Jumat, 23 Oktober 2015

Jalan Mana yang Ku Pilih?!


                                    
Setelah lulus kuliah strata satu, lantas jalan mana yang kita pilih. Studi lanjut ? Menikah ? atau bekerja?. Tentu pilihan semua ada pada diri kita. Ketika kita sudah pada dunia kerja, tentu kita harus siap pada konsekuensi yang kita jalani. Mungkin bagi sebagian orang yang mengenal saya dengan baik, pasti menyayangkan keputusan saya. Saya meyakini pilihan saya karena Allah pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Seperti kata pepatah, “Kesempatan baik  tak pernah datang dua kali”. Seperti yang saya alami, pada awal masa training “Profesional Aquaculture Technician Development (PACT)” Batch I yang diadakan di Kantor PT. CP Prima, Tbk Sepanjang, Surabaya. Kegiatan PACT ini digulirkan mengingat urgensinya regenerasi sumberdaya manusia dalam bisnis perudangan. Kegiatan budidaya udang vanname di Indonesia yang sangat menjanjikan tentu harus didukung  sumberdaya manusia yang  handal. Masa in class training itu diikuti oleh 14 orang  dan saya menjadi satu – satunya perempuan dalam training tersebut. Memang dunia perudangan selama ini nampak didominasi oleh kaum adam. Padahal tak sedikit pula, kiprah perempuan di dalamnya. Sedikit jengah dan tidak nyaman rasanya saat saya hanya seorang diri tak ada teman perempuan untuk saling berbagi selama 2 minggu itu. Tapi dalam diri saya bertekad, saya berniat untuk belajar lebih baik menyerap ilmu dan mengaplikasikan ilmu yang saya dapatkan. Tak mengapa jika saya hanyalah minoritas. Baik secara gender dan asal kampus. Apalagi status saya sebagai mahasiswa dari universitas swasta sedangkan rekan – rekan saya notabene berasal dari universitas negeri. Hmm… bahkan sempat ditanya apa iya di Universitas Muhammadiyah Malang ada jurusan perikanan. Dengan lugas saya menjawab, iya pak ada malah usia nya sudah 17 tahun. Hal itu malah semakin melecut saya untuk membuktikan bahwa saya mampu setara dengan rekan – rekan saya.

Bersyukur saya bisa bergabung dengan PT. Central Proteina Prima, Tbk. Melalui training in class kita mendapatkan materi tentang budidaya udang vanname secara detil yaitu alur proses budidaya udang vanname sesuai SOP CP Prima dan teknik laboratorium. Kita pun tak hanya dihadapkan pada teoritis belaka, tapi berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan ikut pula dipaparkan. Pemateri pada PACT pun tak kalah mumpuni yang sangat menguasai materi baik praktikal dan teori. Semakin kita aktif ingin tahu melontarkan pertanyaan pada presentator, maka makin banyak bekal pengetahuan yang kita dapatkan. Maklumlah kita masih awam dalam dunia perudangan. Tak hanya materi in class, peserta mengunjungi salahsatu tambak pendampingan di Probolinggo untuk observasi  dan tentu kita wajib mempresentasikan hasil observasi lapangan. Itulah ajang “pembantaian” hehe. Pembantaian pertanyaan maksudnya. Sehingga kita bisa menilai sejauh mana kita memahami dan menguasai materi. Eitss selama 2 minggu kita juga menjalin keakraban satu sama lain menjadi keluarga baru. Dunia kerja tak melulu membentukm kita menjadi pekerja, tapi sejauh mana ilmu yang kita miliki dapat bermanfaat untuk diri kita dan orang lain. Selalu saya ingat pesan Bapak Subandriyo “Selalu niatkan apa yang kita lakukan sebagai ibadah, semoga menjadi pahala kebaikan untuk kita.” Tentu begitu banyak pengalaman berharga yang sudah saya dapatkan  bukan hanya bekal ilmu namun juga bekal kehidupan. Salam sukses selalu.

3 komentar:

  1. Keren sukses ya putri sama kerjanya di sana. Secara gak langsung kamu sudah membangun brandingmu sebagai seorang sarjana perikanan. Terus konsisten berbagi tulisan tentang perikanan.
    Salam, kalau lagi kosong bisa juga mampir ke blog saya sandibrand.com. makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, mksh ya. Iya sandi, in sha Allah terus konsisten menulis tentang perikanan. Alhamdulillah sering mampir kok di blog kmu, keren :D

      Hapus
  2. Dimana kami bisa mendapatkan informasi pelaksanaan PACT? Apakah langsung tanya dikantor nya?

    BalasHapus

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...