Senin, 05 Januari 2015

KONSUMSI IKAN UNTUK OTAK CERDAS


 Gambar : http://health.kompas.com/read/2011/07/29/1654170/9.Alasan.Mesti.Makan.Ikan

"Kalau kebanyakan makan ikan , bisa cacingan," . Tentu kita familiar dengan mitos yang sejak dulu berkembang di masyarakat. Tentu saja ini salah besar. Lembaga Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO 2000) menginformasikan bahwa lebih dari 90 persen masalah kesehatan manusia terkait dengan kualitas makanan yang dikonsumsi. Konsumsi makanan merupakan salahsatu faktor yang secara langsung berpengaruh terhadap status gizi seseorang, keluarga dan masyarakat. Berbicara tentang tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terutama ikan mengalami kenaikan berdasarkan data dari KKP (Kementrian Kelauatan dan Perikanan) pada tahun 2012 mencapai 33,89 kg per kapita per tahun sedangkan pada 2011 sebanyak 32,25 kg per kapita per tahun. Sementara, tahun ini KKP menargetkan tingkat konsumsi ikan mencapai 35,14 kg per kapita per tahun. Dengan segala potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia tentu saja nilai tersebut masih jauh dari harapan. Tengok saja Malaysia tingkat konsumsi ikan 45 kg/kapita tahun. Dan fantastisnya Jepang yang dikenal memiliki tingkat kecerdasan tinggi dan kualitas kesehatan mengkonsumsi ikan sebanyak 110 kg/orang/tahun. Bisa dibayangkan betapa mereka sangat menggemari ikan.


Mengapa ikan? Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai macam zat nutrisi. Ikan merupakan makanan sumber protein yang sangat penting untuk pertumbuhan tubuh. Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein 8,7-20%, lemak 0,1-22%, mineral 1,0-1,5%, vitamin dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna (Astawan, 2003).  
Selain itu kandungan ikan terdiri dari Omega – 3 yang mengandung ALA, EPA dan DHA yang jika dikonsumsi secara rutin dalam menu harian akan meningkatkan kecerdasan otak terutama DHA. Faktanya sekitar 60 persen dari seluruh asam lemak pada otak  merupakan DHA. Zat ini terutama terkonsentrasi di daerah otak yang bertanggungjawab kepada kemampuan berpikir kompleks dan konsentrasi. Dengan kata lain DHA adalah stuktur utama lemak di dalam otak dan retina mata, dengan komposisi mencapai 97 persen dari lemak omega-3 di dalam otak dan sampai 93 persen dari lemak omega-3 dalam retina.DHA juga merupakan komponen penting pada jantung. DHA juga membentuk sekitar 30 persen struktur lemak di dalam bagian abu-abu otak. Zat ini juga memegang peranan penting pada fungsi dan perkembangan visual bayi (Gerai Fit). Waoww , jadi penting sekali untuk kita mengkonsumsi ikan.
Lantas mengapa Indonesia masih rendah tingkat konsumsi ikannya? Beberapa faktor ditengarai sebagai penyebab rendahnya tingkat konsumsi ikan di Indonesia, antara lain
1. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi dan manfaat protein ikan bagi    kesehatan dan kecerdasan
2. Rendahnya suplai ikan, khususnya ke daerah-daerah pedalaman akibat kurang lancarnya distribusi pemasaran ikan
3. Belum berkembangnya teknologi pengolahan/pengawetan ikan sebagai bentuk keanekaragaman dalam memenuhi tuntutan selera konsumen
 4. Sarana pemasaran dan distribusi masih terbatas baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Tak dapat dipungkuri, pemerintah pun lebih bangga mengekspor ikan dengan nilai jual tinggi seperti tuna, udang, kerapu dan lain-lain daripada konsumsi di negeri sendiri. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kualitas sumberdaya manusia di masa yang akan datang. Pada umur balita protein sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak. Rendahnya konsumsi pangan  atau kurang seimbangnya masukan zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsi mengakibatkan terlambatnya  pertumbuhan organ dan jaringan tubuh, terjadinya penyakit dan atau lemahnya  daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit serta menurunnya kemampuan kerja. Rendahnya konsumsi pangan atau kurang seimbangnya  masukan zat-zat gizi dari  makanan yang dikonsumsi mengakibatkan terlambatnya pertumbuhan organ dan  jaringan tubuh, terjadinya penyakit dan atau lemahnya daya tahan tubuh terhadap  serangan penyakit serta menurunnya kemampuan kerja. Jadi jangan heran, kalau manusia Indonesia sekarang dari penampakannya dari tinggi badan (mulai) pendek dan semoga tidak memperpendek daya kecerdasannya. Ayo GEMARIKAN ! Ubah perilaku dan sadar akan nilai gizi dari konsumsi ikan mulai dari sekarang. 
Oleh : Restu Putri Astuti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...