dari :
a. Hasil budidaya perikanan.
b. Hasil perikanan tangkapan.
c. Hasil perbenihan dari Balai Benih Ikan (BBI).
d. Hasil Pengolahan hasil perikanan
2. Cakupan Pembinaan Kelompok

Adapun capaian kinerja tahun 2011 – 2015 pada Dinas perikanan Kabupaten Bulukumba berdasarkan Renstra tahun 2011-2015 disajikan pada Tabel 2.1 berikut:
Penyelenggaraan urusan Kelautan dan Perikanan ini mengemban sasaran meningkatnya produksi perikanan dan kelautan. Hasil penilaian dan analisa capaian terhadap masing-masing indikator kinerja sasaran tersebut di atas pada tahun 2015 – 2016 adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan Produksi Perikanan
Indikator ini menggambarkan total hasil produksi perikanan dan kelautan tahun 2011 - 2015. Pengukuran kinerjanya didasarkan pada peningkatan total hasil produksi perikanan dan kelautan tahun yang bersangkutan. Perkembangan hasil produksi perikanan tahun 2011 sampai dengan
tahun 2015 dapat dilihat pada tabel berikut :


Hasil produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan. Hal ini merupakan pengaruh dari penambahan armada penangkapan baik yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat mapun yang merupakan bantuan dari Dinas perikanan selain itu peningkatan produksi ini  ditunjang oleh perbaikan sumberdaya kelautan dan perikanan karena 5 (lima) tahun terakhir pihak DKP Kab. Bulukumba melakukan pengawasan sumber daya laut secara intensif.

Sedangkan hasil produksi budidaya ikan juga mengalami peningkatan yang cukup berarti. Peningkatan produksi budidaya ikan terjadi karena adanya upaya mengembangkan usaha perikanan air laut, air tawar dan air payau di beberapa wilayah yang potensial, baik melalui ekstensifikasi, intensifikasi usaha maupun diversifikasi komoditi.
Peningkatan produksi yang signifikan terjadi pada budidaya Rumput Laut karena usaha budidaya ini sangat mudah dilakukan oleh masyarakat dan tidak membutuhkan modal yang tinggi. Disamping itu juga adanya upaya :
- penyediaan benih ikan yang berkualitas
- peningkatan penerapan teknologi tepat guna ;
- perbaikan daya dukung lingkungan tambak dengan probiotik dan pupuk organik ;
- penyediaan prasarana perikanan budidaya di kawasan budidaya (normalisasi saluran tambak, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan produksi) ;

Disamping indikator diatas, terdapat indikator lain yaitu tingkat cakupan pembinaan kelompok yang dilakukan oleh dinas perikanan. Berdasarkan target awal RPJMD Tahun 2011-2015 jumlah kelompok yang diharapkan mendapat pembinaan sebanyak 45 Kelompok Usaha, namun ternyata selama 5 (lima) tahun anggaran tersebut jumlah kelompok yang berhasil dibina jauh melampaui target kinerja dimaksud, dimana pada Tahun 2015 jumlah kelompok yang telah dilakukan pembinaan sebesar 325 Kelompok usaha. Angka ini menunjukkan bahwa capaian target selama 5 (lima) tahun tersebut mencapai 722 %. Pencapaian target yang terlampaui ini diakibatkan karena adanya kecenderungan peningkatan anggaran dari tahun ke tahun.

Sumber : Renstra 2016 - 2021 Dinas Perikanan Kab. Bulukumba

Selasa, 02 Juli 2019

Budidaya Perikanan Sistem Polikultur

Budidaya perikanan sistem polikultur merupakan kegiatan membudidayakan dua atau lebih organisme dalam satu lahan budidaya yang sama. Tujuan polikultur yakni meningkatkan produksi dan memperoleh keuntungan dari dua atau lebih organisme yang dibudidayakan serta meningkatkan efektiktivitas dalam penggunaan lahan budidaya. Lahan budidaya yang dapat dimanfaatkan untuk sistem polikultur adalah tambak. Budidaya tambak selama ini hanya menggunakan sistem monokultur (satu organisme yang dibudidayakan) padahal budidaya polikultur mampu meningkatkan produktivitas budidaya.
Ikan bandeng, udang windu dan rumput laut merupakan komoditas perikanan yang bisa dibudidayakan dalam sistem polikultur.

Polikultur ikan bandeng, udang Windu, dan rumput laut mampu meningkatkan pertumbuhan dan memperbaiki lingkungan budidaya yang ramah lingkungan.

Kenapa demikian?

Dalam kegiatan budidaya udang menghasilkan limbah nitrogen (N) dan fosfor (P) dari sisa pakan, feses dan hasil aktivitas metabolisme. Keberadaan rumput laut seperti jenis Gracillaria sp. bisa mengakumulasi dan menyimpan bahan organisme seperti nitrogen di dalam sel-sel thalus. Limbah bahan organik yang tersimpan pada sel rumput laut akan terdegradasi melalui fotosintesis sinar matahari yang diasimilasi sehingga berbentuk energi dan sel sebagai pertumbuhan rumput laut. Keberadaan rumput laut dalam budidaya polikultur mampu mempertahankan kualitas air budidaya.
Selain itu rumput laut menyumbang pasokan oksigen dan menyerap kelebihan nutrisi dan cemaran yang bersifat toksik di perairan.
Ikan bandeng merupakan hewan akuatik pemakan pakan alami seperti plankton, lumut dan klekap sehingga mampu mengendalikan kelimpahan dua organisme tersebut.
Kotoran bandeng sebagai pupuk dan aktivitas bandeng dapat membantu mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara yang langsung dapat diserap rumput laut untuk memacu pertumbuhannya.
Dengan demikian, harapannya melalui budidaya perikanan sistem polikultur dapat meningkatkan nilai tambah pada usada budidaya, diversifikasi komoditas budidaya dan mengurangi faktor kegagalan usaha.


Rabu, 30 Januari 2019

Pengalaman Lulus CPNS 2018 (Part Pengurusan Berkas)

Setelah lulus tes CPNS 2018 tahapan selanjutnya adalah proses pemberkasan. Tiap CPNS wajib memenuhi kelengkapan dokumen sesuai dengan syarat yang diajukan tiap instansinya. Karena tentu saja kelengkapan dokumen kita menjadi syarat utama untuk pengajuan NIP (Nomer Induk Kepegawaian) sebagai PNS. Jika masih ada kekurangan dalam berkas kita diberikan waktu tambahan berbatas  waktu untuk melengkapinya. Tak bisa melengkapi ya berarti dianggap mengundurkan diri.
Syarat dokumen yang diajukan secara umum hampir sama seperti surat lamaran, pas foto berwarna, kartu pencari kerja, daftar riwayat hidup, SKCK, fotokopi ijazah SD-pendidikan terakhir yang telah dilegalisir pejabat berwenang dan surat kesehatan jasmani dan rohani. Saya lulus tes cpns pada instansi dan formasi di Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba. Kenapa nggak ambil formasi cpns di Kabupaten Bantaeng ? Karena sayangnya belum ada Pembukaan formasi di Kabupaten Bantaeng. Jadilah saya berikhtiar mencoba di Kabupaten Bulukumba. Berikut pengalaman saya mengurus berkas kelengkapan CPNS siapa tahu ada yang membutuhkan informasinya.

1. Mengurus legalisir ijazah SD hingga Sarjana
              Sebagai seorang perantau, untuk melengkapi dokumen salinan ijazah SD hingga sarjana yang telah dilegalisir saya membutuhkan bantuan dari Ibu untuk mengurusnya karena tidak memungkinkan untuk pulang kampung.  FYI, menurut peraturan pemerintah hanya diberikan waktu efektif 15 Hari kerja untuk melengkapi dokumen persyaratan CPNS. Jika sekolah kita diregrouping wajib melampirkan surat keterangan dan SK (surat keputusan) yang juga dilegalisir bertanda tangan kepala sekolah. Selanjutnya legalisir ijazah sarjana salinannya ditandatangani oleh dekan. Oia, selama pengurusan legalisir ijazah kita harus menunjukkan ijazah asli ya. Ada persyaratan tambahan dari Kabupaten Bulukumba yaitu surat keterangan keabsahan ijazah yang ditandatangani rektor. Nah ini menurut saya paling susah untuk dipenuhi. Karena info dari BKD Kabupaten Bulukumba tanda tangan tidak boleh diwakilkan oleh Pembantu Rektor. Maklum ya untuk mendapatkan tanda tangan rektor lumayan sulit, bisa karena kesibukan beliau misal agenda kegiatan di keluar kota atau bahkan keluar negeri. Alhamdulillah pihak staf kampus UMM sangat membantu saya untuk surat keterangan keabsahan ijazah dengan melampirkan pengumuman penerimaan cpns Kab. Bulukumba. Ya Allah bersyukur banget rektor UMM bisa tanda tangani surat tersebut. Karena sewaktu saya menghubungi pihak staf kampus UMM baru kali ini ada alumni yang diterima CPNS harus ada surat keterangan keabsahan ijazah bertanda tangan rektor padahal biasanya cukup dengan surat keterangan alumni.
Surat keterangan keabsahan ijazah ini penting untuk meyakinkan keaslian ijazah yang telah dijamin oleh rektor mengantisipasi keberadaan ijazah palsu.
Surat Keterangan Keabsahan Ijazah Tanda tangan Rektor UMM


2. Mengurus Surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta bebas NAPZA
         Sesuai arahan BKD Kab. Bulukumba pemeriksaan kesehatan dilakukan di RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Pemeriksaan kesehatan ini wajib dilakukan di unit kesehatan pemerintah dan diperiksa oleh dokter berstatus PNS. Tahapan awalnya melakukan pendaftaran dan mengisi formulir untuk kemudian diarahkan melakukan pembayaran biaya pemeriksaan lengkap (kesehatan jasmani, rohani dan bebas NAPZA) yaitu sebesar Rp 382.000,-. FYI, biaya pengurusan surat kesehatan ini akan berbeda di tiap daerah ya.
          Setelah itu lanjut ke Klinik MCU (Medical Check Up) diarahkan ke poli jiwa terlebih dulu. Saat di poli jiwa kita bertemu dengan perawat dan diwajibkan untuk melakukan tes MMPI. Waow. Baru kali ini saya menghadapi tes psikologi MMPI. Terkejut karena soalnya sebanyak 567. wkwkw. Pada tes MMPI kita memilih jawaban positif (setuju) atau negatif (tidak setuju) dari tiap pernyataan tentunya dipilih berdasarkan kesesuaian dengan kepribadian kita. Jangan dikira tes  ini mudah, nyatanya kalimatnya penuh jebakan batman. Haha. Tes MMPI ini bisa mengulang  lho ketika skornya menurut psikolog kurang baik. Saya menyelesaikan tes MMPI selama 1 jam karena memang ada tes berikutnya yang menanti.
           Hasil tes MMPI tidak bisa langsung diketahui, biasanya memakan waktu 1 - 2 hari tergantung banyak sedikitnya pasien. Selanjutnya saya menuju laboratorium untuk tes bebas NAPZA yang terlebih dulu menyelesaikan administrasi dan mengambil sampel urin.  Hasil Tes bebas NAPZA menunggu waktu 30 menit keluar surat keterangan bebas NAPZA. Surat bebas NAPZA dibawa kembali ke Klinik MCU untuk pemeriksaan oleh dokter umum. Setelah selesai diperiksa dokter umum melanjutkan mengurus administrasi surat keterangan sehat jasmani dan NAPZA untuk difotokopi dan dilegalisir. Tapi pika admin menyarankan boleh dilegalisir setelah ada hasil dari poli jiwa. Alhamdulillah setelah 2 hari hasil tes kejiwaan saya dinyatakan Sehat Rohani. Lanjut fotokopi dan legalisir deh.
Hasil Tes MMPI 

3. Mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)
        Sebelum mengajukan SKCK terlebih dulu siapkan kelengkapan dokumen seperti surat pengantar dari kelurahan yang diketahui oleh polsek setempat, fotokopi KTP, fotokopi ijazah pendidikan terakhir dan transkrip nilai, pas foto berwarna ukuran 2 x 3 cm, 3 x 4 cm dan 4 x 6 cm, foto tampak samping kanan dan kiri, rumus sidik jari dan surat keterangan bebas narkoba. Jika semua berkas tersebut lengkap otomatis lebih mudah dan cepat dalam pembuatan SKCK. Biaya pengurusan SKCK sebesar Rp 30.000,-. Jangan lupa untuk fotokopi SKCK dan dilegalisir ya.

4. Mengurus Kartu Pencari Kerja (AK-1)
           Persyaratan pengurusan kartu pencari kerja (AK-1) siapkan pas foto berwarna 3 x 4  cm, fotokopi KTP, fotokopi ijazah SD-pendidikan terakhir, dan fotokopi kartu keluarga. Saya mendatangi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bantaeng. Alhamdulillah prosesnya cepat sekitar 15 menit saya sudah mendapatkan AK-1 istilah kerennya kartu kuning kemudian difotokopi dan legalisir. Tentu saja pengurusan AK-1 gratis alias tidak dipungut biaya.

Biaya pengurusan berkas saya untuk CPNS 2018
1. Ongkos kirim Malang - Bantaeng = Rp 50.000,-
2. Fotokopi                                        = Rp 100.000,-
3. Print                                              =  Rp  30.000,-
4. Foto                                              = Rp 18.000,-
5. Cetak foto                                    = Rp 120.000,-
6. Materai                                        = Rp 75.000,-
7. Pengurusan SKCK                      = Rp 30.000,-
8. Pengurusan Surat Kesehatan      = Rp 382.000,-
9. Pembelian ATK                          = Rp 35.000,-
10. Biaya transportasi & konsumsi = Rp 100.000,- +
Total Biaya                                        Rp 940.000,-

Tips dari saya untuk mempermudah mengurus berkas CPNS selain tentunya berdoa kepada Allah SWT yaitu jalin komunikasi dengan teman seperjuangan via whatsapp jadi ada tempat sharing masalah cpns, jangan lupa juga minta izin untuk mendapatkan nomer HP staf BKD untuk mendapatkan informasi yang jelas, bertindaklah ramah dan santun serta berpakaianlah yang rapi dan sopan tentunya pakailah sepatu, serta sediakanlah sabar seluas - luasnya. Hehehe. Sekian pengalaman saya tentang pengurusan berkas kelengkapan CPNS 2018. Semoga bermanfaat ya.

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...