Rabu, 10 Januari 2018

Analisa Kualitas Air dalam Kegiatan Budidaya di Tambak (Part 1)

      Air merupakan media hidup dari biota aqua (ikan/udang), kualitas air yang bagus diharapkan dapat menunjang kehidupan biota air ini secara optimal, sehingga penting untuk mengetahui kondisi kualitas perairan/air di kolam. Dengan melakukan analisa kualitas air pada beberapa parameter yang dianggap krusial diharapkan kita memperoleh gambaran mengenai kualitas air kolam/tambak tersebut.

A. Analisa Kualitas Air 
1. Tujuan dan jenis analisa
•Untuk mengetahui kadar/kandungan  bahanbahan yang terdapat dalam air kolam , dimana bisa diindikasikan sebagai bahan pencemar yang bersifat toxic ataupun bahan-bahan yang keberadaannya berguna untuk mendukung proses budidaya.
Jenis analisa yang dilakukan terutama hanya jenis analisa yang krusial yang memang sangat diperlukan informasinya

2. Metode pengambilan sample
Sample diambil pada suatu titik yang bisa merepresentasikan kondisi perairan/kolam  sehingga nantinya data hasil analisanya bisa mewakili kondisi kolam yang diambil samplenya tersebut.

3. Prosedur analisa
Beberapa pertimbangan untuk pemilihan prosedur analisa antara lain : manfaat, kesederhanaan, ketelitian, aplikatif, penghematan waktu dan biaya

4. Ketelitian dan ketrampilan tenaga pelaksana
Ketelitian dan keterampilan tenaga analis sangat diperlukan karena analisa di laboratorium sangat memerlukan tingkat presisi dan akurasi suatu pengukuran, sedikit saja terjadi kesalahan baik saat penimbangan bahan kimia atau saat pemipetan larutan pengaruhnya akan sangat besar sekali terhadap validitas hasil analisa.

5. Kelengkapan peralatan laboratorium
Peralatan laboratorium mutlak diperlukan oleh suatu kegiatan analisa dan bisa sebagai ukuran kemampuan suatu laboratorium untuk menjalankan fungsinya sebagai penghasil data untuk analisa.

B. Sampling Air 
1.Sampling air dilakukan di ancho, sample diambil ± 20 cm dari dasar.
2.Tempat pengambilan sample dari botol plastik (polipropilen) atau botol gelas.
3. Sample segera dianalisa di Laboratorium atau kalau perlu waktu untuk pengiriman sebaiknya dilakukan preservasi sample.

    Preservasi Sample Air
No
Parameter
Penangangan
Lama penyimpanan yang dianjurkan
Referensi
1
Alkalinitas
Pendinginan (4oC)
24 jam
SNI 6989.59.2008
2
Ammoniak
Ditambahkan H2SO4 sampai pH < 2 & didinginkan
7 hari
SNI 6989.59.2008
 3
Nitrit
Pendinginan (4oC)
2 hari
SNI 6989.59.2008
4
Nitrat
Ditambahkan H2SO4 sampai pH < 2 & didinginkan  (4oC)

SNI 6989.59.2008
5
Salinitas
Pendinginan (4oC)

SNI 6989.59.2008
6
Total dan Ca Hardness
Pendinginan (4oC)
7 hari
Boyd, 1992
7
Soluble orthoposphate
Pendinginan (4oC)
7 hari
Boyd, 1992
8
pH
Segera dianalisa

SNI 6989.59.2008
9
Sulfida
Ditambah 4 tetes Zink Asetat 2 N  & didinginkan  (4oC)
28 hari
SNI 6989.59.2008
10
Organik total
Diasamkan sampai pH < 2 & didinginkan (4oC)
7 hari
SNI 6989.59.2008
11
Plankton
Ditambah 1 – 2  tetes lugol


         Parameter Kualitas Air Untuk Budidaya Udang Vanname
Parameter
Metode atau Alat Uji
Waktu Uji
Angka Referensi
Fisik



1.      Suhu
Termometer
Pagi dan sore hari
26 – 300C
2.      pH
pH meter, kertas pH
Pagi dan sore hari
7,5 – 8,5
3.      Salinitas
Refraktometer
Pagi dan sore hari
15 – 30 ppt
4.      Oksigen terlarut
DO Meter
02.00 – 05.00
> 3ppm
5.      Kecerahan
Secchi disk
Siang atau sore
< 30 cm
Kimia



1.      Nitrit
Test kit
Siang atau sore,
2 – 3hari sekali
< 0,1 ppm
2.      Fosfat
Test kit
Siang atau sore, seminggu sekali
1 – 3 ppm
3.      Alkalinitas
Titrasi asam-basa
Siang atau sore
> 150 ppm
4.      Besi (Fe)
Test kit
2 – 3hari sekali
< 1 ppm
5.      H2S
Spektrofotometer
Berkala seminggu sekali
< 7 ppm


Biologi



Jumlah vibrio pathogen
Hitungan cawan
2 – 3hari sekali
< 1.000 cfu/ml
Sumber : Haliman dan Adijaya (2002)

    C. Parameter Analisa Kualitas Air

1. Kecerahan 
Kecerahan (transparancy) perairan dipengaruhi oleh bahan-bahan halus yang melayang-layang dalam air baik berupa bahan organik seperti plankton, jasad renik, detritus maupun berupa bahan anorganik seperti lumpur dan pasir (Hargreaves, 1999). Dalam kolam budidaya, kepadatan plankton memegang peranan paling besar dalam menentukan kecerahan meskipun partikel tersuspensi dalam air juga berpengaruh. Plankton tersebut akan memberikan warna hijau, kuning, biru-hijau, dan coklat pada air (Boyd, 2004). Secchi disc adalah alat yang digunakan untuk mengukur  tingkat kecerahan kolam.Prosedur pengukuran kecerahan yaitu mencelupkan secchi disc  ke dalam kolam sampai titik awal dua warnanya tidak tampak.

Pembacaan Secchi disc       Keterangan
    <20 cm                              Kondisi air kolam sangat pekat
    20 - 30 cm                         Kondisi air kolam pekat
    30 - 40 cm                         Kondisi air kolam baik
    40 - 60 cm                         Kondisi air kolam jernih
     > 60 cm                            Kondisi air kolam sangat jernih

2. Salinitas

      Salinitas didefinisikan sebagai total konsentrasi ion-ion terlarut didalam air. Satuan    salinitas dinyatakan dalam promill (o/oo) atau ppt (part perthousand). Tujuh ion yaitu : Chlor (Cl-), Natrium (Na+), Sulfat (SO4 2+), Magnesium (Mg2+), Kalsium (Ca2+), Kalium (K+), dan Bikarbonat (HCO3-) mempunyai kontribusi besar terhadap besarnya salinitas, sedangkan yang lain dianggap kecil (trace element). 
Klasifikasi perairan berdasarkan salinitas menurut Fast (1986) :
 a. Air tawar  :  < 0.5 ppt
 b. Air payau
  - Oligohaline  :  0.5 - 3.0 ppt
  - Mesohaline  :  3.0 - 16.5 ppt
  - Polyhaline  :  16.5 – 30 ppt
  c. Air asin
  - Marine  :  30 – 40 ppt
  - Brine (hyperhaline)  :  > 40 ppt

Refraktometer Merk ATAGO (Doc.Pribadi)
Refraktometer adalah alat untuk mengetahui indeks refraksi, kerapatan jenis dan konsentrasi dari suatu zat terlarut misalnya mengukur kadar gula, garam dan protein. Satuan : ppt (part per thousand / promill). Prinsip kerja refraktometer yaitu memanfaatkan refraksi cahaya (peristiwa membeloknya cahaya karena melalui dua medium yang berbeda kerapatannya).

pH Pen merk EUTECH (Doc.Pribadi)


3. pH 
              Pengertian pH merupakan logaritma negatif dari aktifitas ion hidrogen. Perubahan kecil nilai  pH perairan memiliki pengaruh yang besar terhadap ekosistem perairan, karena nilai pH perairan sangat berperan dalam mempengaruhi proses dan kecepatan reaksi kimia didalam air maupun reaksi suatu biokimia di dalam air. Untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik organisme air (ikan dan udang) memerlukan medium dengan kisaran pH antara 6.8-8.5 (Ahmad, 1991 dan Boyd, 1992). pH pen adalah alat yang digunakan untuk mengukur derajad keasaman air kolam

4. Suhu Air 
         Suhu air merupakan salah satu faktor dalam kehidupan udang di tambak. Suhu air sangat berkaitan dengan konsentrasi oksigen di dalam air dan laju konsumsi oksigen hewan air (Tarsim, 2000). Suhu air berbanding terbalik dengan konsentrasi oksigen di dalam air dan berbanding lurus dengan laju konsumsi oksigen hewan air (Ahmad, 1992). Suhu air yang optimal dalam pembudidayaan udang adalah 28-30oC. Menurut Wardoyo (1997) menyatakan bahwa suhu air mempengaruh reaksi kimia perairan dan reaksi biokimia di dalam tubuh udang. Thermometer  adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu. žProsedur pengukuran suhu air pada kolam/tambak dengan mencelupkan ujung probe yang berisi air raksa atau alkohol ke dalam air yang akan diukur suhunya, tunggu beberapa saat sampai alkohol atau air raksa   stabil.

5. Oksigen Terlarut

DO Meter YSI 550 A (Doc. Pribadi)

           Oksigen terlarut dalam air merupakan faktor penting dalam budidaya karena sangat 
erat hubungannya dengan proses respirasi udang. Kelarutan oksigen dipengaruhi oleh 
beberapa faktor diantaranya temperatur, salinitas, pH dan bahan organik. Salinitas semakin 
tinggi, kelarutan oksigen  semakin rendah. DO meter adalah alat yang digunakan untuk 
mengukur kandungan oksigen terlarut dan suhu pada air kolam (satuan mg/L).

Range DO       Keterangan
  <1 ppm         Dalam waktu lebih dari 3 jam udang bisa mati
  2-4 ppm        Pertumbuhan menurun
  4-9 ppm        Baik untuk pertumbuhan udang
  >9 ppm         Plankton blooming dan tumbuh pesat

To be continued ....


With love,
Puput

Pertumbuhan menurun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...