Rabu, 28 Juni 2017

Biologi Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)

Udang vannamei (Litopenaeus vannamei)

A. Kelebihan Udang vannamei
a.       Tahan penyakit à induk melalui proses domestikasi breeding progam
b.      Pertumbuhan lebih pesat
c.       Responsif terhadap pakan sehingga efisien dalam penggunaan pakan
d.      Perilaku udang vanname yang mampu hidup pada padat tebar tinggi (100 ekor/m2) karena sifatnya hidup di kolom air sehingga ruang hidup luas. Dibandingkan dengan Udang windu (Penaeus monodon) maksimal padat tebar 40 ekor/m2 dan kebutuhan protein pakan monodon lebih tinggi 40%, sedangkan udang vannamei hanya membutuhkan 30 – 32% protein pakan

B. Taksonomi  Udang vannamei

Filum                    : Arthopoda
Subfilum              : Crustacea
Class                    : Malacostraca
Sub ordo              : Eumalacostraca
Ordo                    : Decapoda
Suborder             : Natantia
Superfamily        : Penaeidae
Family                 : Penaeidae
Genus                  : Litopenaeus
Spesies                : Litopenaeus vannamei
Nama lokal         : Udang vannamei, udang kaki putih, udang putih Amerika

C. Morfologi Udang Vannamei
1.       Cephalathorax à Kepala dada bergabung menjadi satu
a.       Carapace à melindungi organ di dalam cephalathorax
b.      Rostrum à ujung carapace yang berfungsi untuk melindungi mata dan perlindungan diri
2.       Abdomenà badan
3.       Uropoda à ekor
a.       Exopoda
b.      Endopoda
c.        Telson

-          Kalsium merupakan pembentuk kulit udang
-          Pada tangkai mata udang vannamei terdapat Hormon X (hormon penghambat) à yang berfungsi untuk pertumbuhan dan percepatan kematangan gonad yang dilakukan melalui ablasi pada mata
-          Udang memiliki kemoreseptor yaitu pada antennular flagellum pada sepanjang ventral yang berfungsi untuk melihat pergerakan, merespon atraktan pada pakan.
-          Kaki jalan : periopoda
-          Kaki renang : pleopoda

D. Siklus hidup udang vannamei

Naupli àZoea àMysis à Post Larvae à Juvenil àUdang dewasa

1.       Naupli  : Mengandalkan kuning telur (28 jam)
2.       Zoea : mengambil makanan dari luar tubuh à plankton  (3 – 4 hari) , merupakan stadia kritis karena tinggi mortalitas (Zoea I, Zoea II, Zoea III)
3.       Mysis : (Mysis I, Mysis II, Mysis III) , berenang mundur,memakan plankton, segmen ke 6 terdapat perubahan morfologi ditandai dengan segmen lebih panjang
4.       Post larvae : seperti udang dewasa secara morfologi, namun perkembangan insang baru sempurna di hari ke 9 (PL 9 – 10) à insang yang terbentuk secara sempurna mempunyai daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap lingkungan
5.       Juvenil
6.       Udang dewasa

E. Kebiasaan Makan

1.       Aktif makan pada kondisi intensitas cahaya yang rendah à menaikkan nafsu makan
2.       Omnivor scavenger atau pemakan segala
3.       Kanibal : memangsa sesame jenis
4.       Mendeteksi makanan melalui sinyal kimiawi di tangkap sensor antenulla, antenna, mulut, maxillaped, capit
5.       Mengambil makanan dengan capit pada kaki jalan 1, 2,  3 untuk disalurkan ke mulut

F. Sistem Pencernaan

Mulut à Oesophagus à Lambung à Usus à Rektum à Anus

a.       Foregut : menangkap sampai menghancurkan makanan melalui proses mekanis
b.      Midgut : penyerapan sari – sari makanan melalui lapisan kitin
c.       Hindgut : penyerapan air, pelepasan feses diberi lapisan dan penyerapan mineral

-          Hepatopancreas : organ yang bergabung menjadi Satu
-          Lymphoid organ : Limpa
-          Ventral nerve cord : saraf di bagian ventral udang vanname
-          Oesofagus : udang mensekresikan enzim atau saliva tapi untuk melewatkan atau menyalurkan makanan
-          Gastric mill : pemecahan partikel menjadi sangat lembut
-          Lambung
o   Cardiac : penghancuran secara mekanis terbuat dari khitin
o   Pyloric : pencampuran enzim pencernaan dari hepatopancreas
ü  Dalam penanganan hepatopancreas à jaringan tersebut tidak ada bakteri tapi jika usus tidak tertangani dengan baik maka akan mengontaminasi hepatopancreas. Sehingga tidak ada bakteri vibrio pada hepatopancreas saat kultur.
ü  Saat udang mengalami stress maka udang akan mengeluarkan asam laktat yang merusak jaringan, mempengaruhi kualitas daging udang, dan memicu tumbuh bakteri
ü  Intestine (midgut) à lapisan khitin lebih sedikit dibanding lambung. Diserap bagian depan dan belakang keluar kotoran.
ü  Banyak sedikitinya khitin berpengaruh pada penyerapan nutrisi dan membantu dalam membandingkan antara midgut dan foregut.
ü  Membran perithrophic à material yang tidak diserap dibungkus menjadi kotoran berbentuk pellet yang disekresikan oleh sel ephithelium midgut
ü  Anus : pengeluaran feses ke perairan
ü  Hindgut
o   Rectum : bagian hindgut yang membesar
o   Terjadi penyerapan air dan mineral

G. Sistem Peredaran Darah
ü  Oksigen dibawa oleh haemocyanin à mengandung Cu à darah udang
ü  Peredaran darah tertutup langsung didistribusikan ke organ utama à tidak vena atau balik sehingga udang rentan terpapar Cu
ü  Haemolimph masuk ke ostia
ü  Haemolimph (darah udang) : anorganik, organik, hemocyanin, hemocyte

H. Sistem Respirasi
ü  Insang à eksresi ammonia di perairan à ammonia tinggi à menganggu insang à menghambat ammonia dalam tubuh tidak keluar à darah udang mengandung ammonia à jika tumbuh, lambat, sublethal dan mati
ü  Semakin cepat pertumbuhan udang maka semakin banyak ammonia yang keluar dari tubuh udang

I. Sistem Saraf
ü  Central ganglion di kepala
ü  Syaraf ventral cord (tangga tali) memanjang sampai ekor
ü  Menghubungkan sejumlah saraf ke bagian organ sensor seperti antenna, antenulla, dan mata

J. Moulting
ü  Tujuan : untuk tumbuh karena tubuh udang dilapisi karapas
ü  Jika udang tidak mengalami moulting maka udang tidak tumbuh
ü  Moulting à menyerap air sehingga volume tubuh menyerap mineral, dibentuk di epidermis, lapisan antara kulit lama dan baru disebut moulting fluid
ü  Moulting dikendalikan oleh hormone ecydsteroid yang dihasilkan organ Y
ü  Organ
ü  Moulting dipengaruhi : perubahan kualitas air, intensitas cahaya (jika tinggi maka menghambat moulting), tinggal dengan binatang lain
ü  Frekuensi moulting semakin jarang bertambah umur atau berat udang
ü  Kenapa saat bulan purnama terjadi moulting pada udang à berkaitan dengan hormonal

Kulit udang à terdiri dari lapisan chitin yang diperkuat kalsium
ü  Epicuticle à protein dan kalsium
ü  Exocuticle à khitin dan kalsium à melanin
ü  Endocuticle à khitin dan kalsium
ü  Inner chitin + protein layer
ü  Lendir dihasilkan dari kelenjar tegumentalà pertahanan terhadap penyakit
Jika air koloid terkandung suspense yang mengendap banyak bisa mengikis lendir udang sehingga menurunkan kekebalan tubuh à kepadatan tersuspensinya harus dikurangi . Misal tanah liat à tambak dibeton atau diplastik
ü  Jaringan epidermis yang membuat karapas tidak terdapat kalsium
ü  Epidermis : penyiapan kulit baru
Sebelum moulting, beberapa elemen atau mineral diserap, kemudian dipisah, penambahan dari haemolyph, kulit baru à moulting (lepasnya kulit lama) à menyerap kalsium yang kemudian menjadi keras

Langkah untuk persiapan moulting
Penggunaan mikromineral, mineral dan pakan lebih efektif

Tahapan Moulting
1.       Moult : Pelepasan kulit lama, kulit menjadi lunak, awal penyerapan air dan mineral
2.       Post Moult : Kulit awal lunak menjadi keras, banyak menyerap air, permulaan otot tumbuh dan mendeposit kalsium, sedangkan silikat disimpan pada haemolymph
3.       Intermoult : Kulit keras, proses pertumbuhan jaringan tubuh yang meningkatkan nafsu makan
4.       Premoult : Kulit keras secara gradual menipis hingga diserap tubuh dan kandungan kalsium tinggi pada fase premoult

Jika kekurangan kalsium à kulit udang tidak bisa mengeras dan ada gangguan akibat sakit / stress

Moulting dipengaruhi oleh faktor
ü  Internal : Genetik, hormonal, nutrisi à peridoe moulting
ü  Eksternal : intensitas cahaya, perubahan kualitas air, binatang lain, gravitasi bulan yang merangsang hormonal udang
ü  Jika intensitas cahaya rendah, proses moulting berjalan cepat

K. Sistem reproduksi
Udang vanname Jantan (Internal)
ü  Testis : menghasilkan sperma
ü  Vas deferens : saluran sperma ke spermatophore
ü  Terminal ampoule : temapt penyimpanan spermatophore
Reproduksi jantan (eksternal)
ü  Petasma à tonjolan pada kaki renang ke 1
ü  Appendix masculina à tonjolan untuk mencengkram  betina

Udang vanname Betina (Internal)
ü  Penyimpanan telur pada gonad à telur keluar karena dipengaruhi hormone feromon à memecah spermatophore à keluar telur  à fertilisasi eksternal
ü  Eksternal à organ thelycum  à proses mating (pembuahan) à open thelycum
ü  Pada udang windu à moulting dulu baru mengalami mating à close thelycum

Perkembangan gonad
1.       Immature stage : ovary masih tipis, agak bening dan oocyte bulatan kecil
2.       Early maturing stage : ukuran ovary meningkat dan permukaan punggung berwarna kuning
3.       Late maturing stage : ovary hijau muda à ovary abu – abu
4.       Mature stage : ovary hijau tua dan ovary lebih besar
5.       Spent recovery : Pengeluaran telur

With love,
Puput



1 komentar:

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...