Kamis, 17 Januari 2019

Pengalaman Lulus Tes CPNS 2018




Foto Profilku
Sekelumit kisah tentang pengalamanku mengikuti lika – liku tes CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Tes CPNS tahun 2018 ini merupakan tahun kedua saya ikuti. Tahun 2017 saya melamar di Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai analis di Direktorat Jenderal Perbenihan tapi nasib membawa saya gagal di ranking. Haha. Maklum kemampuan saya standar aja sih. Bisa dilihat dari nilai SKD (Seleksi Kompetensi Bidang) tahun 2017 yaitu TWK 95, TIU 85 dan TKP 145. Peserta tes dituntut untuk mengerjakan 100 soal dalam waktu 90 menit. Untuk itu kita harus pandai – pandai atur strategi perang. Halah bahasaku… hihi. Strategi perang ini dikembalikan pada tiap pribadi yaa, karena anda yang paling mengerti diri sendiri. Kalau saya termasuk lemot dihitung2an dan soal logika otomatis butuh waktu lebih untuk berpikir di TIU yaa jadi kerjain dulu aja yang TKP.

Menurutku TKP pencerminan diri sendiri jadi bisa lebih cepat dikerjakan, nggak perlu mikir rumit. Pilihlah yang sesuai dengan diri dan tentunya konsisten jawabannya jika ada pertanyaan yang sama. Skor pilihan jawaban TKP juga memiliki bobot nilai dari skala 1-5. Tidak ada nilai 0, jadi apa yang dipilih ada nilainya. Lanjut kerjakan soal TWK, nah ini menguji wawasan kebangsaan, sejarah Indonesia, Undang – Undang Dasar dan lain sebagainya. Soal yang sulit boleh dilewati dulu kerjakan soal yang lebih mudah dan yakin jawabannya. Kerjakan TIU dengan cepat dan tepat. Hahaha. TIU selain soal logika, ada tes spasial gambar, antonym, sinonim, deret angka, aritmatika, yaa pastinya berkaitan dengan intelegensi.

Tahun 2018 nilai SKD saya TWK 110, TIU 60 dan TKP 148. Anjlok maak di TIU. Wkwkw. Padahal menurut saya tingkat kesulitan soal lebih berbobot di tahun 2017, atau mungkin memang grade soalnya disesuaikan dengan instansi yang dipilih. Selesai tes SKD saya udah patah arang wah nggak masuk passing grade nih. Passing gradenya TWK 75, TIU 80 dan TKP 143 total 298. Hmm ternyata di berbagai daerah Indonesia nilainya juga pada anjlok akhirnya demi keefektifan dan efisien dalam perekrutan CPNS 2018 KemenPAN RB menurunkan nilai total passing grade jadi 255. Alhamdulilah saya termasuk peringkat 4 dari 6 peserta untuk hasil tes SKD. Formasi di instansi yang saya lamar dibutuhkan 2 orang jadi yang berhak ikut SKB adalah 3x dari total formasi.

Tes CPNS sekarang udah canggih gak perlu pake LJK (Lembar Jawaban Komputer) yang rawan akan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). LJK udah berganti dengan laptop dan software CAT. Mudah tinggal klik – klik aja. Dengan sistem CAT, tes CPNS lebih Fair, kompetitif dan tentunya lebih ekonomis dan menjauhkan dari dosa – dosa KKN. Hehe. Hasil tes SKD dapat langsung diketahui secara real time. Apalagi sewaktu saya mengikuti tes SKB, wah kita juga bisa langsung mencari nilai kompetitor kita karena hasil rekap dipublikasikan langsung di layar monitor.

Awal prosedur pendaftaran CPNS udah menjadi ujian tersendiri bagi peserta. Berbagai dokumen harus dilengkapi dan sesuai dengan persyaratan.  Untuk membuat akun di website SSCN pun, peserta diuji kesabarannya. Berjam – jam baru bisa login akun, atau mencari waktu saat trafik web sedang longgar agara cepat proses upload dokumen. Peserta juga wajib memikirkan strategi  penentuan instansi dan formasi yang dilamar. Karena setiap orang hanya diberikan satu kesempatan dalam memilih 1 instansi dan 1 formasi saja. Tentu saja pemilihan ini harus disesuaikan dengan latar belakang pendidikan yaa. Jangan sampai salah pilih. Soalnya pasti pilihan menentukan masa depan. Ibarat jodoh gituu. Semua tahapan seleksi administrasi dilakukan oleh verifikator online. Saya pun  sebenarnya hampir melamar lagi di KKP, tapi pak suami memberikan saran untuk melamar di Dinas Perikanan Kab. Bulukumba aja. Ya udah nurut aja dan Alhamdulillah. Alhamdulillah lolos tes SKB (selekssi kompetensi bidang).

Saya belum pernah menghadapi tes SKB. Belum ada pengalaman sama sekali. Yang pasti dalam benak saya, soal SKB mencakup tentang  perikanan. Foilaaa… benar  saja. Soal SKB Perikanan masya allah luar biasa. Hahaha, speechless waktu kerjain soal. Widiw udah 4 tahun yang lalu kuliah dan lama banget gak baca – baca tentang perikanan.  Soal SKB perikanan meliputi aspek budidaya ikan, penangkapan, pengolahan, dan kebijakan  perikanan.

Jujur aja untuk tes CPNS 2018 ini saya minim sekali belajarnya maklum udah ada anak satu. Beda waktu tahun 2017 ada waktu 1 bulan saya bisa fokus belajar karena saat itu sedang hamil. Prinsip yang saya yakini adalah percaya diri dengan kemampuan diri sendiri. Tidak perlu khawatir jika kemampuan itu sudah kita miliki insya allah yakin bisa kita kerjakan. Jika saya belum mampu mengerjakan atau tidak memahami yaa lebih baik mengakuinya saja dan belajar lagi.  Yaap sekian cerita pengalaman tentang tes CPNS 2018. Dilanjut lagi nanti yaa ditulisan berikutnya. 

5 komentar:

  1. Artikel nya enak dibaca miss, struktur kalimatnya tersusun, motivatif dan enak

    BalasHapus
  2. Mbak bagi donk gambaran/kisi kisi skb bidang perikanan

    BalasHapus
  3. Kak, share contoh2 soal nya dong yg masih diingat hehehe

    BalasHapus
  4. yang di test pasti soal tenntang isntansi yang kita lamar yah bu?? , walau kita bukdan dari kejuruannya, namun secara instansi yang diperkenankan kejuruan kita...kemarin saya masul Lembahga LAPAN, kejuruan saya sistem informasi, iyah kah saya akan ditanyakan soal penerbangan heheheh.

    BalasHapus

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...