Sabtu, 10 Januari 2015

Pakan Ikan Mandiri





Pakan ikan mandiri 

Oleh : Restu Putri Astuti
           
            Untuk menopang kegiatan budidaya perikanan, kebutuhan akan pakan ikan berkualitas menjadi mutlak untuk dipenuhi. Karena pakan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya perikanan disamping faktor lain seperti benih, pengelolaan dan penyakit. Seiring semakin intensifnya kegiatan budidaya, mendorong pembudidaya memberikan input berupa pakan yang semakin meningkat. Ketergantungan pembudidaya terhadap pakan buatan seperti pellet telah ikut mendongkrak kebutuhan akan bahan baku penyusun pellet seperti tepung ikan, tepung kedelai, minyak ikan, vitamin dan lain sebagainya. Ikan sebagai organisme akuatik membutuhkan zat gizi untuk melengkapi kebutuhan protein, energy, mineral, vitamin dan lainnya. Zat – zat gizi tersebut digunakan untuk proses pertumbuhan, produksi, reproduksi dan pemeliharaan tubuhnya. Selama ini, pembudidaya ikan masih kurang memahami pengetahuan tentang nutrisi ikan. Hal ini didasari dari kenyataan dilapangan bahwa masih sedikit pembudidaya yang mampu menopang kebutuhan pakan secara mandiri.
            Pakan ikan mandiri disini dimaksudkan pada pakan buatan yang dibuat berasal dari memanfaatkan bahan baku lokal yang bernilai ekonomis rendah namun memiliki nutrisi yang baik bagi ikan. Memang cukup sulit, jika pembudidaya ikan belum dibekali ilmu dasar tentang nutrisi ikan. Karena ilmu nutrisi ikan bertujuan untuk membuat makanan ikan yang ekonomis tanpa mengabaikan aspek biologis, sehingga diperoleh efisiensi dari ikan yang mengkonsumsi makanan dan manusia yang mengharapkan produksinya. Harga pellet ikan yang mulai tak terjangkau dan hanya memberikan margin keuntungan yang sedikit bagi pembudidaya seyogyanya mampu mendorong mereka untuk berinovasi.
            Penguasaan terhadap bahan baku pakan, teknik penyusunan dan pemberian pakan penting bagi pembudidaya ikan sebelum memutuskan untuk membuat pakan ikan mandiri. Bahan baku pakan terbagi menjadi dua yaitu yang berasal dari tumbuhan dan berasal dari hewan. Pembudidaya ikan harus memahami betul fungsi dari bahan baku pakan apakah sebagai sumber protein, sumber energi, sumber mineral atau sumber vitamin. Misalnya, bahan baku pakan dengan kandungan protein kasar lebih dari 19% digolongkan sebagai sumber protein.  Sedangkan bahan pakan dengan kandungan protein kurang dari 16% dan serat kasarnya lebih kecil dari 18% digolongkan sebagai sumber energi. Setelah itu, pembudidaya dapat melakukan seleksi terhadap bahan penyusun ikan yang akan berpengaruh terhadap efisiensi produksi. Seleksi terhadap bahan baku pakan ikan terdiri dari kandungan nutrisi, mudah dicerna ikan, tidak beracun, ketersediaan sepanjang tahun, sehingga dapat dipergunakan dalam penyusunan pakan ikan.
            Bahan pakan yang berasal dari tumbuhan untuk pembuatan ransum pakan ikan antara lain jagung, sorghum, dedak bekatul, kedelai dan bungkil kedelai, bungkil kelapa dan bungkil sawit, biji karet, daun lamtoro, kacang tanah, kacang hijau, daun singkong, bungkil biji kapuk, dan daun turi. Sedangkan bahan pakan yang berasal dari hewan antara lain tepung ikan, tepung tulang, tepung daging bekicot, tepung cacing tanah, tepung bulu ayam, tepung cangkang udang, dan tepung darah.
            Tingkat pertumbuhan ikan yang baik sangat tergantung pada makanan yang disusun berdasarkan kebutuhan ikan itu sendiri. Selama ini, produk pellet ikan yang beredar dinilai masih belum sesuai dengan tingkat kebutuhan ikan atau belum spesifik kepada jenis ikan yang dibudidayakan.
       Proses pembuatan pakan ikan mandiri tahapannya dimulai dari :

  1.  Pemilihan bahan baku
  2. Penepungan bahan baku (grinding)
  3. Pengayakan bahan baku (screening)
  4. Penimbangan bahan baku (weighing)
  5. Pencampuran bahan baku (mixing)
  6. Pencampuran adonan kering danbasah
  7. Pencetakan (pelleting)
  8. Pengeringan pellet
  9. Pengemasan pellet
  10. Penyimpanan pakan buatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjadi Ibu

  Perempuan memiliki fitrah untuk menjadi seorang ibu, tapi saya sendiri pun menyadari bahwa saya terlahir pada generasi perempuan yang tida...